Tamat Juga Supernova

Baca habis supernova. Itulah penantian panjangku. Pertama kali dengar nama ‘supernova’ ya, novelnya Dewi ‘Dee’ Lestari itu. Selanjutnya, kata sakti itu aku kenal lebih lanjut dalam buku-buku astronomi yang aku lahap untuk persiapan olimpiade astronomi, waktu SMA.

Tiap kali berkunjung ke Gramedia, Supernova selalu memancing mataku untuk melihatku. Cover hitamnya. Judulnya yang mengandung sejuta tanya. Puteri, Ksatria, dan Bintang Jatuh. Akar. Terakhir, Petir.

Buku pertama, aku baca waktu di Malang. Pinjem dari temen. Aku langsung ber-iya-iyaa, mengangguk: emang sebagus yang dibilang orang-orang! Rumit, njelimet, kusut, tapi asyik, magnetik, dan tentu saja cerdik!

Akar pun begitu. Judulnya yang cuman terdiri dari empat kata, menjawab semua yang diceritakan dalam novel itu. Menyentak. Pasti. Akar ada di penghujung novel itu. Entah, maknanya apa. Yang pasti, aku suka. Apalagi petualangan tokohnya, Bodhi, yang menjelajahi lekuk-lekuk eksotis negara-negara Asia Tenggara. Sungguh, ciamik!

Aku jadi pengen jadi vegetarian… Seperti Dewi Lestari. Mmm… Tapi, bisa nggak ya? Secara, aku masih suka makan sembarangan. Nggak merhatiin gizi. Makanya jadi Q-ZY yang sering diplesetkan oleh temen-temenku jadi Qurang giZY. Padahal itu cuman alamat e-mailku. Terinspirasi dari anak seorang artis. ah, kok jadi ngelantur gini???

Petir. Akar dan Petir, dua-duanya aku pinjem dari temanku, Dian. Anak Jember yang berniat kuat dan berusaha keras untuk masuk Fakultas Kedokteran. Ia merasa tersesat di HI. Sama sepertiku. Hahahaha… Stop! Dian sekarang lagi bimbel intensif buat SMPB bulan Juni – entah Juli nanti. Mohon doanya ya agar dia lulus dan keterima di FK impiannya.

Petir. Novel ketiga Dee ini membuatku serasa disambar petir. Hari ini, aku tidak masuk kuliah. Untuk menyiasati ilmu bualan yang kudapat dari dosen, aku pun melahap habis Petir. Tidak keluar dari kamar belasan jam. Hanya keluar untuk beli gado-gado di warung depan kos. Mandi. Shalat. Baca Petir hingga tertidur. Bangun lagi. Baca Petir lagi. Hingga habis sebelum pukul delapan malam.

Sekarang mau ke warnet buat posting tulisan ini. Seven Thumbs Up 4 Supernova!!!

sumber gambar: rumahbuku.info

Surabaya, 15 Mei 2008

Maaf bagi sekumpulan orang yang telah aku kecewakan…

Iklan

2 thoughts on “Tamat Juga Supernova

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s