Ditembak Cewek Cakep

Agus ditembak cewek cakep. Bukannya senang karena pujaannya selama ini bisa menembaknya, namun dia justru merasakan sakit yang luar biasa. Untung bukan hatinya yang tertembus oleh peluru panas itu. Jika iya, matilah ia! Untung hanya tulang belikatnya saja yang perlu perawatan ekstra. Ia harus digips. Perban putih melingkari pundak dan lengannya. Jadilah ia mummi setengah matang.

Siapa sangka cewek secakep Marissa tega berbuat demikian? Kampus pun jadi heboh saat letusan terdengar dari lantai tiga. Tidak ada percekcokan sebelumnya. Tidak ada kata-kata kasar terdengar. Tidak ada silat lidah dalam volume tinggi. Semua terjadi begitu tiba-tiba. Ketika istirahat jam pertama. Seorang mahasiswa yang baru keluar dari kamar mandi langsung ambruk. Darah bercecaran di lantai. Seorang mahasiswi yang baru keluar dari lift langsung menjerit histeris. Kampus dipenuhi jeritan.

“Agus ditembak! Agus ditembak! Tolooooong…”

Dialah Agus. Agusta Ryanovich. Mahasiswa semester lima Ilmu Hubungan Internasional. Cowok paling tajir di kelasnya. Cowok dengan mobil yang selalu ganti tiap minggunya. Cowok yang selalu jadi incaran cewek-cewek genit di kampus. Tidak hanya karena ketajirannya, namun juga tampangnya yang unik. Dia blasteran Indonesia Rumania. Indo, tapi kribo.

Suasana kampus kacau. Mahasiswa membubarkan diri. Polisi telah datang bersama tim gegana dan langsung memasang police line. Mahasiswa diminta menjauh. Kampus juga harus dikosongkan. Ini untuk memudahkan investigasi dan mewaspadai spekulasi terorisme. Teroris masuk kampus. Siapa tahu tak hanya letusan pistol, tapi juga bom.

Di basement, seorang cewek cakep baru saja keluar dari pintu lift Penampilannya stylish dengan tas bermerek tarcangklong di pundaknya. Ia berjalan santai. Seolah-olah tak mengetahui ada kehiruk-pikukan di lantai tiga. Ya, dia memang tak ingin menimbulkan curiga. Apalagi dia tahu hidden camera terpasang di beberapa titik di area parkir itu. Ia ingin terlihat biasa-biasa saja. Tak perlu tergesa-gesa.

Cewek cakep itu adalah Marissa. Lengkapnya, Marissa Kournikova. Ia memang bukan pemain tenis. Tapi, kecantikannya boleh diadu dengan pemain tenis asal Rusia, Anna Kournikova. Tongkrongan yang oke juga dibarengi dengan otak yang brilian. Bukti paling kongkret dia berotak encer adalah statusnya sebagai asisten dosen mata kuliah Bisnis Internasional. Tak heran ia diincar banyak cowok. Tapi, Marissa tidak pernah sekalipun menggubris. Ia hanya tertarik pada satu cowok. Cowok yang baru saja ditembaknya.

Sementara itu, Agus langsung dimasukkan ke Ruang IGD Rumah Sakit Seribu Nyawa Untuk Anda. Darah terus saja mengalir dari lubang bekas tembakan. Seorang dokter dibantu dua perawat bertindak cekatan. Sisa-sisa darah dibersihkan. Agus dibius. Dokter bersiap-siap mengeluarkan peluru yang bersarang di dekat ketiaknya itu. Dalam waktu setengah jam, akhirnya sang dokter berhasil mengeluarkan peluru yang bercokol di dekat ketiak Agus itu. Setelah itu, perawat melakukan heacting atau penjahitan di bagian yang robek. Agus pun diperban.

Aktivitas kampus hari itu ditiadakan. Tak hanya para mahasiswa yang diliburkan untuk sehari ke depannya, namun pegawai-pegawai di gedung rektorat juga. Seolah-olah akan terjadi peristiwa yang saat ini paling ditakuti oleh orang. Ancaman terorisme. Hanya dengan sebuah tembakan pistol, semua jadi kacau.

Marissa pun dengan anggunnya keluar dari pelataran parkir basement. Ia mengendarai AVP hitamnya dengan smooth. Benar-benar lihai. Sedikit pun tak terlihat raut gegas pada wajahnya. Kacamata frameless yang dikenakannya, lumayan mampu menyembunyikan pupilnya yang membesar akibat tekanan psikis yang mulai dirasakannya.

Ah, aku yakin dia masih hidup… Seorang cowok seperti dia jika sampai mati, bener-bener cemen…

Tim gegana masih menyisir semua sudut kampus. Dengan alat deteksi yang canggih, mereka melakukan penyisiran dengan kewaspadaan yang tidak terlalu tinggi. Mereka yakin, ini bukan aksi terorisme. Apalagi lokasinya di kampus, pusat pendidikan. Kalau pun terorisme, ada dua kemungkinan tersangka: orang luar atau orang dalam. Orang dalam yang bisa saja mahasiswa, pegawai kampus, atau bahkan dosen. Tapi, tak mungkin terorisme. Dari penuturan dekan dan dosen-dosen yang masih berada di lokasi, tak ada sebelumnya desas-desus tentang pengeboman. Pegawai kampus yang diinterogasi pun demikian.

Dua jam berselang, peristiwa penembakan si Agus langsung menghiasi layar kaca. Agus kribo yang masih belum siuman juga, berulangkali di-shoot. Keesokan harinya pun, koran-koran mengangkatnya sebagai headline. Agus pun jadi selebritis dadakan. Seantero Indonesia mengenalnya.

Tiga hari berlalu, polisi masih belum menemukan tersangka. Hari itu juga, aktivitas kampus yang kembali normal, kembali digegerkan. Sebuah tulisan dengan kertas dilumuri kuteks merah terpampang di Papan Demokrasi – mading kampus FISIP. Judulnya menggemparkan dengan penulis yang juga tak disangka-sangka. “Ditembak Cewek Cakep” oleh: Marissa Kournikova.

Surabaya, 14 Januari 2008

Iklan

12 thoughts on “Ditembak Cewek Cakep

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s