[Catatan Mudik] : Musholla Al-Fatah

Sambil nongkrong di meja depan kantor Depag Lotim, saya menulis jurnal
ini. Lagi-lagi via hp tentunya. Pergi ke warnet, takutnya lelet. Jadi,
hampir 2 minggu saya di rumah, ngupdate blog ini hanya melalui koneksi
gprs hp, pake email.

Mumpung saya masih di rumah, kenangan demi kenangan berputar di kepala
saya. Rumah yg baru memberikan memori seumur jagung sebab baru setahun
kami tempati. Rumah yg lama, pastinya lebih banyak memori yg berputar
di kepala saya, tentangnya.

Kemarin, saya ke rumah yg lama lagi. Kebetulan berdekatan dgn rumah
kami yg lain yg saat ini sedang akan dikontrakkan. Bersih2 di sana.
Nyapu2. Siapa tahu ada orang yg tertarik untuk menyewanya segera.
Amiiin…

Nah, di samping belakang rumah lama dan rumah yg mau dikontrakkan ini,
terdapatlah sebuah musholla. Bernama Musholla Al-Fatah, yg diambil
dari nama belakang saya. Musholla ini dibangun pada tahun saya lahir,
yaitu 1988. Merupakan sebuah kebanggaan sebab nama saya di’abadi’kan
di musholla yg berada di dekat sungai kecil itu.

Dulu, masa kecil saya bisa dikatakan dekat dengan musholla milik
keluarga ini. Kami, selain menjadikannya tempat shalat berjamaah dan
mengaji bersama anak2 tetangga, juga tiap tahun menjadikan musholla
ini sebagai pusat shalat ied. Jamaah yang tertampung cukup untuk satu
kampung. Pas iedul fitri dan iedul adha-lah, Musholla Al-Fatah ini
menunjukkan denyut paling besarnya.

Di musholla ini pula, banyak penggalan kenangan yg tercipta. Saya
memasihkan bacaan Qur’an di sini. Saya menjadikan selasar musholla ini
sebagai ‘lahan’ bermain basket. Di sini pula saya mengasah kemampuan
mengajar ngaji anak2 yg lebih muda. Belajar jadi ustadz… 🙂

Itu dulu. Menjelang kelulusan SMA, saya makin sering dilobi oleh Amaq
Samiun, ustadz senior. Saya diminta agar kuliah di Pancor saja. Agar
bisa tetap mengajar anak ngaji di musholla. Tapi, demi cita2, saya
berkeras hati untuk keluar daerah saja. Musholla Al-Fatah pun akhirnya
saya tinggalkan di bulan Agustus 2006.


Allah always with us!!!

Iklan

13 thoughts on “[Catatan Mudik] : Musholla Al-Fatah

  1. Tidak ada, mbak. Anak2 kecil pengisi musholla juga satu per satu tumbuh remaja, hilang dari musholla. Yg dulunya remaja (seperti saya), juga udah banyak keluar daerah. Makanya, pengganti…cari di mana?Sy blik minggu pagi. Mbak langsung ke ponorogo?

  2. lafatah said: Sy blik minggu pagi. Mbak langsung ke ponorogo?

    Insyaallah langsung… tapi kalau mo kopdar bisa ketemu dibandara. aku sekalian istirahat sambil makan malam disana. aku nyantai kok, cuma ama adik ku aja. bawaan juga gak banyak.:)

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s