Kute Bali Dipenuhi Sampah??? Oh, Nggak Banget!

Bukannya ingin mengekspose sisi negatif Bali, khususnya Pantai Kute, lalu membandingkannya dengan keeksotisan pantai-pantai di Lombok. Oh, bukan! Tulisan ini cuman sebagai review dari berita Reportase Sore di Trans TV yang aku tonton tadi.

Pada tahu kan kalau di Indonesia sedang mengalami musim penghujan. Musim hujan akhir tahun yang identik dengan banyaknya bencana alam belakangan ini. Mulai dari banjir, tanah longsor, kapal tenggelam, kecelakaan pesawat akibat cuaca buruk, dan lain sebagainya.

Salah satu peristiwa tahunan yang menjadi langganan Pantai Kute, Bali, adalah sampah-sampah yang memenuhi pantai. Sampah ini berasal dari sungai yang bermuara di pantai. Tak ayal lagi, sampah-sampah yang berupa plastik, kaleng, pepohonan, reranting, dan tanaman kecil aneka rupa ini terdampar di pantai. Sebab, selain karena arus sungai yang bertambah, juga karena gelombang laut yang tinggi serta angin barat laut yang kencang berhembus. Walhasil, pantai yang terletak di selatan Pulau Bali ini disambangi sampah aneka rupa.

Aku langsung bergumam dalam hati. “Wah, Pantai Kute kok nggak sebagus yang sering dibilang orang, ya? Pasirnya aja nggak putih. Apalagi ditambah sampah-sampah beberapa hari terakhir ini. Waiks…turis-turis masih suka juga ya ke sana?”

Jujur, dari penuturan yang aku dengar dari teman-teman, Pantai Kute nggak lagi indah. Pantai yang sangat terkenal namanya di seluruh penjuru dunia ini, sudah tidak perawan lagi. Turis-turis sudah mencabuli pantai ini. Aktivitas perdagangan pun ramai di sini. Pantai jadi kotor oleh sampah-sampah pengunjung. Ah, bagi penyuka ketenangan, Pantai Kute tidak lagi menjanjikan.

Bagaimana dengan pantai-pantai di Lombok, semacam Senggigi, Kute Lombok Tengah, Pantai Tiga Gili, Kaliantan, Surga, dan lain-lainnya? Ah, kalau mau jujur, masih menang saing ketimbang Kute Bali. Pantainya masih perawan, alamiah, banyak yang belum dijamah alias masih perawan, pasirnya putih, ombaknya bagus, pemandangannya maknyus, dan seribu ungkapan indah lainnya.

Tapi, aku juga nggak bisa menjamin kalau pantai-pantai di Lombok juga tidak bisa dicemari sampah kayak Pantai Kute. Sebab, Pantai Ampenan yang menjadi pelabuhan Lombok tempo doeloe juga kalau musim hujan begini, airnya sering meluap dengan sampah-sampah yang mengotori badan jalan. Itu Pantai Ampenan. Pantai yang tidak terlalu bagus. Beda dengan pantai-pantai lainnya di Pulau Lombok yang sudah aku sebutin di atas.

Kute Bali…

Kalau kecantikanmu tidak Kamu tingkatkan, siap-siap aja digantikan ama Pantai Kuta di Lombok Tengah. Okeh? Siap-siap saja!!! (nada mengancam)

Kota Apel nan sejuk,

28 Desember 2007

Iklan

7 thoughts on “Kute Bali Dipenuhi Sampah??? Oh, Nggak Banget!

  1. Pantai Tanjung An di Lombok juga bagus banget…tapi sayang, penjual souvenirnya nafsu banget ngejar2 pembeli.. jadi gak bisa nikmati jalan2 dengan tenang.. :((

  2. drjulia said: Pantai Tanjung An di Lombok juga bagus banget…tapi sayang, penjual souvenirnya nafsu banget ngejar2 pembeli.. jadi gak bisa nikmati jalan2 dengan tenang.. :((

    hehehehe…iyah!!! maklum jarang2 mereka ngeliat orang secantik mbak…:-)

  3. BetuLl itu….!!!!Mari Qt Ungkap Kebenranx. tapi warga Qt dah siap g’ dgN perbahaN kLo misalnya Gumi LomboK dipijak oleh Bule asing yg notabenE hanya Pake bJu Kekuragan bahan?apa itu ntar jstRu g’ ngrusak LombOk sndri???tp ju2R sY te2p bangGa dgN LombOk, Ada d luar Lombok jstRu bwt sY brfkir ttG keunikan pulau Qt yG tdak Dmiliki d t4 laen. Mari Qt PrJuangKan LombOk Qt, SemangAt…….!!!!!

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s