Karya Beraroma Kamboja

Sebab Mati Tak Perlu Ditakuti!

Entah mengapa saya berani menuliskan ini. Padahal sebelumnya saya
selalu berusaha menghalau diri saya untuk tidak bercerita tentang
kematian.

Saya sendiri, jujur, terkadang takut mati. Bukan terkadang, malah
sering. Sebab, menilik kehidupan saya hingga saat ini, banyak kebaikan
yang belum saya lakukan. Dosa lebih banyak lagi. Malu pada Allah,
pasti. Takut pada kematian, lebih pasti lagi. Apa yang mau saya bawa
ke alam kubur nanti?

Tapi, saya jauh lebih heran lagi. Baru-baru ini saya menyadari bahwa
ternyata karya-karya banyak yang beraroma maut. Puisi-puisi saya wangi
kamboja. Cerpen-cerpen saya semerbak kematian. Malah saya suka
bereksperimen dalam cerita dengan hal-hal yang berhubungan dengan
kematian.

Efek ibu saya yang telah meninggal? Hmmm…bisa jadi! Sebab, saya
masih ingat betul bagaimana diary saya tercoreti oleh bait-bait puisi
yang bernapas muram, alias kematian. Hingga saat ini pun, entah
mengapa, saya merasa lebih gampang menyiratkan denyut kematian lewat
puisi-puisi. Padahal saya sendiri, seperti manusia normal lainnya,
takut pada mati.

Begitu pula dengan cerpen-cerpen saya. Apakah saya terobsesi pada buku
bergambar mengenai siksa neraka dan nikmat surga yang dulu saya
temukan di loteng rumah? Apakah karena saya membayangkan betul
kematian kakek saya (saat saya kelas 4 Madrasah); kematian guru Bahasa
Indonesia saya, Pak Gaspar (waktu saya kelas 3 SMP); kematian ibu saya
(saat saya kelas 2 SMA); kematian Amaq Abun, kerabat (tahun 2006);
serta kematian nenek saya (10 bulan yang lalu). Entahlah! Yang pasti,
tangan saya lebih gampang menorehkan kata-kata beraroma maut lewat
karya-karya saya.

Apalagi saya juga suka menghubung-hubungkan sesuatu dengan kematian.
Makanya, sudah banyak postingan yang gagal saya bikin, gara-gara jika
ada sangkut-pautnya dengan saya dan kematian.

Tapi… Mengapa ya saya berani menuliskan kalimat pertama di awal tulisan ini?

Wallahu a’lam bish shawwab…


Allah always with us!!!

Iklan

2 thoughts on “Karya Beraroma Kamboja

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s