MAWAR KERING UNTUK KeRITING


Keriting, pacarku yang sedang bunting anak pertamaku, sedang ngidam bunga. Bunga apa saja. Nggak peduli baunya harum atau tidak berbau sama sekali, besar atau kecil, berwarna cerah atau suram, berduri atau tidak, yang penting bunga. Aku saja sempat terheran-heran melihat nafsunya yang meluap-luap ketika menginginkan setangkai bunga. Harus dipenuhi. Jika tidak, si Keriting akan ngamuk tujuh malam tujuh hari, lalu bunuh diri. Begitulah ia mengancamku. Ok! Sebagai suami yang baik hati dan rajin gosok gigi, aku well2 aja…

Aku dan Keriting sering memandang langit yang biasnya dipenuhi oleh satu bintang. Entah bintang sagitarius atau capripopcorn itu, aku kurang begitu tahu. Yang pasti, kalau primbon jawa aku lumayan tahu. Tapi, kalau yang berhubungan dengan bintang-bintang yang banyak mengisi majalah dan koran itu, aku kurang begitu tahu. Kalau ada tempe, pasti ada tahu. Logikanya, tahu adalah sari pati tempe. Benar-benar nggak nyambung… 

Satu yang aku herankan. Cuma bunga mawar saja yang belum diminta oleh si Keriting. Aku saja sempat berkali-kali bertanya padanya, apakah tidak ngidam bunga mawar. Namun, pacarku itu cuman diam tak membalas pertanyaanku. Padahal bunga mawar adalah bunga yang lumayan gampang ditemukan. Di taman tetangga sebelah juga ada. Jadi, sewaktu-waktu Keriting minta, aku bisa nyariin dia dengan cepat. Tapi, dia justru nggak pernah mengusik-ngusik atau sekedar menyebut bunga indah itu. Hmmm… I don’t know why…

Tapi, pagi ini, ada peristiwa yang takkan kulupakan seumur hidupku sebagai suami. Masih pagi sekali ketika aku terbangun dari tidurku. Kuraba-raba samping kananku, berharap menemukan tubuh pacarku dengan perutnya yang mulai membuncit. Aku memang mulai terbiasa mengelus-elus perutnya sejak dokter spesialis kandungan langganan kami memvonis Keriting hamil di usia muda. Aku beranggapan, dengan kebiasaanku ini, maka anakku pun nantinya setelah lahir akan terbiasa mengelus-elus perut orang. Dan…jadilah dia berprofesi sebagai dukun beranak. Olala… tidaaaakkk!!!

Tapi, tanganku tak menemukan sasarannya. Masih dengan mata setengah watt, aku membalikkan selimutku dan menemukan istriku nongkrong di jendela kamar yang dibukanya lebar-lebar.

Lehernya terikat sesuatu yang setelah kuamati adalah ikat pinggangku…
Aku terbelalak kaget alang-kepalang, dan langsung meloncat…
Melihat dari dekat dengan sejuta perasaan bergidik…
Di samping Keriting, terdapat bouquet bunga mawar merah…
Sayang, mawar-mawar tersebut telah kering…
Sungguh, aku tak mampu mengucap…
Keriting-ku…
Mawar kering-ku…

Iklan

6 thoughts on “MAWAR KERING UNTUK KeRITING

  1. terus, ngapain bela2in ngambil tuh mawar???ioya, emangnya dia dapetin tuh mawar dari mana???(pertanyaan untuk mencerdaskan pembaca dan penulis…)heheheh

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s