5 Minggu

Kini saya telah hidup kembali sebagai anak kosan. 5 minggu telah saya
lalui di kampung halaman. Bangku kuliah yang memanggil, mau tak mau
membuat saya harus kembali ke Surabaya. Selasa depan sudah mulai
berkutat dengan kampus. Ah…

Banyak pengalaman dan kesan selama liburan (kok seperti mau ngarang
kayak jaman SD dulu?) Berkumpul dgn kawan2 MI, SMP, juga SMA.
Nostalgia ke SMP dan SMA tercinta (meski sekadar nengok2 bangunannya
doank, gak sempat ketemu guru2). Bertamasya. Bersilaturrahim dengan
keluarga. Membaca buku2 kesukaan. Bisa berolahraga (yg mana gak pernah
dilakukan sewaktu ngekos) kayak maen bulu tangkis, basket, sepedaan,
juga renang. Bisa makan gratis juga di rumah (so pasti!) hehe…

Sekarang, saat menuliskan ini, aku terbaring di atas sajadah. Menunggu
isya yang sebentar lagi akan bergema. Dan, mencoba memutar kenangan2
selama liburan 5 minggu. Ada senangnya (lebih banyak), sedih, pahit,
getir, dan khawatir. Ya, itulah hidup. Meski libur (lepas dari
rutinitas ngampus), tetap aja hidup. Hidup yg kayak permen nano-nano.
Rame rasanya 😀

Ya, hadapi saja! Bukankah seharusnya begitu?

Iklan

24 thoughts on “5 Minggu

  1. Wew, mbak nina bukan jadi caleg kan? Hehe…Iya ya, gak bisa aja ketemuan. Maklum, mbak nina juga mbak nadhira pasti sibuk.Sy gk milih kayaknya, mbak.

  2. lafatah said: Makasih atas tularan semangatnya!

    sama sama…..seneng deh bisa nularin penyakit biar lebih baik,…kan dapet pahala….hehehehe

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s