Penakut

Sebulan sudah aku jadi kepompong. Ketika masa menjadi kupu-kupu hampir
tiba, aku justru takut. Takut, dunia tak seindah yang aku bayangkan.
Tak seindah ketika aku jadi kepompong.

Aku akan kembali, meneruskan siklusku. Mau tak mau. Ingin tak ingin.
Harus! Tak ada kata ‘penolakan’.

Tapi, aku masih takut. Takutku makin beranak-pinak dari hari ke hari.
Takut tak terdefinisikan, meskipun aku tahu penyebabnya apa. Meskipun
aku paham, itu tak perlu dijadikan alasan. Entahlah.

Apakah karena ini efek dosaku yang terakumulasi? Mungkin, iya! Ini
kata hatiku. Atau inikah cobaan? Siapa tahu! Atau ujian kah? Hmmm…
Aku sih berharap melaluinya dengan sukses.

Penakut. Salahkah menjadi penakut? Kenapa ‘berani’ itu seolah-olah
pilihan paling wajar manusia normal? Kenapa orang harus berani? Apakah
berani itu baik dan penakut itu tidak baik?

Iklan

23 thoughts on “Penakut

  1. Perlu kita seka kembali pikiran ini. Benarkah demikian? Jangan2 itu cuma ilusi belaka. Dari mana kita tahu indah? Dan kenapa ‘itu’ kita sebut jelek?

  2. Karena ketakutan manusia itu sebagian besar menghalanginya menuju arah yang lebih baik… kecuali takut pada Allah dan itu pun bentuk ketakutan yang berbeda (lebih tepat kecintaan, mungkin).

  3. lafatah said: @mbak ila: seperti itulah.@bang yudi: cara ngatasinnya? ada resep khusus a la bang yud? πŸ˜€

    tau decision trees?bikin seperti itu. lihat semua konsekuensi dari setiap calon keputusan yang akan kamu ambil.bikin sebanyak mungkin opsi lalu lihatlah yang menurutmu paling nyaman dan bisa mendukung langkah selanjutnyaIngat TahHIGH RISK HIGH RETURN!

  4. @mbak meyla: itulah siklus, mbak. tak bisa dihentikan. terus berputar. tapi, kadang kita takut menghadapinya, padahal kita mungkin sedang tertipu pikiran sendiri. bisa jadi kan?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s