Untuk Ibu Guru Jalilah

Untuk Ibu Guru Jalilah

Di mana pun kau berada kini
Aku merindukan ibu guru,
Rindu suara indah ibu guru,
Rindu paras cantik ibu guru,
Rindu embun-embun kata yang keluar dari bibir manis ibu guru,
Rindu yang tak terpetakan.

Ibu guruku…
Kau yang mengenalkanku pada puisi,
Kau yang sering memintaku maju ke depan kelas,
Kau yang pernah menghukumku gara-gara keluyuran di sungai saat jam sekolah,
Kau yang kadang-kadang memujiku,
tapi kau juga pernah membuatku tersindir gara-gara aku jadi anak
pembantah di rumah. Ya, aku tahu kau pastinya dapat cerita dari
keluargaku. Tapi, kenapa aku yang mesti jadi contoh ‘anak yang
berakhlak tidak baik’?

Dulu aku ingin protes.
Tapi, kini semua itu aku rindukan.

Kau yang disiplin,
Kau yang sabar,
Kau yang tegas,
Kau yang mengajarkan kami banyak hal,
Kau yang membuat air mataku bergulir saat ini.

Ibu guru Jalilah…
Di mana pun kau berada,
Aku hanya ingin menyampaikan rinduku,
Kau di Jakarta atau di Kalimantan atau entahlah,
Aku hanya berdoa agar kau senantiasa bahagia.

Ibu guru…
Aku rindu padamu…

Note: Ibu guru Jalilah adalah guruku di kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah NW
No. 3 Pancor. Beliau cantik, enerjik, ceria, perhatian, lemah lembut,
disiplin, sabar, dan pintar pula menyanyi. Beliaulah guru yang
membuatku jatuh hati pada puisi hingga lomba antarsekolah pun bisa
kujuarai… Aku sadar, meski terpisah oleh waktu dan ruang, ikatan
batin antara murid dan guru itu SELALU ADA.

Iklan

14 thoughts on “Untuk Ibu Guru Jalilah

  1. jangan-jangan masih keluarga ma gubernur nechtapi kalo keluarganya gub itu djalillahada kakaknya satu lokasi ma akyuuuuuudepannya ada sitti gitu dech

  2. waduh jadi pengen kenal ma buguru cantik nan lembah lembut,yang begitu memukau,perhatian dan mempesona………yang membuat hari2mu biru menyatu dengan keindahan gelombang samudra ;))

  3. @mbak ita: so sweeet… Seneng puisi juga ya? Haha…Iya, nih! Dimanapun beliau berada, mudah2an gape internet juga hingga ekspresi kerinduan ini pun beliau baca… Ngareeep…

  4. lafatah said: Bukan, mbak eva.Siti emi ya maksudnya? Btw,Ini bu guru sy udah hijrah ke Jakarta (ato Kalimantan?). Tapi, teteuup…sama2 warga NW .

    iya sitti emikirain tadinya biar langsung aku menuju ke ruangannya

  5. andreannus said: Heeeem…snengny pnya guru kaya’ gt y tah…

    owh…banget!dulunya pas masih diajar, mungkin gak ngerasa kalo she will be missed. Nah, setelah pisah sekian lama, baru deeeeh….kangennya dapet! 🙂

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s