Yipppiiii… Dapet Pinjeman Edensor!

Hare gene baru teriak2 happy?! Dapet pinjeman lagi!!! Cuiiih…

Ya gpp lah! Secarraaaa gicuuuu loooohh… *ampe muntah*

Tadi, sebelum kuliah Prancis, Azel, si teenlitist, temen gue anak Malangist, ngasih gue minjem Edensor-nya Andrea Hirata. Dua serial sebelumnya, Laskar Pelangi ama Sang Pemimpi, udah gue lahap abisss. The ngetopest di antara yang dua, menurutku, adalah Sang Pemimpi. Nah, nggak tau dengan novel ketiganya ini. Adakah aku akan berpaling hati dan memperbaiki rank lagi???

Azel, gue tau elo baik hati, tapi kok minjemin gue seeeh??? *maksudnya*

Aku bahagia banget dikelilingi teman-teman HI yang rajin baca buku, termasuk si Azel. Tapi, aku dan Azel, rada-rada punya genre bacaan favorit yang agak berbeda dengan anak-anak HI kebanyakan. Apa itu? FIKSI. Novel, especially!

Terkadang aku agak tersinggung juga ketika ada teman yang ‘sedikit’ mencemooh jenis bacaan kesukaanku itu. Tapi, aku menanggapinya dengan senyum di hidung.

Oke, Kamu berkata begitu karena belum merasakan nikmatnya

*Aku ngomong begitu di dalam hati, tentunya*

Aku nggak bisa bandingin diriku dengan mereka. Okelah, gue ngerti banget ama yang kita inputkan ke kepala, itu pula yang bakal keluar jadi output-nya. Jadi, kalian masukin info-info yang agak ilmiah, ya…itu pula yang nampak dalam bentuk tutur kata, perbuatan, dan pikiran kalian. Karena aku suka fiksi, pola pikirku nggak seilmiah kalian. Tapi, beda ilmiah ama fiksi itu apa sih? *bingung.com*

Ranah ilmiah bisakah dimasuki fiksi? Aku akan jawab: BISA!!! Buktinya, dosenku yang menurutku berada dalam wilayah ilmiah, eh seminggu yang lalu tiba-tiba nyeletukin LASKAR PELANGI. Bahkan, dia merekomendasikan mahasiswa untuk baca novel inspiratif ini. Aku aja yang begitu dosen Asmen (asas2 manajemen) menyebutkan Laskar Pelangi, langsung terkesiap. Aku begitu semangat mendengarkan komentarnya tentang novel best seller itu.

Berikut ini mungkin agak berlebihan. Aku hampir saja menitikkan air mata gara-gara dosenku yang perempuan itu begitu semangatnya memotivasi kami. Ia terus mengeluarkan kata-kata setrumnya dengan berlandas pada Laskar Pelangi. Apalagi ketika salah seorang temanku, Anang, disama-samakan dengan si Andera ‘Ikal’ Hirata. Aku merasa meledak. Semangatku membubung tinggi hingga ke kepala. Aku pun langsung teringat pada tokoh Ibu Muslimah, guru SD-nya Andrea Hirata. Sama-sama berstatus PENGAJAR. Ya, inikah Ibu Muslimah itu? Berdiri di depanku?

Aku akan bercerita tentang Anang, Andrea Hirata-nya kelasku, in the next posting.

Satu lagi manusia inspiratif yang satu ruangan denganku, selain Jamal. Ah, semoga, Anang…

Surabaya, 16:26

Lundi, 17 mar 2008


Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s