Lagi-lagi Arif

Sudah ada beberapa tulisanku di blog ini mengenai Arif, adik bungsuku.
Kali ini aku ingin menambahkan satu tulisan lagi yang terinspirasi
dari dia.

Sore tadi, aku, Bapak, dan Kak Omi berbincang-bincang di ruan tamu.
Aku baru saja melepas kepulangan dua temanku, Marina dan Wati.
Sementara Bapak dan Kak Omi telah asyik dalam sebuah obrolan. Aku pun
ikut nimbrung.

Ternyata mereka sedang ngobrolin pendidikan adik-adikku. Tentang ke
mana mereka (Oki, Ofah, dan Arif) kelak melanjutkan sekolah mereka.
Kalo Oki, insya Allah akan ngikutin jejakku masuk UNAIR (semoga!).
Alasannya, biar ada yang ngawasin dan bimbing belajarnya. Sementara
Ofah, satu2nya adik perempuanku, kemungkinan di MAN 2 Mataram ato SMAN
1 Mataram. Lalu, si bungsu, Arif, perjalanannya masih panjang.
Soalnya, sekarang saja dia masih duduk di bangku kelas 1 MTsN Selong.

Di tengah pembicaraan, Kak Om bilang kalau Arif pernah ngungkapin
perasaannya. Si bungsu ini ngomong mengenai masa depan pendidikannya.
Ia bercita-cita kuliah di Tanah Jawa, paling tidak, sama sepertiku.
Alasannya: BIAR GAK SERING-SERING MINTA UANG JAJAN!

Dia bercermin pada kami, kakak-kakaknya. Dia membandingkan aku dengan
saudara-saudaraku yang lain. Aku yang kuliah di tempat jauh, punya
jatah duit yang lebih sedikit dibandingkan kakak-kakakku yang stay di
Lombok. Kakakku yang kuliah di Mataram, saban minggu pulang ke rumah
untuk minta jatah. Aku yang pas libur semester aja baru bisa pulang,
dijatah duit yang lebih sedikit (tapi aku bisa mencukupkan diri).

Arif bercermin di situ bahwa kalau seseorang dekat terus dengan orang
tua, maka dia jarang bisa mandiri. Memikirkan dan melakukan segala
sesuatunya seorang diri. Bagaimana bisa survive di kala jauh dari
keluarga.

Arif memikirkan itu! Dan dia melihat ke aku juga. Dia berpikir,
jikalau kita jauh dari ortu, minimal kita bisa berbuat sesuatu yang
menunjukkan kemandirian kita. Minimal kita gak terus2an minta uang
jajan. Minimal kita belajar mandiri, berdikari.

Arif, Kak Atah terharu!

Iklan

11 thoughts on “Lagi-lagi Arif

  1. Kalo pas kepepet, ide nulis n masukin di media makin gencar. Ikut nulis juga kalo dapet tawaran proyek dari kakak tingkat. Nah, Kalo lagi ‘subur’ biasanya berleha-leha.Ahahaha

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s