Lalu? Bedul? Atah? Kizi? Atakintunk? Polak? atau Cuklek?



Terserah!!!
Kalian mau manggil saya dengan pilihan nama di atas. Selama tidak menyinggung hati, usus, dan jantung, saya akan baik-baik saja. Nggak bakal marah, kok! Enjoy aja…
Tapi, biar tidak terjadi salah kaprah, ada baiknya saya memverifikasinya lewat blog ini. Ciaaaah… 

LALU
Itu adalah nama marga(satwa) saya. Embel-embel yang ditaruh di awal nama seseorang yang gosip-gosipnya keturunan darah ijo di Tanah Lombok sana. Kalo cowok ber-atribut Lalu, sedangkan cewek Baiq. Contoh paling nyata adalah saya, Lalu Abdul Fatah atau Lalu Sevchenko. Kalo cewek, misalnya: Baiq Siti Hajar Handayani atau Baiq Lina Trezeguet.

Gini loh…

Entah yang bikin aturan ini siapa, tapi kayaknya orang Lombok menganut sistem patrilineal deh coz garis keturunan masih menganut bapak. Contoh: kalo Lalu kawin ama Baiq atau bukan Baiq, maka secara otomatis anak-anaknya yang cowok berawalan Lalu, sedangkan yang cewek berawalan Baiq. Akan tetapi, jika seorang Baiq kawin ama yang bukan Lalu, maka anak-anaknya tidak akan bergelar Lalu/Baiq.

Cukup membingungkan???

Baca ulang paragraf di atas!!! 

Meskipun terkesan agak exclusive dan memang patrilineal, namun saya menangkapnya sebagai upaya baik untuk pelestarian budaya luhur nenek moyang orang Lombok. Kenyataannya, masih ada beberapa keluarga bangsawan di Lombok yang terlalu konservatif, artinya: anak-anak cewek mereka (Baiq) diharuskan kawin dengan yang Lalu. Kalo tidak begitu, mereka akan tetap membiarkan anak cewek mereka jadi perawan tua. Huuuuh…kasian banget ya? Pemikirian mereka masih katrok banget!

Nah…


Untung keluarga saya nggak kayak gitu. Mamiq (bapak) saya termasuk moderat. Dia tidak terlalu fanatis ama gelar Lalu yang disandangnya. Dia juga nggak terlalu maksain keinginannya pada kami, anak-anaknya, untuk kawin dengan siapa pun (sama gorilla juga gpp –hehehe). Buktinya, kakak perempuan saya yang kedua kawin ama yang bukan Lalu. Terus, kakak perempuan yang ketiga juga punya balon (bakal calon) suami yang bukan Lalu.


Simpelnya itu gene: jodoh udah di tangan Tuhan. Lo nggak bisa ngotak-atik keputusannya! Mau kawin ama yang Lalu atau nggak, ya emang udah kayak gitu nasib lo! Bisa kawin ama yang Lalu trus mau harap yang muluk-muluk, semacam harta atau apa, itu mah udah bukan jamannya lagi. Kalau di jaman baheula sih boleh jadi lo ngarep bisa jadi sugih dengan kawin ama Lalu. Secara, mereka termasuk golongan kaya. Kalo jaman sekarang??? Non-sense! Sama aja…


Nah, begitulah sekelumit Lalu dan Baiq dalam budaya bangsa Sasak.

Semoga Anda bisa mengambil manfaatnya…
Satu yang ingin saya tegaskan di sini:

Jangan kawin ama Lalu atau Baiq!!! Tapi, kawinilah orang yang bener2 mencintai Anda dan ia memang jodoh Anda! Setuju???

Iklan

12 thoughts on “Lalu? Bedul? Atah? Kizi? Atakintunk? Polak? atau Cuklek?

  1. lafatah said: Kalian mau manggil saya dengan pilihan nama di atas

    Tetep…..manggilnya Fatah. Lha wong kenalannya sama nama itu.Btw, bulik (adik ceweknya ibu) nikah sama orang sana dan anaknya bergelar Raden di depan namanya *info ga penting sebenarnya*

  2. Dulu kenal sama seorang Lalu dari Kopang, ngajakin kawin lari, guenya gak mau karena capek ah…lari-lari haa..haa..haaa…secara gak sreg aja dengan adat kawin lari dan emang gak berjodoh kali ye… Hayoo..sekarang ulas/cerita mengenai kawin lari plus kecimol hee..hee.. biar temen yang lain tahu budaya Lombok.

  3. occyosy said: CUKLEK = PATAH =FATAH …

    Iya neh!!1pertama kali denger cuklek dari bapaknya temen di Lombok sana…Dianya orang Jawa…so, dengan enaknya manggil Cuklek2 Suweng!!!:-)

  4. yettifesh said: Dulu kenal sama seorang Lalu dari Kopang, ngajakin kawin lari, guenya gak mau karena capek ah…lari-lari haa..haa..haaa…secara gak sreg aja dengan adat kawin lari dan emang gak berjodoh kali ye… Hayoo..sekarang ulas/cerita mengenai kawin lari plus kecimol hee..hee.. biar temen yang lain tahu budaya Lombok.

    hahahaha…nyentrik banget tuh ceritanya!!!kawin lari = running marriage???cabe deh!!!kapan2 deh saya posting artikel ttg kawin lari, kecimol, dsb2…mbak juga ya??? tolong diposting!

  5. elbintang said: baru baca bukunya Novia Syaidah ttg Budaya Sasak…ckckck kasian ya baiq-baiq yg mamiqnya masih adat banget…

    yuhuuu….tapi pemikiran katrok itu udah mulai tergerus kok seiring mondar-mandirnya TUkul di Trans 7

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s