Abon Cacing, I Love You

Dulu, pernah aku kena typhus. Badanku bersuhu tinggi, hampir 38 derajat celcius. Andai sebongkah apel dikepitkan di ketiakku, ia pasti akan matang. Menjadi pie apel yang lezat, tapi berbau menyengat sebab keringat.

Duuuh…

Tipes, bikin semua jadi terasa nggak enak. Makan kayak dicekokin pasir. Minum air putih kayak nelen remasan daun pepaya. Pahit. Saat wudlu’ apalagi. Serasa bercanda dengan setrum. Aiiiihhhhh… Segitunya! Ya, emang bener kok! Hagak hobong hue!!!

Sakit. Tempat paling favorit adalah kamar tidur. Istirahat total. Capek tidur, melekan, ambil buku bacaan. Nikmati. Pagi-pagi dipaksa sarapan oleh ibuku. Kalo masih eneg, aku cuman minta teh hangat atau susu hangat. Untung kalo ada roti. Campur selai stroberi atau lelehan susu cokelat, sungguh enak.

Meringkuk di balik selimut. Satu-satunya hal yang bisa aku kerjakan adalah mengingat dosa-dosaku. Mengingat mati. Kalau sudah membayangkan suasana dalam kubur yang suram, kelam, dan menakutkan, aku mencoba berzikir. Siapa tahu bisa mengikis gunung-gunung dosaku.

Sakit pun, aku merasakannya sebagai karunia ALLAH. Ini peringatan dari-Nya. Selama ini aku telah banyak lalai pada-Nya. Aku sengaja diistirahatkan, disakitkan, agar aku ada waktu untuk merenung. Merenungi perjalanan hidupku yang masih banyak berkubang lumpur. Aih, Mahabaik Banged Deh ALLAH!!! Dia CARE banget.

Nah, aku emang manusia superkhilaf. Aku sok sibuk. Belajar dan belajar. Memaksimalkan diri hanya untuk menggapai sesuatu yang semu. Nilai-nilai akademik yang ciamik, sehingga orang-orang memuji sebagai anak yang pintar. Rajin naik masjid, pendiam, tak banyak bicara kalau tidak perlu, dan suka menasehati, biar kesannya: ALIM. Aiiiihhh… Apa pula arti semua itu?

Tapi, ketika tipesku makin menjadi-jadi, ada tawaran spesial dari bibiku. Dia membuatkan abon istimewa yang rasanya seperti abon kebanyakan memang. Lumayan enak tercicip di lidahku yang masih hambar kalau tersentuh apa-apa. Setelah sembuh, aku baru tahu kalau yang aku makan tempo hari itu adalah ABON CACING!!!

Aku pun menanggapinya dengan, SYUKUR ALHAMDULILLAH….

Iklan

6 thoughts on “Abon Cacing, I Love You

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s