Tragedi Kucing

Tragedi kucing atau yang dalam Bahasa Inggrisnya “Cat Tragedy” adalah cerita pertamaku yang nampang di mading SMA-ku, Smansasel 1 Selong. Aku ingat sekali, saat itu aku duduk di kelas satu, pagi-pagi, begitu menginjakkan kaki di sekolah, aku mampir dulu di mading. Dan…voila!!! Tragedi Kucing yang aku tulis tangan dengan pulpen tinta biru, nampang dengan manisnya…

Reaksiku???

Senang banget! Aku langsung promosi ama temen2 di kelas.

“Eh, baca donk tulisanku!”

Sepanjang hari itu, hatiku berkembang-kembang. Kepalaku mekar. Akhirnya mendekatlah kumbang-kumbang berwajah sangar. Ia memerkosaku habis-habisan sampai aku nggak sadar. Loh??? Ini cerita kriminal atau sebuah memoar sih???

Hehehehe…

Kalo aku kenang kembali, betapa katroknya aku waktu itu. Nampang di mading aja senangnya bukan kepalang. Apalagi nampang di media massa sebagai buronan. Bangga banget rasanya. J Tapi, itulah pengalaman pertama. Begitu menggoda. Bukannya begitu, sodara-sodara???

Namun ternyata, itulah awal dari sebuah impian. Cita-citaku pun mulai bergeser perlahan-lahan. Yang semula berkoar-koar menjadi dokter atau duta besar, masuk PTN paling top di Indonesia (UI), serta bisa kawin di usia muda. Hohohoho…siapa bilang?! Yang terakhir ini, benar2 fitnah deh!

Tiap kali pelajaran bahasa Indonesia, gue mencoba tampil beda. Bukan beda secara penampilan, but mulai tampil aktif. Sering menjawab dan mengacungkan telunjuk buat nanya. Nah, yang lebih berkesan adalah waktu aku didaulat membacakan cerpenku di depan kelas karena dianggap bagus oleh guruku. Terus, teman2ku pada nanya proses kreatif dan isi ceritanya. Ciaaaahhh…kayak penulis beneran aja!

Dari situlah temen2 sekelas mulai mengenalku suka menulis. Gara-gara cerpen yang bercerita tentang “seorang yang over-proud gara2 suara azannya” itulah, guruku pun mengikutkanku lomba di tingkat kabupaten. Lantas aku pun membuat cerpen tentang remaja yang kena narkoba (tema yang menurutku cukup lawas di dunia cerpen remaja). Dan…menang! Tapi, aku nggak dapat hadiah. Nggak tau kenapa. Mmmm…it doesn’t matter. Meskipun demikian, guruku ngasitahu kalau cerpenku itu dimuat di sebuah media lokal. Waiks!!! Aku bangga. Amats..!!!

Dokter mulai terlupakan. Apalagi mengingat nilaiku untuk pelajaran eksak kurang begitu meyakinkan. Kimia aja sempat remedial. Matematika nggak maknyus. Fisika bikin pusing. Biologi sempat trauma gara2 gurunya. Tapi, aku tetap berusaha untuk masuk jurusan IPA. Dan… di kelas XI aku memang masuk IPA akhirnya. Cita-cita jadi seorang ambassador pun mulai terkubur seiring dengan kesibukan sebagai anak yang mendalami eksakta.

Tapi, kegiatan nulis jalan terus. Aku makin sering ikutan lomba. Mulai cerpen, puisi, essay, karya tulis ilmiah, pernah aku coba. Tapi, yang lebih sering menang ya cerpen ama puisi, baik di tingkat propinsi juga nasional. Beragam prestasi katrok itulah, pede-ku makin tinggi untuk memasukkan tulisan ke media2 di daerahku. Yeah… beberapa tembus. Syukur!!! Meski bayarannya dikit, terkadang nggak dibayar, tapi kepuasan karena dimuat, bener2 unspeechable deh!!!

Sekarang… setelah memasuki bangku kuliah, semangat menulis makin menjadi-jadi. Apalagi setelah dosenku yang juga MPers Malang, mengenalkanku pada dunia per-blog-an. Aku makin keranjingan nulis. Mendapat comments atau apreasiasi dari teman2 MPers aja udah senang rasanya.

The last but not least, apakah ini langkah menjadi seorang penulis yang sebenarnya??? Ehhhmmm…

Iklan

4 thoughts on “Tragedi Kucing

  1. meylafarid said: aamiin…ehhmmm2!!cieeeh yg udah jd penulis nich,,,moga makin beken aja ya Lu. so jgn lupa klo suatu saat bisa nerbitin buku kasih2 kabar oceh^_^

    amiiin…makasih atas doanya mbak!!!pokoknya, kalo beneran saya bisa nerbitin buku, mbak pasti saya kasih tau!!!hehehehe…Entah kapan hal itu bisa terwujud!!!sooner… i hope so!!!minta doa dan dukungannya mbak…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s