Rindu PIHI

Pihi…
Kurindukan engkau
akan menemaniku berjibaku
menantang era globalisasi
perang antarnegara, politik yang penuh intrik, ekonomi yang kacau,
lintas budaya, dan seribu kenikmatan memusingkan lainnya.

PIHI…
Maukah kau berdamai denganku?
Aku sadar aku salah setahun yang lalu
aku tak menghargaimu
aku tak hiraukanmu
bukan tanpa alasan, wahai PIHI
sebab kepalaku masih beku untuk memahamimu
kau tak henti-hentinya membuat kepalaku serasa kapal pecah
sungguh, kau mata kuliah yang kadang beradab kadang juga biadab.

Mengapa kau seseram itu bagiku?
Mengapa?
Aku terus bertanya hingga kenyataan menyadarkanku
mau tak mau aku harus menemuimu lagi.

Hari pertama nanti pun, kaulah yang pertama kali kutemui. Entah
seperti apa jalan kehidupanku
selama menghadapimu
apakah mulus
atau berakhir tragis
sungguh, aku tak tahu.

Namun, sebagai mahasiswa
yang haus akan ilmu pengetahuan
aku ingin sekali bisa
mendalamimu
tak sekadar tahu permukaan saja
yang tak sekadar membaca jurnal, hapal, lalu keluar lagi diam-diam
aku tak berharap seperti itu
apalagi aku juga ingin meningkatkan prestasiku
minimal IPK 3,5

Ya Allah Yang Maha Mendengar
Yang Maha Melihat
Yang Maha Mengetahui SegalaNya
kutuliskan puisiku ini
tentang PIHI, khususnya
agar Kau kabulkan pintaku
mudahkanlah aku dalam mempelajari PIHI dan ilmu-ilmu lainnya di HI
hingga aku menjadi orang nanti
serta yang paling penting lagi
kuingin ilmu PIHI-ku ini
bisa bermanfaat tak hanya bagiku pribadi
tapi juga untuk sesama
untuk dunia

amiiin…

Lalu Abdul Fatah
“Perindu PIHI”
070710428

PIHI : Pengantar Ilmu Hubungan Internasional (mata kuliah paling dasar
di HI Unair)


Allah always with us!!!

Iklan

10 thoughts on “Rindu PIHI

  1. Hahaha….jadi inget! Dulu dosen PIHI (gw bilangnya PHI) Juwono Sudarsono. Ya ampyuuun, beliau itu kalo ngomong bikin orang ngantuuuuuk. Untung suka berbaik hati, materi kuliah dibagikan gratis, terus suka mbeliin teh botol juga buat seisi kelas. Mungkin dia tahu mata kita udah pada merem-merem nggak karuan! Tapi baru sekarang ada anak HI yang mendedikasikan sebuah puisi untuk mata kuliah ini! Kocak banget sih dirimu! Mungkin seharusnya kamu belok sedikit ke fakultas sastra hahaha. Dulu ada juga teman HI yang akhirnya malah lebih eksis di fakultas sastra. Bahkan ada adik kelas yang sekarang jadi wartawan majalah musik, setiap kali ngambil IP, dia selalu nyanyi-nyanyi “I don’t belong here….” dengan wajah memelas. Waaah…thanks ya, jadi bisa ikut bernostalgia nih!

  2. @mbak ci: asyik! Yg ngajar mbk tu bukanx pak menteri (dlm negeri) y klo gk slh? :=>hiyup, bnyak jg tmen yg blg, sy co2knya msuk sastra. Tpi, ntah knpa sy bisa tersesat di HI.Ternyata, gt y hdup itu. Terlalu Banyak pilihan menggiurkan.Mari mbak, nostalgila!!! Ato kpn2 ikut msuk di kelas PIHI sm sya. Ajarin dunkz!

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s