Kamu Bakal Jadi Adikku Paling Kecil???

Hai bayi!
Gimana kabarmu di situ? Gelapkah yang namanya rahim ibu? Atau justru
terang karena nyala lampu benderang yang dibawa malaikat? Aku sih
berharap kamu baik-baik saja.

Oya, kamu tau kan kalo kamu bakal jadi adikku yang paling bontot? Tau
kan kalo statusmu adalah ‘adik tiri’? Sebelum mengusik keberadaanmu
lebih jauh, aku tanya. Maukah kau muncul di dunia? Atau pengin
berdiamtapa di dalam rahim ibumu alias ibu tiriku? Nanti saja ya
dijawab setelah kamu lahir. Hmmm…tak lama lagi kalau begitu. Aku
jadi tak sabaran.

Calon adikku, apakah kau pikir semua kami senang menerima kehadiranmu?
Ops…jangan khawatir! Aku pribadi sih welcome saja. Tapi, aku agak
khawatir kalau saudaraku yang lain tak mau menerimamu. Hingga detik
ini, sepengamatanku, hanya 2 kakakku saja yang masih belum ikhlas.
Boro2 ikhlas karena kamu bakal nongol. Nerima ibu baru kami pun,
seperti kedua kakakku itu belum bisa.

So, jangan senang dulu, lil bro! Perjuanganmu sepertinya akan panjang
untuk meyakinkan kami bahwa KAU DITERIMA. Juga ibumu itu akan terus
berjuang meyakinkan orang2 sekitar bahwa dia memang ibu yang baik. Ibu
yang takkan mengubah kebaikannya selama ini pada kami, anak2 tirinya,
hanya gara2 kemunculanmu di tengah2 kami. Berjanjilah, lil bro! Kau
takkan merebut perhatian ibu, terlebih bapak kita. Itu menjadi satu
syarat tak tertulis agar kau bisa kami terima dengan sukacita.

Halo, lil bro? Kamu menyimak aku ya menulis ini? Mungkin malaikat yang
membisikkannya padamu. Ah, jangan takut dong! Ini sekadar uneg2ku
belaka. Gampang saja bagi ALLAH untuk membalikkan hatiku: dari tidak
rela sekarang menjadi suka nantinya setelah kau lahir. Ops…aku sih
rela! Namun, agak khawatir. Hehehe… *kau ikut tertawa tidak ya?*

Wahai adik kecil kami…
Aku kok jadi ingat cerita dalam buku The Suitcase Kid ya? Agak mirip2
sih kejadian yang aku alami dengan si Andy, tokoh kecil di buku
bersampul pink itu. Tau gak? Si Andy itu benci banget ama perut ibu
tirinya yang makin membuncit?

Kalo aku? Ah

Iklan

20 thoughts on “Kamu Bakal Jadi Adikku Paling Kecil???

  1. hehehhe, apapun ituh…calon adikmu itu sudah akan menjadi adikmu, dan kamu bukan akan menjadi saudara tiri, karena kamu berdua berasal dari 1 bapak. jadi belajarlah ikhlas…….

  2. …. Ntah aku bisa bilang begini atau tidak kalo di posisi Fatah”Bagaimanapun dia yang sebentar lagi menghidup udara dunia, tidak tahu apa-apa. Jikapun kita tidak bisa menyayanginya, jangan membencinya.”Maap kalo ada yang gak berkenan.

  3. @Cek Yan: hehe…saya gak tersinggung kok! Justru dgn menuliskannya di sini dan mendapat ragam tanggapan dari temen2, saya akan berpikir ulang dan ujung2nya bersyukur ALHAMDULILLAH… What a wonderful life! Apalagi dgn kehadirannya nanti. Insya ALLAH

  4. wajar kok, tulisan di atas hanya ungkapan hati seorang anak yang gak rela ayahnya di rebut. kelak kamu juga akan membenci dia karena perhatian ayahmu akan tertuju sama dia, jelas dia membutuhkan perhatian, dia adalah seorang bayi dan kamu sudah dewasa, sudah pandai merawat diri, tapi…menerima kehadirannya dengan ikhlas akan buat kamu lebih memahami semuanya. Jangan pernah benci seseorang meski dia telah pernah menyakiti hati mu terdalam. anggap saja itu semua adalah pelajaran yang akan membuatmu naik tingkat dalam kehidupan.

  5. mau kesel ato benci sama ayah, atau sama ibu tiri…monggo lahtapi tolong jangan biarkan bayi itu nantinya lahir dalam kebencian sodara2nyakarena bayinya tidak bersalah

  6. Saya yakin, Fatah akan menyambut kehadiran the baby dengan penuh kedewasaan dan hati yang lebih tenang. Ketika melihat wajah polos berserinya, insya Allah, semua kekhawatiran di dalam hati akan hilang dengan sendiri.be tough, ya. I know you can do it.

  7. kadangkala saat orang2 dewasa bermasalah, mereka lupa memberi batas kalo cukup mereka saja yang menjalani konflik dan mencari solusinya…sebisa mungkin nggak membawa masuk anak2 (yg nggak tau apa2, atau yg hanya punya niat baik) ke dalam masalah.adik baru Fatah juga begitu. Hanya kebetulan dia berasal dari ibu yg (mungkin) sedang bermasalah, tapi bukan berarti dia juga bayi yg bermasalah, bukan?:)Buat aura pikiran kita positif saja ya dek….Mudah2an Fatah bisa lebih menerima ya….maaf lho kalo ada yg kurang berkenan 🙂

  8. @mbak nita: alhamdulillah… makasih bgt atas nasehat, anjuran, or whaterver namanya. Sy percaya, bukan krna mbak psikolog, tp logis sekali buat saya.Sekali lagi, makasih yaaa… *terharu*

  9. Speechless….Gw gak tahu deh harus gmn kalo kejadian yg sama terjadi sama gw (u know what i mean kaaan…)Tapi Fatah hebat, bisa nulis sebagus ini untuk calon adik kecilnya. Pokoknya yang terbaik buat keluarga kamu ya Tah…

  10. Amiiin… I hope so, mbak uci.Hehe… Qt kan sepengalaman, mbak.Yeah, sadar ato gak, sy jadi kepikiran to dedicate tulisan ini pada si bungsu. Hmmm…nanti ada masanya sy tunjukkan pada dia…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s