Ijab Kabul di Tanah Seberang

Satu per satu kakak-kakakku melepas masa lajangnya. Baik kakak
kandungku, maupun kakak sepupuku. Setelah Kak Iyah, Kak Atun, Kak
Ayat, Kak Badriyah, dan Kak Ida, sekarang gilirannya Kak Abib.
Habiburrahman. Kakak sepupu yang di kosnyalah aku tinggal selama di
Jakarta liburan kemarin.

Kak Abib berhasil mempersunting gadis baik-baik dari pulau seberang,
Sumbawa. Namanya Kak Eka. Telah lama sih saling mengenal. Ketika di
dalam keluarga terjadi pro dan kontra, Kak Abib tetap keukeuh dengan
pendiriannya. Katanya, dia tak bisa berpaling ke lain hati dan
menjalin hubungan baru. Aku dengar sendiri dari penuturannya ketika
kami berada di dalam taksi, mengantarkan aku ke Stasiun Gambir.

Bulan-bulan yang penuh penantian, kegelisahan, persiapan yang menguras
tenaga, pikiran, waktu, dan uang, akhirnya…nanti malam, 26 Maret
2009, janji sakral itu pun kan terucap. Janji yang akan mengikat
mereka sebagai suami istri. Janji yang akan membuat hubungan mereka
halal. Janji yang semoga sekali seumur hidup itu.

Berhubung aku telah kembali ke Kota Pahlawan untuk melahap
jurnal-jurnal termanis, makanya aku tak bisa menghadiri acara
pernikahan Kak Abib. Dilanjutkan dengan acara adat a la Sumbawa
keesokan harinya. Kudu nyebrang laut. Yeah, dari tanah seberang, aku
hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.

Kak Abib dan Kak Eka… Tiang berharep side berdua jeri pasangan
bahagia siq solah pegaweane. Mudah-mudahan side pade jeri seninaq
semamaq siq saling jaga, tetep saling berkasih-kasihan, pokok ne siq
bagus-baguslah.

Mudahan side ndah becat tekarunia’ang bije saq solah dan solehah. Idup
bahagie dunie akherat.

Amiiin… Ya Rabbal ‘Alamiiin…

Iklan

26 thoughts on “Ijab Kabul di Tanah Seberang

  1. lafatah said: Kak Abib dan Kak Eka… Tiang berharep side berdua jeri pasanganbahagia siq solah pegaweane. Mudah-mudahan side pade jeri seninaqsemamaq siq saling jaga, tetep saling berkasih-kasihan, pokok ne siqbagus-baguslah.Mudahan side ndah becat tekarunia’ang bije saq solah dan solehah. Idupbahagie dunie akherat.

    Amien!!Nasehat pengantinnya sangat mengharukan Ikut mendoakan:Barakallahulaka. wabaraka ‘alaika wa jama’a fi khairinsemoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Amien!!

  2. Matur tampiasih kak ayu…Nah, ini doa untuk orang nikah yg belum juga bisa saya apal. Hehe… Maklum, jarang hadirin k0ndangan nikah 🙂

  3. oya, bulan nikah ya? saya nggak merhatiin :pbtw, makasih banget ya atas doanya. semoga Allah mengabulkan doa-doa yang tulus terurai dari bibir hamba-Nya yang ikhlas… amiiiin

  4. saya? kapan??? ampuuun…dah…masih di awang-awang nih! Pengennya sih nikah dini… tapi, banyak pertimbangan. hahahha…tenang, mbak! insya Allah nanti diundang, sekalian mbak maen ke lombok… 🙂

  5. Insya Allah, bro!Tapi, mereka stay di Jakarta coz kakak sepupu saya itu kerjanya mang di sana. Kalo dipindahtugaskan ke Mataram, ya…makin sering lah pulang ke Sumbawa…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s