Asyiiik!!! Ketemu Penulis Xerografer


Jam tiga, aku ama Hariyono shalat Ashar dulu di Masjid Balai Pemuda. Setengah jam lagi talkshow dimulai. Saat itu, satu pun belum ada buku yang kami beli. Nah, ketika mau keluar dari masjid, tiba-tiba aja hujan turun dengan derasnya. Whaaa…akhirnya, setelah sekian hari menanti, Surabaya terguyur juga oleh hujan. Betapa senang dan bahagianya diriku.

Hujan yang benar-benar deras. Untung masjidnya cuman berjarak beberapa meter dari tempat pameran, so ketimbang mendekam di masjid, mendingan ke books spot aja. Masih banyak sudut-sudut pameran yang belum kami jelajahi.

Kulihat jam di hp, sudah setengah empat. Panitia lewat sound system terus ngasih info acara-acara yang bakal berlangsung hingga ntar malam. Lagu-lagu diputar. Di sela-sela itu, panitia ngumumin peserta news reading contest yang berhasil ke babak final. Dan yang pasti, tak henti-hentinya kalo sebentar lagi Mas Ikhwan Hariyanto bakal hadir untuk membedah “Xerografer”nya.

Hujan belum juga reda. Panitia terus sibuk bercuap-cuap. Pengunjung biasa-biasa saja. Tak terasa satu jam pun berlalu. Aku menggondol tiga buku dan Hariyono cuman satu. Okeh, setengah lima sekarang. Mas Ikhwan baru aja dateng. Berarti, molor satu jam.

Hariyono pengen pulang, namun aku mokso dia agar tetap tinggal dulu, nunggu talkshow. Gue sih berharap banget dapat novel “Xerografer” gratis dari talkshow. Secara, kalo nanya-nanya gitu kan kadang dikasih hadiah buku gratis si penulis. So, aku mulai deh nyiapin pertanyaan-pertanyaan yang pada akhirnya aku kudu nelan kecewa. No free Xerografer. I only got some merchandises and two pins. That’s all. Hiks…hiks…hiks…

Sebelum acaranya dimulai, aku celingak-celinguk nyari mana sih yang namanya Mas Ikhwan itu. Sumpeh deh aku cuman liat foto di MP-nya doang. Orang aslinya seperti gimana, I dunno. But, sabar! Bentar lagi tahu, kok! Gitu kata hatiku berbunyi. Halaaah…

Aku ngeliat animo pengunjung untuk ngikutin acara bedah buku “Xerografer” ini nggak tinggi-tinggi amat. Buktinya, dari 20-an kursi yang disediakan panitia, cuman 7-8 orang yang ngisi. Aku dan Hariyono yang pertama kali naro pantat di situ. Gue sih emang udah nggak ‘tahan’ alias penasaran dengan sosok penulis yang juga berprofesi sebagai petugas fotokopi di Perpus Umum Brawijaya itu.

Yeah…akhirnya, ketemu juga. Ini toh orangnya! Pake kemeja panjang dan jins warna item, kacamata frame, kalem, dan kelihatan sederhana. Ouch, is this Mas Ikhwan Hariyanto? Aku makin pengen tahu lebih banyak tentang dia dan bukunya. Makanya, ketika dibuka sesi tanya jawab, aku yang pertama kali dikasih kesempatan untuk ngobrol. Dan saat itulah aku buka kartu kalo kita emang kenal duluan lewat multiply. Pokoknya, aku ngebacot banyak hal, di antaranya:

a. Aku salut ama Mas Ikhwan yang bisa nulis novel di samping kesibukannya sebagai petugas fotokopi.

b. Tema novelnya yang unik, jarang diangkat oleh penulis, meski tetap berbumbu cinta, yeah, khas anak mudalah.

c. Aku sempat tersentuh juga dengan pengakuan Mas Ikhwan yang nggak punya kompie di rumah. Naskah novelnya ia ketik di rental, biasanya sehabis isya hingga jam sepuluh malam. Sampai-sampai pemilik rental hapal banget ama dia dan ortunya di rumah pun suka nanyain, “ Ngetik apaan sih tiap malam, kok kayak nggak ada habis-habisnya?” Aku pun langsung bandingin diriku dengan Mas Ikhwan. Dia yang dengan keterbatasan fasilitas bisa nulis novel, why me not? Aku jadi malu sendiri dan makin termotivasi deh buat nulis!!!

d. Terus, aku nanya juga, apa tokoh si Budi itu Mas Ikhwan-nya sendiri? Dan dijawab, fifty2. 50 persen pengalaman pribadi, 50 persen imajinasi.

e. Nah, Xerografer kan kisah cinta segitiga gitu. Gue pun nanya, itu memang true love story-nya Mas Ikhwan ato piye? Dia sih cuman ketawa dan bilang itu imajinasi doank. Tapi, aku malah nggak percaya. Sssst…cuman dalam hati doank loh ya?

f. The last question, aku nanya juga cara nembus penerbit sekaliber Gagas Media? Secara, aku ngeliat GM udah banyak nerbitin buku-buku yang jadi best seller di kalangan remaja, dan rata-rata banyak penulis muda yang ditelorin ama GM. Dan, dijawab oleh Mas Ikhwan blaaa…blaa…blaa…

Intinya, aku salut ama Mas Ikhwan Hariyanto. Secara, ini pertama kali aku bisa ngobrol secara langsung ama penulis dalam sebuah bookfest. Ini juga pertemuan yang bukan hanya mengenalkan aku for the first time dengan sosok penulis Xerografer sendiri, tapi lebih dari itu. Aku lumayan banyak dapet pengetahuan tentang dunia tulis-menulis langsung dari orang yang menekuni dunia ini. Pelajaran moral juga, iya. Rasa senang juga, iya. Surabaya diguyur hujan, juga bikin sense tersendiri. Apalagi dapet buku-buku berharga miring.

Satu yang bikin aku kecewa…
Aku nggak dapet novel Xerografer gratisan dari panitia talkshow!!!

Iklan

12 thoughts on “Asyiiik!!! Ketemu Penulis Xerografer

  1. lafatah said: Nah, Xerografer kan kisah cinta segitiga gitu. Gue pun nanya, itu memang true love story-nya Mas Ikhwan ato piye?

    Pertanyaan yang paling sering diajukan….cieee modelnya kayak udah sering talkshow aja.

  2. lafatah said: Whaaa…akhirnya, setelah sekian hari menanti, Surabaya terguyur juga oleh hujan. Betapa senang dan bahagianya diriku.

    dan betapa sialnya diriku, pas jadwal acaraku malah hujan deras plus angin kencang hiks.

  3. aku kirain juga gitu Lalu, yang ngajukan pertanyaan akan dapat novel gretongan.ambil hikmahnya aja yaitu artinya kamu harus beli novelnya he he he

  4. nawhi said: Pertanyaan yang paling sering diajukan….cieee modelnya kayak udah sering talkshow aja.

    kan, dari tiga kali talk show plus obrolan di luar itu, mesti banyak yang mempertanyakan. Is it your true love story??? getooooo

  5. nawhi said: dan betapa sialnya diriku, pas jadwal acaraku malah hujan deras plus angin kencang hiks.

    yeah,…seorang penulis gitu!!!mempertaruhkan reputasi demi kepuasan pembacanya…hallaaahhh… 🙂

  6. nawhi said: aku kirain juga gitu Lalu, yang ngajukan pertanyaan akan dapat novel gretongan.ambil hikmahnya aja yaitu artinya kamu harus beli novelnya he he he

    beli novelnya??? yeah…kecewaaaa….

  7. nawhi said: aku kirain juga gitu Lalu, yang ngajukan pertanyaan akan dapat novel gretongan.ambil hikmahnya aja yaitu artinya kamu harus beli novelnya he he he

    beli novelnya??? yeah…kecewaaaa….

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s