Makmum yang Sembunyi di Rumpun Padi

Begini nih jadinya kalo hobi masbuk. Shalat jamaah pun sering telat.
Baru dateng pas imam udah dua rakaat. Duh, Fatah kecil… Fatah
kecil…
*padahal Fatah besar pun kadang2 masih suka masbuk*

Salah satu cara agar bisa masbuk adalah…tentu saja dateng telat ke
musholla, langgar, atau masjid. Karena kebetulan dulu saya mengaji di
musholla, shalat maghrib dan isya pun kudu di sana. Jaraknya dengan
rumah cukupan lah. Gak sampe seratus tombak, kok.

Ketika itu, petang menabuh kelamnya. Matahari telah ia sekap di gudang
langit. Burung2 pulang ke sarang, melepas lelah. Rumah2 penduduk telah
menyala. Jalanan juga sudah diterangi lampu merkuri.

Dua anak manusia sedang berjalan menyusuri jalan *ya iyyalah, masak
menyusuri kuburan. Kurang kerjaan banget petang2 kek gitu*
Dua anak manusia ini termasuk saya. Kami adalah anak2 pengajian
Musholla Abu Bakar. Sebuah musholla kecil yang berada di samping rumah
Gubernur NTB sekarang, Tuan Guru Bajang.

Saat kami sedang berjalan itulah, tiba2 kami melihat Amaq Ucin, guru
ngaji kami, juga sedang berjalan di kejauhan. Beliau datang dari arah
selatan, kami timur.

Apatah yang terbersit di kepala kami saat itu? Ya! Jangan sampai
beliau melihat kami. Jangan sampai beliau menggiring kami agar ke
musholla bersamanya. Jangan sampai. Kami masih muda. Masih suka main2.
Masih suka bernakal sikap.

Untuk itu, dalam rangka menghindari ‘kejaran’ mata Amaq Ucin, kami pun
langsung berinisiatif. Ngapain? Sembunyi di rumpun padi. Kebetulan di
pinggir jalan, lagi ada sawah yang baru saja selesai dipanen padinya.
Alhasil, kami segera menyibakkan rumpun padi yang kuning menua dan
kering tersebut. Sembunyilah kami di antaranya.

Kami mengendap-endap. Mata kami terus awas. Menunggu sampai Amaq Ucin
lewat. Setelah beliau berlalu, kami pun keluar dari rerumpun padi.
Menuju musholla. Menjadi makmum shalat maghrib yang masbuk. Tak
berharap telinga kami dijewer. Biar Tuhan saja yang ‘menjewer’ kami.

😀


Allah always with us!!!

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s