Ada Desir di Gramedia

Ough… Inikah yang namanya jatuh cinta? Jatuh cinta pada mbak
penjaga stan alat tulis di Gramedia? Ough… Auwwww….
Breeeetttttt… (maaf, kentut).

Maaf, yang meracau di atas bukanlah diriku, tapi monster cinta yang
ada dalam hatiku. Sementara aku sendiri masih belum paham. Mana cinta
mana suka mana syahwat mana preparat (nilai biologiku gak keren2 amat
euy!)

Well, tapi itulah yang terjadi. Aku merasa ada getar-getar halus saat
mata kami bertatapan. Entah sengaja atau tidak. Saat saya meliriknya,
mbak itu pun sedang melihat ke arah saya. Maka, mata kami bertumbukan.
Kalo diibaratkan, mata mbak itu adalah bumi dan mata saya adalah
bintang jatuh. Maka, jelas sekali dentuman dahsyat itu terjadi.
Ough…

Kejadiannya sendiri pada petang hari, seminggu yang lalu di Gramedia
Delta. Saya berangkat dari kos dengan pikiran kosong dan rasa bosan
yang susah diterjemahkan. Niatnya sih melangkahkan kaki ke Stasiun
Gubeng, menyaksikan hiruk-pikuk, siapa tahu dapet sesuatu. Eh, malah
kakiku belok kiri, nyebrang jalan raya, melintasi jembatan, dan
akhirnya sampailah di Delta.

Tanpa pikir panjang, langsung saya ke Gramedia. Baca-baca
alias ngutil ilmu. Sambil mengedarkan pandangan, sok cool, sekaligus
tepe-tepe alias tebar pe…nyakit. heks…gak dink! tepe is tebar
pesona gitu…

Saya pun mengubek-ubek deretan buku baru, buku laris, dan
ngintip2 isi majalah ter-gress!

Nah, ketika sedang asyik membolak-balik buku-buku Mbak Asma
Nadia, itulah tepatnya mata saya bersirobok dengan mbak penjaga stan
alat tulis yang kebetulan posisinya berdekatan dengan rak buku yang
sedang aku pantengin. Sekilas menatap, aku pun buru-buru sok serius
dengan bacaanku. Satu desir pun mengalir. Ssssssshhhh….

Aku pun ke stan majalah. Bosen. Pindah lagi ke rak bukunya
Mbak Asma Nadia. Masih belum puas dengan La Tahzan for Muslimah-nya.
Kebetulan banget ada tulisan Mbak Novi Khansa‘, salah satu kontakku di
multiply. Penasaran aja pengen baca karyanya. Ambil bukunya dan baca.
Eh, lagi-lagi aku refleks melirik ke mbak itu. Gokilnya, dia juga lagi
melihat ke arahku. Dua desir kembali mengalir…

Aku mulai sok konsen lagi. Baca sambil berdiri. Hingga
tertuntaskan tulisan gokilnya Mbak Dewi Rieka di dalam La Tahzan itu.

Ending sang desir…

Saat aku hendak keluar dari Gramedia karena sudah menjelang
isya dan temanku Yani minta tolong dibelikan makanan, aku pun
lagi-lagi melirik si mbak. Gila!!! Si mbak juga lagi ngeliatin aku.
Berdesirlah hatiku…

Aku pun keluar dari Gramedia dengan hati berbunga-bunga…

Minggu, 15 Juni 2008
Di dalam angkot T2 dari Blauran ke Gubeng Jaya

Iklan

24 thoughts on “Ada Desir di Gramedia

  1. lafatah said: Aku pun keluar dari Gramedia dengan hati berbunga-bunga…

    cieee, judulnya puitis bangets. eit, jangan bangga dulu, sebelum kenalan dan dilanjutkan dengan lamaran. *eh, ada rencana nikah dalam waktu dekat ini kan?* 😀

  2. pecintahujan said: Waah..Jangan2 si mbak nglirik2 terus karena curiga sama kamu kok cuma liat2 doang ga beli buku! Heuheuheu..Just kidding..

    kekna sih begincuuuuuuuu…:-P

  3. tianarief said: cieee, judulnya puitis bangets. eit, jangan bangga dulu, sebelum kenalan dan dilanjutkan dengan lamaran. *eh, ada rencana nikah dalam waktu dekat ini kan?* 😀

    heheheheh…kenalan, lamaran??? masih ijo gini mo nikah? omaegaaaaaaattt… helep miiii!!!masih belom, om.doakan aja yak biar dapet yang terbaik…

  4. linlinqim said: tinggal di follow up tuh mas!!!

    mmmmm…maksudnya??? ^_^duh, emang gile yak jatuh cinta ama mbak2 gitu…monya sih yang sepantaran…tapi, cinta bilang apa?

  5. niwanda said: Cieeeh :). Kok nggak ada manuver berikut?

    biarin aja mbak…biarkan menjadi kilasan kisah indah dalam hidup saya..ciaaaaaaaaaaaaaahhhhh

  6. h4riyono said: y jgn khusnudzon dulu…bisa saja emang ‘desir cinta’ terjadi,tp…bisa juga hanya sbgai alat SPG menarik customer…saya jg pernah gt…

    setubuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh!!!

  7. Ciee….Whatever itu lah tah, mau tu SPG flirting buat narik konsumen ato ga’ yang jelas, reaksi macam itulah yang kini jarang kujumpai….Haruskah dunia ini menjadi kumpulan orang-orang palsu Tah?

  8. maksudmu orang palsu, gimana Din???orang yang tidak menunjukkan dirinya asli, gitu? yang berpura-pura, gitu?hmmm… kalo dalam kasus seperti SPG itu, mereka palsu ato bukan?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s