Seok Sunyi

Aku terseok

Jalanan begitu sunyi berbatu

bertabur akar dan dedaun rapuh bau tanah

kuncup cahaya yang kutuju masih jauh

jalanan masih terjal

semakin mendaki hingga tak dirasa duri

menciumi kaki

aku, pejalan sunyi

berteman hembus angin gunung

mengalir nuju puncak

hingga harimau parau

memecah sunyiku

mengaumku

sunyiku

sunyi nan cantik

kering dalam damai

basah dalam darah

berjalan hingga mati

berpeluk dalam dadaNya

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s