Vivian Idris, Cantik Sih, Tapi…

Bikin aku kagum. Penasaran juga. Apalagi keliatannya dia cerdas. Gaya
bertuturnya menunjukkan kelasnya. Ngebayangin dia…*censored*

Tapi, dia udah jadi ibu2 gitu. Beda aja waktu ngeliat di foto ama
aslinya. Di foto yang terpampang di booklet, dia kayak ABG gaul. Pake
kacamata gede bergaya retro. Yeah, standar primary foto di FS lah.
Tapi, setelah ketemu langsung tadi, aura ibu2 sedikit memancar. Tapi,
tetep cantik, anggun, dan terlihat cerdas kok! Apalagi dia kan salah
satu penulis cerita dalam film Perempuan Punya Cerita, selain Melissa
Karim. So, aura the smart juga memancar.

Oya, tadi siang aku emang ngikutin acara Diskusi Bersama plus
Pemutaran Film “Perempuan Punya Cerita”. Sebuah film omnibus (film
yang menggabungkan beberapa film pendek berbeda, tapi dengan tema
besar yang sama). Nah, film yang sempat diputar di bioskop, lalu
ditarik ini *kalo gak salah* emang memunculkan banyak adegan
*ehemmm…* Dan, *beruntungnya* kami bisa ngeliat filmnya full
uncensored gitu. Gak heran juga sih jika di akhir acara, Titie Said
dari Lembaga Sensor Film Indonesia menunjukkan bagian2 adegan dan
dialog di film ini yang dipotong.

Diskusi pun bergulir. Pertanyaan muncul. Sisi vulgar, sarkastik,
amoral, dan seksualitas di film ini seberapa jauh sih? Dan, sekali
lagi, subjektivitas LSF juga dipertanyakan. Selain itu, masalah
pendidikan seks di sekolah dan lewat media film juga diangkat. UU Anti
Pornografi juga disentil.

Terlepas dari debat antarpembicara juga peserta, aku sih satu saja :
Vivian Idris dan empat sutradara yang membuat film ini adalah para
perempuan. Pemikiran feminis jelas2 terbaca di dalam mereka ini. Bahwa
kaum perempuan itu kaum yang lemah, dijadikan kelas kedua, selalu
tertindas oleh dominasi laki-laki. Begitu…

Kenapa mereka tidak mengangkat kisah sukses para perempuan saja?
Kenapa mereka gak bikin film yang bisa ngangkat harkat dan martabat
kaum perempuan saja? Kenapa harus ‘berlemah-lemah’ lewat film? Kenapa,
wahai kaum feminis?


Allah always with us!!!

Iklan

18 thoughts on “Vivian Idris, Cantik Sih, Tapi…

  1. mereka mungkin tau, pernah dengar sekilas dua kilas, tapi ya…masih tutup mata tutup telinga gitu…yeah…moga sumday mereka mengerti!!! paham… amiiin…

  2. nanti kalo bikin film tentang perempuan sukses doang, terus ditanya lagi, “Di luar sana masih banyak perempuan yang tertindas. Kalian nggak tertarik untuk mengangkat kisah mereka, supaya penonton melek masih banyak ketidakadilan di sekitar kita?”untuk mendidik penonton ada banyak cara, dan mungkin mereka memilih cara yang ini, begitu bung Fatah 🙂

  3. bruziati said: nanti kalo bikin film tentang perempuan sukses doang, terus ditanya lagi, “Di luar sana masih banyak perempuan yang tertindas. Kalian nggak tertarik untuk mengangkat kisah mereka, supaya penonton melek masih banyak ketidakadilan di sekitar kita?”untuk mendidik penonton ada banyak cara, dan mungkin mereka memilih cara yang ini, begitu bung Fatah 🙂

    yups!!! di satu sisi, saya setuju juga. Sebab, Vivian sendiri mengaku sengaja membuat film dengan adegan2 yang bikin ‘meringis’ penonton sebab dia pengen bikin penonton ‘shock’, jijay, lalu berbuat sesuatu. Salut juga sih!Tapi, it will be better if it’s balanced!

  4. yaaa kan selama ini yang di expose di media massa itu kisah2 sukses kayak mimpi..padahal 99% perempuan itu masih tertindas dan hidupnya menderita. kenapa nggak ada yang mau bahas soal perempuan tertindas sebelumnya? karena mereka takut itu nggak bisa dijual, karena resep film mereka masih sistem hollywood yang menjual mimpi dan dongeng.kalau memang kamu terganggu dengan kisah di perempuan punya cerita, berarti kamu memang masih sangat patriaki, yang nggak bisa melihat kenyataan bahwa: perempuan itu hampir semuanya tertindas!

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s