Puisi Setengah Tonggak

kubiarkan puisiku
bertabur angin
kibar di angkasa
menyulap kata-kata
jadi bunga
menyulap bait-bait
jadi pelangi

dalam malam ia kutulis
di atas selembar hati
pagi masih kuncup
jadilah ia
siang hati-hati kuberanjak ke tonggak
lalu perlahan memanjat
berkibarlah puisiku

penjuru mengerubungi
ah, sensasi puisi
biar ia sendiri yang alami
aku penyair turun perlahan
menatap dari atas perut bumi

puisiku bergelombang
puisiku bergejolak
puisiku mendayu-dayu
puisiku beranak pinak
puisiku layu
kala matari pudar di senjakala

kutunggu puisiku
runtuh
terbang didera angin
sampai entah
yang nadir.

Lalu Abdul Fatah
=Penikmat Sepiring Puisi=

manggala bh, 22082008


Allah always with us!!!

Iklan

12 thoughts on “Puisi Setengah Tonggak

  1. Mudahan bendera puisinya ga kehujanan.Puisi? Sebenarnya aq ga suka bacanya, soale yang kuliat kebanyakan puisi cinta mulu jambu banget. Trus ada juga puisi yang sulit banget q mengerti…sangat tersirat (benar aja kan tersirat)

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s