Bebas, Lepas, Manusia Ampas

Leherku terasa panas tergesek tali plastik ini. Kemudian dadaku semakin sesak, panas, penuh…panas, ada yang akan meledak. Gravitasi tanah semakin menyeret, membuat rasa panas tali plastik ini mengelupas kulit leherku . Kuingat berat badanku 62 kilo terakhir kali aku timbang badan. Badanku kelojotan. Aku berusaha menahan rasa sakit paling dahsyat yang pernah kurasa seumur hidupku. Sampai tiba puncak tersakit, terperih, teremuk redam, dari yang sempat bisa kurasakan. Aku tiba-tiba lemas, ada lenguh tertahan, kemudian semua terasa ringan. Aku berjalan mendekati pohon jambu. Berusaha bersandar di akar-akarnya yang menonjol. Sosok yang tergantung itu sendirian, dengan senyum yang terlihat dipaksakan. Jadi semakin menakutkan. Baru kusadari jasad bergantung di pohon itu adalah diriku, lebih tepatnya adalah tubuhku.

Badan baru yang kubawa ini terasa jauh lebih ringan. Aku merasa bisa melayang, mengambang di udara. Berjalan seperti angin.

Surabaya, 8 Januari 2007

Iklan

4 thoughts on “Bebas, Lepas, Manusia Ampas

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s