Kamar Tak Berjendela …

Itulah kamarku di Pare.
Tak berjendela. Jendelanya runtuh. Belum dipasang sampai sekarang. Siang nggak apa-apa. Angin bisa masuk ke kamar. Sejuk berhembus. Tapi, kalo malem, lumayan dingin. Makanya, selimut sangat membantu.

Sebenarnya, aku sudah komplain ama ibu kos. Tapi, beliau malah nyuruh aku pindah ke kamar sebelahnya. Kamar yang lengkap kasur, lemari, meja, dan tentu saja jendelanya. Masih kosong sih. Tapi, aku belum mau pindah. Aneh, kan?

Rencana, nunggu weekend untuk pindah ke kamar baru. Sementara ini aku nikmati aja dulu kamarku yang tanpa jendela. Biar dingin malamnya, biar setan bergerombol masuk menjelang maghrib, dan angin berjibaku memasuki ‘istana’-ku, namun aku tetap saja Fatah yang dulu. Menikmati sesuatu apa adanya. Dikasih lebih…apalagi. Mau banget!!!



*Aku mulai jarang nyentuh laptopku selama di Pare. Lebih enak langsung nulis di warnet, seperti ini. Seperti tidak ada beban dengan tombol DELETE atau BACKSPACE. Ngalir aja…*

Iklan

13 thoughts on “Kamar Tak Berjendela …

  1. jangan kelamaan…ga baik buat anak kost…tar kalo sakit gimana….?hhmmh kalau malam tiba. tutupin dulu aja dengan selembar kain sebagai gordyn..selamat menikmati.. gone with the wind he hehehe

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s