HOW BOOK ARE YOU?

Siang tadi, abis ngampus n makan di wapro (waroeng proletar), aku ama Hariyono ke Soerabaya Book Festival. Acara yang mengusung tema “How BOOK Are You?” ini berlangsung mulai 29 Nopember sampai dengan 5 Desember 2007 di Balai Pemuda Surabaya. Kami berdua sebenarnya ngajak anak yang lain juga. Tapi, berhubung masing-masing punya kesibukan, yowesh…tancep!!!

Aku yang baru pertama kali nginjekin kaki di Balai Pemuda, berharap acaranya bakal heboh dan superame. Apalagi kata temanku, kemarin Minggu si Raditya “Kambingjantan” Dika dateng di acara tersebut. Bisa kebayang deh hebohnya! Tapi, mungkin berhubung lebih banyak yang nomat (Balai Pemuda deket ama bioskop), jadi siang tadi pengunjung bookfest nggak terlalu banyak. Rata-rata sih anak sekolahan dan mahasiswa.

Nyampe di sana, aku samperin dulu papan acaranya. Menu siang ini ternyata ada news reading contest anak SMA/SMK, musik, games, request, dan lain-lain. Tapi, yang bikin aku lebih surprised adalah Talkshow dan Bedah Buku “Xerografer”-nya Ikhwan Hariyanto. Aku cuman bisa ber-yes..yes… dalam hati. Secara, ini kali pertama aku ketemu Mas Ikhwan. Meskipun MPers Malang sering banget ngadain kopdar, aku adalah yang paling jarang hadir, apalagi ketemu ama si penulis ini. So, gimana nggak surprised gitu!!! It’s time for me to show my interest in books!!! 

Coz talkshow-nya mulai jam setengah empat, aku manfaatin waktu satu setengah jamnya untuk hunting buku-buku diskon. The stands are more than 20 (I’ve no time to count it), so are the books. Rasa haus, lapar, dan gila akan buku langsung meledak saat itu juga. Taelaaaa… segitunya!!!

Si Hariyono langsung kesengsem ama buku-buku tentang HI. Segala hal yang berbau demokrasi, politik internasional, tokoh internasional, liberalisme, komunisme, american foreign policy, dsb. langsung jadi incarannya. Berhubung ia baru selesai baca bukunya Jhon Perkins ama James Yee di mana ada rekomendasi untuk baca tentang Dosa-dosa Media Amerika, Blood Money, Hit Man, Holocaust, dan buku-buku konspirasi internasional, so begitu ketemu ama tuh buku-buku, dia langsung deh belingsatan, ngiler, pengen borong semua.

But, sekali lagi, mahasiswa macam aku dan Hariyono, budget adalah pertimbangan utama. Setelah mikir berpanjang lebar, capek muter-muter, ketimbang pulang dengan tangan kosong, akhirnya aku mutusin beli tiga buku, yaitu Dosa-Dosa Media Amerika-nya Jerry D. Gray, Michael Jordan dan Neo-Kapitalisme Global-nya Walter LaFeber, dan Folklor Jepang-nya James Danandjaja. Total ketiganya Rp 63.600,- Sementara itu, si Hariyono cuman beli Blood Money yang harganya 52 ribu Rupiah setelah kepotong diskon 20%.

2be continued…. (Ketemu Penulis Xerografer)

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s