[Catatan Mudik] : KENTUT : POST FASTING SYMPTOM

Sejak lebaran, perutku seringkali tidak sabaran. Kentut, kentut, dan
kentut jadi peneman keseharian. Yap! Seminggu setelah lebaran sudah
berlalu. Semingguan itu pula perutku meronta, mengentut, mencemari
udara sekitar, bertalu-talu.

Inikah yg disebut “gejala kurang ajar setelah puasa”? Aku bertanya dan
terus bertanya *sambil tak lupa…kentut*

Aku juga agak heran sedikit. Kenapa aku makin sering berkentut setelah
puasa sayonara pada kita. Tapi, aku juga menemukan alasan logis.
Kentut2ku ini pasti disebabkan oleh makanan2 yg digiling dalam
perutku. Mereka menghasilkan gas2 ‘kurang rasa’ yg terakumulasi, lalu
mendobrak paksa, dan keluarlah ‘mercon2 cinta yg harum menerjang
hidung dan telinga’. Sungguh! Logis gak?

Penyebab yg paling kentara, yg membedakan kondisi perutku setelah dan
sebelum lebaran, tentu saja…makanan. Aku menjadi lebih kalaf dan
‘khilaf’ dalam menyantaf makanan. Apalagi yg namanya anak mudik yg
pengalaman ngekosnya cukup memprihatinkan dalam hal makanan. Begitu
pulang, kesempatan makan banyak terbuka lebar, maka kesempatan pun tak
ingin aku lewatkan. PENGGEMUKAN!!! Istilah yg tepat untuk
menggambarkan my desire. ^_^

Secara, fisikku tergolong Q-ZY alias Qurang giZY. Makanya, siapa pun
yg melihatku pasti langsung iba. Ajakan untuk makan yg banyak pun
seringkali terlontar. Suruhan untuk makan malam yg banyak sebelum
tidur pun tak henti2nya bergulir. Titah untuk minum susu juga. Duh,
betapa terharunya aku atas perhatian dan keprihatinan yg ditunjukkan
oleh orang2 ini (keluargaku, khususnya). Aku bahagia… 🙂

Dan, aku berharap gejala aneh bernama kentut ini bisa terhentikan. At
least, siklus pencernaanku kembali normal. Apalagi sebagai mahasiswa,
sebagai kakak dari tiga adik, dan sebagai calon penulis, aku harus
bisa menjaga sikap dan perasaan orang2 di sekitarku. Agar kentut tak
lagi mendera. Agar kentut tak lagi menjadi alasan dijitaknya aku oleh
mereka. So, rajin2lah menabung!

Pancor, 8 Oktober 2008

Hari ini Lebaran Topat!


Allah always with us!!!

Iklan

2 thoughts on “[Catatan Mudik] : KENTUT : POST FASTING SYMPTOM

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s