Sisa Cerita di Awal 2009

Balik lagi ke Surabaya setelah melewatkan empat hariku di Malang.

Beberapa momen terkait tahun baru juga ada.

Tadi malam, pukul setengah delapn, sembari menunggu detik-detik pergantian tahun masehi, aku dan keempat temanku (Vina, Roni, Mutia, dan Iqbal) berkumpul di Surabi Imut. Sambil menikmati serabi aneka rasa dan yoghurt dingin, kami berbincang banyak hal. Mulai dari kuliah, kegiatan sehari-hari, rencana pulang kampung, dan gossip-gosip seputar kawan-kawan kami.

Dengan tiga motor, kami pun kembali menyusuri jalanan di Kota Malang yang ramai, macet oleh kendaraan dan orang-orang yang tumpah ruah di jalanan. Ya, mereka sedang menanti pukul 00.00. Bersiap untuk meniup terompet dan menyalakan kembang api yang kami (berlima), tak ingin ‘sibuk’ seperti khalayak. Kami hanya ingin bertemu, berkumpul, makan-makan, ngobrol, dan pulang.

Dari Surabi Imut, kami menuju Sawojajar. Makan jagung bakar. Ya, masing-masing pesen satu doang. Ada siomay dan mie ayam di situ. Tapi, kami kompakan untuk memilih jagung bakar. Sebagai anak Lombok (halah), sensasi pedaslah yang kami pilih. Maklum, cuaca Malang yang dingin seakan ‘memaksa’ kami untuk makan sesuatu yang hangat. Obrolan yang hangat pun kami lanjutkan. Kedodolan dan kegarutan pun berhamburan dari mulut kami. Bumbu haha-hihi makin nggilani (menggila).

Vina dan Mutia tidak diizinkan pulang lewat pukul sebelas. Jadinya, setengah sebelas, kami pun pulang. Setelah Mutia, aku dan Roni mengantar Vina ke kosnya. Malang! Setiap ruas jalan yang menuju kosnya Vina telah diturunkan palangnya. Kami benar-benar keliling untuk mencari jalan alternatif. Tetap saja, semuanya telah dipalang. Satpamnya entah di mana. Benar-benar lingkungan perumahan yang teladan!

Tapi, di palang terakhir, Roni berinisiatif untuk men’jeblos’kan motornya Vina (aku yang memakainya bersama Mutia, Roni boncengan dengan Vina dengan motornya Roni, dan Iqbal sendiri) agar bisa lewat ke jalan yang menuju kosannya. Kebetulan ada celah yang berbatasan antara palang dengan tempat sampah dari beton. Aku sendiri sanksi bisa berhasil melewatkan motor si Vina. Lalu, menyarankan agar motornya dibawa saja ke kosannya si Roni, besok paginya dibalikin. Tapi, si Roni bersikeras. Dan, berhasil! Meski memakan tenaga karena perlu mengangkat kepala motor dan aku menuntut bokong motor itu dari belakang. Pake trik! Halah…

Balik ke kosnya Roni, shalat isya, kami pun keluar lagi. Ingin mencari makan (nasi atau mie). Kami mengajak Wiwit, temannya si Roni. Mampir di warung mie rebus, gerimis kembali tertabur. Setengah jam lagi bakal memasuki tahun 2009. Kami lahap saja. Gerimis di luar. Niatnya, sekalian menonton pesta kembang api di langit Kota Malang.

Pas! Jam dua belas, kami pun keluar dari warung tersebut. Berteman gerimis yang tak lampau merisihkan, kami pun berjalan kaki ke Malang Town Square. Sebelumnya, di langit sebelah selatan, tampak kembang api menghiasi gelapnya langit Malang yang suram. Sepertinya dari sekitaran Hugo’s Café di Dieng. Lalu, pandangan kami mengarah ke utara, kembang api juga. Kemungkinan besar dari ruas jalan Soekarno-Hatta, depan Universitas Brawijaya. Kami pun memilih berjalan ke timur, ada Matos di situ. Dan, tadi saat pulang makan jagung bakar, kami lewat sana, ada pagelaran musik. Musik ajeb-ajeb!

Gerimis makin menjadi. Kami sempat berteduh di bawah pohon. Apalagi sandalku, dari Surabaya sudah agak getas talinya. Jalanku pun menyeret. Nggak nyaman.

Sebelum sampai Matos, kilauan kembang api juga mengambang di langit. Sebentar, lalu musnah. Mendekati Matos, musik ajeb-ajeb terdengar. Kami bertiga (aku, Roni, dan Wiwit) tertarik ke sana. Ikut ajeb-ajeb? Owlala…tidaklah! Kami tidak pede untuk itu. Tak punya pengalaman pula dengan kehidupan ala klab malam yang didominasi oleh musik-musik DJ. Kami hanya ingin melihat, seperti apa.

Dan…

Lelaki dan wanita campur baur di depan Terrace Café di Matos. Lampu Matos sudah gelap, tapi tidak dengan café tersebut. Sound yang menggelegar, musik DJ yang bikin kepala angguk-angguk geleng-geleng, dan lampu warna-warni yang berganti-ganti khas night club, terpampang di depan kami.

Benar. Cuma ingin melihat saja. Tak ada niat bergabung. Tak pede kami. Hanya berkatok, sandal hampir putus, berjaket biasa, dan bertubuh tak lentur, apalah yang bisa aku ajeb-ajebkan. Hahaha…

Kami pun pulang. Roni, secara telat, membeli terompet. Padahal momen tahun baru sudah lewat, penjualnya tak mau menurunkan harga.

Lalu, apakah yang tersisa??? Aku juga masih bertanya. Awam sekali diri ini. Benar-benar bengak (istilahnya Bang Yudi). Hmmm…

Iklan

11 thoughts on “Sisa Cerita di Awal 2009

  1. wuehehehe…justru kalo misalnya ada TV di kosan temen itu, mungkin malas keluar juga.tapi serulah!bisa kumpul dengan teman-teman tersayang. kapan lagi? momen setahun sekali 🙂

  2. abugibran said: Kayaknya seru ya pengalaman taun baruannya. inget waktu masih muda:)he he he, sok udah tua aja nih 😀

    iya donk!dibawa seru aja. hehehe… emang umurnya berapaan ampe ngerasaw tuwir? wkwkkw

  3. haddddooooohhhh FATAH……taon baru u g kerumah, cz klo u kerumah u bisa makan jagung bakar sepuas loe dah….n klo mo ke balaikota liat kembang api tinggal jalan kaki saja, enak to….u seh g mw kerumah dari awal2….sebuah kesempatan yg sangat disayangkan sekali,padahal q dah berniat beliin u keripik tempe khas Malang,g jadi deh,hahahahaha…..laen waktu daaaaaaahh….ntah kapan

  4. gilaaaaa….baik banget lu!tumben2 ya? hehhehe…nggak dink!tapi thank banget loh! waktu itu aku kok rasanya males buat keluar dari kosan temenku. emang keluar, tapi itu pun maen ke kampusnya di Unmuh. udah itu jalan2 sekitar situ doang. cuma ketemu2 ama temen SMA-ku.padahal…aku telah melewatkan rezeki yang keren!hahaha…yups, lain kali aja bro!makasih atas niatmu yang mulia itu 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s