Musuh Terbesar Saya

Musuh terbesar saya adalah pikiran saya!

Dia seringkali datang menakut-nakuti. Dia membisikkan pada saya agar
berbohong. Dia mengajak saya untuk bolos. Dia menggiring saya untuk
selalu berprasangka negatif. Dia jarang mencerahkan. Sering
mengelabui, menghalang-halangi, menarik, dan mengikat saya.

Andai saya punya musuh berupa sosok nyata, maka ketakutan saya padanya
lebih dikarenakan ketakutan yang dibentuk oleh pikiran saya sendiri.
Sebesar apapun musuh di hadapan saya, jika pikiran saya tidak takut,
maka akan saya hadapi saja. Apakah ini berarti, pikiran perlu
ditiadakan agar rasa takut dan rasa-rasa negatif lainnya bisa
tersingkirkan dari kepala kita?

Tidak! Tentu saja tidak! Pikiran pastinya tetap kita butuhkan. Untuk
menghalau rasa takut, membunuh musuh terbesar, kita juga menggunakan
pikiran. Untuk bisa bertahan hidup, kita memakai pikiran. Untuk
membahagiakan diri, kita juga memanfaatkan pikiran. Untuk menulis
tulisan ini pun, dengan pikiran. Tak salah jika PIKIRAN-lah yang
membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. (btw, pikiran itu sama
gak ya dengan akal?)

Hmmm… Ini sekadar uneg-uneg saya saja. Pikiran saya lah yang
mengajak saya untuk membuat tulisan tentang pikiran ini.

Semoga kita menjadi bagian dari kaum yang berpikir. Amiiin…


Allah always with us!!!

Iklan

25 thoughts on “Musuh Terbesar Saya

  1. Eh2 Fatah, tahu nggak, kalau tokoh2 yang sukses biasanya melakukan tindakan2 yang agak2 “belok2” dikit.Sekali2 “belok” nggak apa2 atuhhh… buat dapat hikmah… hehehhehe

  2. jadi inget pelem Matrix..semua itu hanya ‘rekayasa’ pikiran..jadi kalo berpikir gak bisa ya ga bakal bisa..dan kekuatan pikiran paling hebat adalah milik Neo..jadi, ayo terbaaaaaanggggggg!!!!!!!!

  3. ninamulhadi said: Wah, bagus tuh kalo kita menyadari bahwa pikiran adalah musuh terbesar…So, kita berhati-hati dengannya…Tapi, alangkah baiknya kalau kita bisa menjadikannya partner…

    dualisme! that’s the point!

  4. sikrit said: betul smua tingkah kita bermula dari pikirn, jadi kudu ekstra hati hatiiii bangett..

    berpikir sebelum bertindak, agar kita tidak terjebak, biar diri ini bijak. hmmm…

  5. pikanisa said: Eh2 Fatah, tahu nggak, kalau tokoh2 yang sukses biasanya melakukan tindakan2 yang agak2 “belok2” dikit.Sekali2 “belok” nggak apa2 atuhhh… buat dapat hikmah… hehehhehe

    tokoh besar??? siapa???saya sih terkadang mikir begitu. nggak apa2 salah, itu wajar. tap, justru kita akan belajar banyak dari situ… right?

  6. carrotsoup said: jadi inget pelem Matrix..semua itu hanya ‘rekayasa’ pikiran..jadi kalo berpikir gak bisa ya ga bakal bisa..dan kekuatan pikiran paling hebat adalah milik Neo..jadi, ayo terbaaaaaanggggggg!!!!!!!!

    terbang??? hayooooooosaya mauuuuuuuuuuu!!! terbang ke mana, tapi??? hehehe

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s