UAS Pertama: Konferensi Kacang Arab, Korma Legit, Cokelat Lejaaat!!!



UAS pertama: Pancasila. Ujiannya dimulai jam setengah dua. Aku mulai dari tadi malam hingga zuhurnya, bener-bener nggak serius belajar. Aku justru keasyikan baca komik Doraemon dan lagi bernafsu banget baca Ketika Cinta Bertasbih-nya Habiburrahman. Sudah lima puluh persen novel episode kedua itu aku baca. Hmmm… Betapa asyiknya!

Ah, Pancasila! Model soalnya sudah aku raba kayak gimana. Dan, rabaanku ternyata… ADA BENARNYA!!! Aku pikir soal UAS Pancasila cuman essay doank. Eh, nggak taunya mutiple choice, soal UTS kemarin, juga ikut keluar. Ya udah! Nikmatin aja! Itung-itung olahraga otak.

Jam tiga selesai, langsung dilanjutkan dengan “sidang pleno” Pancasila. Dari ruang 302, kami berpindah ke ruang Adi Sukadana di lantai dua. Ruangan yang tata letaknya mirip susunan interior ruang sidang DPR itu, baru pertama kali itu aku masuki. Suasana formalnya kentara banget. Enam buah kursi dengan ukiran wah dan meja panjang berada di depan, tempat para panelis berkoar-koar. Sebuah podium di sebelah kiri. Kemudian, menghadap ke arah depan, jajaran meja kursi tempat para audiens menikmati jalannya sidang pleno.

Sebelum dosen Pancasila datang, ada yang ramai-ramai di deretan meja belakang. Tampak si Yudi membawa sekantong plastik kacang. Dia membawanya ke depan, menghindari kerumunan teman-temanku yang lain. By the way, apa sih yang sedang mereka kerumuni??? Olala, ternyata cokelat! Aku langsung mendekat. Eh, ada kurma juga. Wah, pasti dibawa ama Qori yang baru pulang dari tanah suci Makkah. Aku pun segera mengambil 3 biji cokelat yang dibungkus plastik dan dua buah kurma.

Selanjutnya, benar-benar seperti konferensi. Kami sibuk makan kacang arab yang dibawa ama Qori. Anak-anak kumpul dalam kelompok masing-masing dan makan kacang sambil ngobrol ngalor-ngidul. Suasana pra sidang pleno sudah dimulai. Kacang-kacang dibagikan. Ada yang berteriak minta cokelat. Yang lain ingin kebagian kurma. Anak-anak asyik mengunyah biji-biji kacang yang agak berbeda ama kacang kebanyakan. Pokoknya, seru abisss!!!

Untung banget, sang dosen belum masuk ruang Adi Sukadana. Jadi, kami tak ubahnya seperti anak Play Group. Makan kacang dengan kulitnya yang berserakan di meja. Ada yang ngerumpi. Ada yang merokok. Tak peduli dengan ruangan yang ber-AC.

Pun, karena kursi-kursi di ruangan tersebut adalah kursi beroda, jadi ada sebagian temanku yang iseng main kursi roda-rodaan. Mereka maen bom bom car. Ada yang sengaja keliling dalam ruangan dengan kursi roda tersebut. Lalu, tak kalah isengnya, ada pula yang maen kursi dorong. Si A dorong si B yang kayak pasien sebuah rumah sakit. Seru banget deh pokoknya!!!

Hmmmm…

UAS pertama begitu mengesankan. Apalagi ini adalah hari pertama kami bertemu setelah libur selama dua minggu. Teman-temanku banyak yang berubah style-nya. Rambut dicat, ada yang ribonding, ada yang mengkriting rambutnya, ada yang mulai pake kacamata, dan lebih banyak lagi yang tampil dengan rambut baru alias baru potong rambut.

First day is the sweet day!!!
I’ll missing this lovely day!!!

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s