PARE (Padahal Aku Rindu Nulis…) + Jumpa Ponakan Andrea Hirata

Padahal aku pengen nulis. Pengen banget update blog-ku tiap hari. Atau minimal tiga kali seminggu. Pengeeeeeeen… Padahal dari segi waktu, aku punya lumayan banyak. Dari segi energi untuk menulis juga ada. Stok cerita dan ide yang bakal aku tulis pun, sudah nangkring di kepala. Tapi, inikah yang namanya PENGENDAPAN GAGASAN. Tapi, kalo kelamaan ngendapnya juga, namanya apa ya?

Dulu aku bangganya bilang ke kakakku, waktu ditanya kenapa gak pulang liburan ke Lombok.

Saya mau dalemin bahasa Inggris di Pare, sekalian belajar tentang penerbitan buku (kebetulan kakak sepupu jauh punya penerbitan buku di Pare), dan yang pasti tiang bakal punya banyak waktu untuk nulis. Ntar tulisan mo dikirim ke media. Dapet duit. Kan asyik tuh liburan! LIBURAN YANG BERMANFAAT…

Tapi, setelah menjalani hampir satu bulan liburan di Pare, aku dapet apa aja ya?

Makin gila bahasa Inggris?

Nggak juga. Dulu pas awal-awalnya semangat ingin menyamai Jamal, temenku di HI yang bahasa Inggrisnya maknyus puooolll ntu. Aku semangat ngikutin kursus, meskipun 4 kali sehari. Terus, happy bisa berada di English Area, kayak Camp-nya anak-anak Lombok (ada loh!). Pokoke, berusaha semaksimal mungkin cas-cis-cus kalo ketemu temen atau berada di kelas atau di komunitas yang lagi nyerocos dalam bahasanya si Lady Di ntu.

Makin banyak waktu buat baca?

Bolehlah. Bukan membela diri sih. Dalam artian, aku gak ngabisin liburan cuman buat hip-hip-hura-hura duank! Dan, aku pun emang bukan tipe orang yang suka hip-hip-hura-hura. Justru, di Pare, aku juga bisa menyalurkan hobi bacaku. Apalagi teman di kamar sebelah, si Huda – teman SMP+SMA yang juga lagi kursus di Pare – bawa koleksi buku-bukunya. Aku pinjem dari dia. Dan, yang tidak kalah bikin semangat bacaku menggelegak adalah adanya rental buku di Pare, namanya Yahoo! Di sana juga dijual buku-buku dengan kondisi yang lumayanlah dan harga yang pastinya miring-miring. Aku minjem dan beli di situ.

Makin suka keluyuran?

Mungkin ini yang namanya PEMBEBASAN. Kayak orang yang baru keluar dari penjara pengap, tanpa makanan, dan siksaan fisik dan mental (yang bernama Surabaya?). hehehe… Gak dink! Yang pasti, aku seperti mendapat atmosfir baru selama berada di Pare. Aku makin suka keluyuran dengan sepeda onthel-ku. Jalan-jalan melintasi gang-gang, rumah penduduk, tengah sawah, dan sempat pula keliling Desa Tulung Rejo, Pare. Yeah, keliling2 gak jelas. Gak kenal pagi, siang, sore, bahkan malam. Asyik aja. Apalagi sepedaan pagi-pagi, ngirup udara Pare yang masih kental oksigennya. Terus, pulang malam melewati gang yang gelap, banyak rumpun bambu, dan membayangkan sesuatu yang menyeramkan. Cukup menyenangkan. (Sesuatu yang gak bisa aku lakukan selama satu tahun di Surabaya).

Makin sering nulis?

Ini nih yang aku pertanyakan pada diriku sendiri. Rencana awalnya pengen bisa menulis sebanyak-banyaknya selama liburan di Pare. Tapi, yang terjadi apa? Lebih banyak alasan untuk TIDAK MENULIS. Entah capek kursus, ngantuk, masih pengendapan ide, gak ada mood, lebih tertarik denger musik sambil baca ketimbang denger musik sambil nulis, lebih suka ngemil sambil baca ketimbang ngemil sambil nulis, dan beberapa alasan yang ‘gak perlu dituruti kalau pengen jadi penulis beneran.’

Padahal, banyak hal yang pengen aku ceritakan.

Aku pengen cerita tentang hari-hariku bersama sepeda onthel-ku yang kepemilikannya tinggal 6 hari lagi (akan kuperpanjang masa sewanya karena aku akan tinggal di Pare insya Allah sampe tanggal 25 Agustus).

Aku pengen cerita tentang pertemuanku dengan keponakannya Andrea Hirata. Bener-bener surprised! Keponakannya yang bernama Ogi, cewek, itu terjadi waktu aku lagi sarapan (jam 9) di warung. Dia baru lulus STPMD Jogjakarta (kayak IPDN gitu). Padahal aku masih seumuran ama dia. Sama-sama 20 tahun. Di masuk kuliah aja umur 16 tahun, dan so pasti pas acara wisuda, dia dinobatkan sebagai lulusan termuda. Dia palingan ketemu Andrea Hirata waktu lebaran aja. Dan, Ibu Muslimah, yang dalam Laskar Pelangi diceritakan sebagai gurunya Andera, juga adalah guru si Ogi ini. Pertemuan yang tak disangka! Senang aja berkenalan dengan cewek Bangka Belitung yang juga lagi kursus di Access, Pare, itu.

Aku pengen cerita tentang teman-teman sekelasku di Pyramid English Course. Aku pengen mendeskripsikan satu-satu tentang mereka. Mulai dari si Ardi, anak Bima – NTB yang sering jadi bahan lelucon di kelas. Terus, ada si Neni, anak Pontianak yang kusuka Bahasa Melayu-nya dan kalimat bahasa Jawa yang sering dia lontarkan adalah ‘Yok Opo Seh???’. Terus, si lebay Rinda, satu-satunya yang sudah aku tulis dalam satu jurnal, meskipun masih banyak hal darinya yang ingin aku ceritakan. Ada juga si Rani, anak Kuningan, Jawa Barat yang bertampang jutek tapi lumayan (cantik). Ada Dua Fafa (Boy and Girl). Fafaboy, anak Madura yang sering bilang ‘Kurang Ajarong…la..la..la..’ Fafagirl, anak ITS jurusan Sistem Informasi yang manis, pinter, ramah, tapi…udah punya pacara dan konon, udah tunangan. (hiks…) Ada lagi si Aan, anak Sidoarjo yang hobi musik, pengen pergi ke Jepang, punya band, dan baru-baru ini berhasil menggaet si Sufi. Sufi, anak Pasuruan yang lagi sekolah perhotelan di Surabaya, paling cantik di kelas menurut versi orang kebanyakan. Terus, ada Roni yang anaknya lumayan baik dan agak stylish juga, menurutku. Ada Hendri, anak Madiun lulusan Pesantren Darul Ulum Jombang, yang berharap suatu saat nanti bisa bekerja di kapal pesiar. Terus, ada juga si Uswah, cewek yan
g resign di pertengahan kursus karena urusan kuliah yang lebih penting.

Aku juga pengen cerita tentang lika-liku, serba-serbi kehidupanku di Manggala Boarding House bersama enam anak lainnya: Sigit, Shendy, Obi, Solih, Sasongko, dan Huda.

Aku pengen menuliskan hal-hal kecil tapi ngaruh dan inspiratif (menurut versiku) yang aku temui selama berada di Pare.

INTINYA, AKU INGIN MENULISKAN BANYAK HAL.

TAPI, KALAU HANYA SEKADAR INGIN, TENTUNYA TAK BERARTI APA-APA.

KAYAK TAG IKLANNYA SEBUAH MERK ROKOK,

“ TALK LESS, DO MORE”

Manggala Boarding Hous

Sabtu, 9 agustus 2008

Sementara orang-orang di rumah, Lombok sana, lagi hiruk-pikuk menyambut Hari Ultah NWDI. Hiks…udah dua kali aku gak bisa merasakan sensasinya!

Iklan

2 thoughts on “PARE (Padahal Aku Rindu Nulis…) + Jumpa Ponakan Andrea Hirata

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s