Ya Iyyalah Cumiiii’

Yeah, aku akhirnya jadi ikut-ikutan latah mromosiin ungkapan “YA IYYALAH CUMI…” Ini gara-gara pas pulang kemaren ke Lombok, temen2ku pada latah bilang “YA IYYALAH CUMI…”. Lalu, yang lain menyambut, “YA IYYALAH TERI…” Lalu, seperti berbalas pantun yang nggak ada putus-putusnya, semua akan menyebutkan hewan-hewan laut, semacam paus, hiu, lumba-lumba, kerang, tuna, ganggang, bintang laut, keramba, udang, dan sebagainya.

Kenapa harus cumi?

Aku sempat bertanya-tanya dalam hati. Aku bahkan harus memikirkan sampai lupa makan, minum, dan tidur secukupnya. Yah, aku memang tidak pernah tidur secukupnya. Selalu overtime! Dalamnya hati, aku bertanya. Dalamnya lautan, siapa yang tahu. Hohohoho… ini peribahasa apa proverb sih?

Ya, cumi. Secara…makhluk laut ditinjau dari aspek komersil, termasuk mahal harganya. Sekarang aja di tempatku, di Lombok sana, sepuluh ribu cuman dapet 5 ekor. Itu ekornya doank! Belum dagingnya. Makanya, aku sempat pikir-pikir, enaknya apa ya ngasih ‘satuan’ yang cocok untuk hewan? Kalo biji, hewan nggak punya biji. Kalo buah, emangnya hewan berbuah? Kalo helai, gak semua hewan setipis kertas. Kalo ekor, apalagi. Nggak semua hewan punya ekor. Terus, apa donk? Tauk ah!

Lagi-lagi cumi. Meskipun mahal, namun dia tetap diburu. Ini karena dagingnya enak. Belum isi perutnya. Sulurnya yang mengingatkan kita dengan saudara kembarnya, gurita, juga lezat disantap. Digoreng, diasem, dibakar, dipanggang, dan diapa-apain pasti enak. Ia juga pemikir, filsuf, dan sastrawan. Kata-katanya bernas dan bermakna dalam. Ia juga menginspirasi Ahmad Dani dalam memberi nama salah satu anaknya. Eh, gila loh ya! Itu mah, RUMI, bukan CUMI… Gileeee!!! Kualat lo!!!

Aku pun tersadar, ungkapan “YA IYYALAH CUMI…” ternyata dilontarkan, disebarkan, dan dipropagandakan oleh orang-orang agar kita sadar bahwa ada makhluk Tuhan bernama CUMI. Seperti Popeye yang menggembar-gemborkan BAYAM. Ya, agar kita lebih rajin mengonsumsi sayuran. Nggak cuman hobi makan daging. Banyak kolesterolnya tuh!

Kalau cumi, gimana? Yah, dimakan aja lagi! Ngapain diliatin doank? Makan tuh CUMI…!!! Hewan-hewan laut lainnya juga. Proteinnya tinggi tuh. Bagus untuk otak.

Rekans2 MPers, jangan lupa sebarin ya propaganda “YA IYYALAH CUMI…” ini. Sebab, masa depan cumi, ada di tangan Tuhan! Makasiiii….

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s