Mau Mudik, Hunting Buku Dulu!!!

Pfeeeww… Dua hari yang lumayan melelahkan. Tepatnya, olahraga kaki, punggung, dan tenggorokan. Sabtu kemarin dan siang tadi aku jelajah terus. Masih mending jelajah alam. Ini nggak. Aku harus menyusuri tempat-tempat paling menakutkan di Kota Surabaya, seperti Pasar Turi, Uranus, Pasar Blauran, juga Jalan Semarang. Kenapa menakutkan? Sebab, duitku dipalak habis-habisan di empat tempat itu. Aku… borong buku-buku, jam tangan, jeans, dan baju. Bukan buat aku sih. Tapi, buat adek-adek n keluargaku di rumah. Buah tangan gitu…

Setiap kali aku menginformasikan diri untuk mudik, pasti bakal banyak pesanan dan titipan. Beli inilah beli itulah. Tapi, aku nyadar juga. Yang namanya oleh-oleh dari Tanah Jawa, apapun bentuknya, sekecil apapun, akan benar-benar disambut dengan gembira. Siapa sih yang tidak senang dibawakan buah tangan?

Makanya, begitu aku bilang pengen mudik untuk ngabisin masa liburan yang tiga minggu, lantas kakak dan adekku mesen sesuatu. Kak Omi, misalnya, mau dibelikan setelan baju muslim dengan bawahan batik. Alhamdulillah, tadi siang aku dapat di Pasar Turi. Ofah, adekku yang cewek, minta dibelikan jam tangan berbentuk segiempat yang saat ini lagi ngetrend. Okeh, dapat juga di Pasar Turi. Arif, adekku yang cowok pengen buku soal-soal UAS SD. Tadi, dapet di Pasar Blauran. Aku juga tak lupa beliin dia buku bahasa Inggris di TB Uranus. Untuk nambah-nambah pengetahuannya.

Sementara itu, kakakku, Enong, pengen dibelikan bukunya Habiburrahman El Shirazy. Karena udah punya Ayat-Ayat Cinta, lantas aku belikan dia yang Ketika Cinta Berbuah Surga. Pengen sih beli novelnya yang lain, tapi pikir-pikir dulu ama budgetnya. Sementara itu, kakak misanku, Amrullah, nitip beli jeans 3 potong. Yups, dapet juga di Pasar Turi. The last is tetangga yang juga adek kelasku, Iyoh, nitip dibeliin Ayat-Ayat Cinta ama Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, alhamdulillah kebeli juga di Jalan Semarang dan Pasar Blauran.

Intinya, tiap kali mudik ke Lombok, mesti bawa oleh-oleh. Entah apalah. Maklum, di Lombok, barang-barang semacam buku memang masih kurang aksesnya. Bisa jadi ada, tapi harganya tentu saja lebih mahal ketimbang di Pulau Jawa. Begitu juga dengan barang-barang lainnya. Ada untungnya juga sih kuliah di Jawa. Meskipun aku sangat berharap agar tidak terlalu konsumtif. Hehehehe… Belanja boleh, tapi kuliah juga harus maknyus!!! Bukannya begitu, Tah???

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s