Asia Tenggara yang Bikin Sport Jantung

Ngikutin perkuliahan Bu Lilik hari selasa kemarin, sungguh bikin wajah sumringah!
Ini tak lain dan tak bukan karena beliau sering ngagetin mahasiswa dengan ujian petiknya. Satu per satu anak-anak dipanggil secara acak, di’petik’, dan ada yang patah arang ada pula yang tegar bagai batu karang. Amat beruntung anak-anak yang sudah belajar. Ditunjuk atau tidak, mereka sudah siap. Nah, kalo nggak siap??? Siap-siap deh jadi kepiting rebus yang dicocol sambal balado. hiks…

Yup, mata kuliah Asia Tenggara selasa kemarin itu membahas tentang Dimensi Internal Keamanan Regional di Asia Tenggara. Artikel yang diberikan oleh Bu Lilik kudu dibikin jurnal, di-review, tulis tangan. Karena hanya sekadar tugas, ada anak-anak yang agak menyepelekan. Nggak apa-apa asal-asalan. Ntar bisa perhitungan sama asdosnya (benarkah, mas mike?). Nah, bagi anak-anak semacam Grace, Sofa, Jamal, atau Robin…nggak masalah. Mereka adalah anak-anak yang rajin dan aktif di dalam kelas. Tugas-tugas jarang mereka keluhkan. Tidak seperti kami-kami (gue aja kaleee…) yang agak ‘mengalir’ dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Nah, waktu Bu Lilik menyebutkan nomer absen secara acak, sekelas mendadak sport jantung. Kalo ada stetoskop dan dihubungkan dengan pengeras suara, aku bisa jamin kelas Asteng bakal dipenuhi suara-suara bedug yang beresonansi dari jantung para mahasiswa. Terlihat sekali mana wajah yang siap, mana yang nggak. Aku? Jelasss…gak siap donk! Secara, jurnal aja belum selesai aku kerjakan. Kalo sampai kena acakan Bu Lilik, mampuuuussss daaaah! Aku nggak bisa ngebayangin bakal nangis darah di depan kelas. Pengin rasanya kabur dari kelas dan berenang menyeberangi Selat Bali dan Selat Lombok. Nyampe rumah, langsung lapor sama bapak. :p

Dari lebih lima anak yang maju (Rendi, Wok, Firman, Robin, Qori, Sofa, Praja, mbak Mitha), baik yang dipetik maupun yang sengaja memetikkan dirinya (maju sukarela), ada yang berhasil memuaskan Bu Lilik, ada juga yang membuat beliau merengut. Karena aku duduk di pojokan gitu, dengan mudah aku melihat setiap perubahan ekspresi Bu Lilik.

Ketika Rendi maju, beliau tidak puas. Rendi pun terpaksa didudukkan di kursinya dengan diekori kata-kata Bu Lilik yang bikin jantung jadi berantakan. Begitu pula ketika Firman dan Wok yang maju. Beda banget ketika Robin, Sofa, Mbak Mitha, dan Praja. Pas ketika Praja maju sukarela untuk menjelaskan, Bu Lilik bahkan sempat tertawa (maniiiis?). Pasalnya, Praja sih…bikin kelucuan di kelas. Dengan parasnya yang lugu, dia tak sengaja mengolesi hidungnya dengan tinta spidol yang membekas di tangannya. Jadilah ia seperti badut dengan bulatan hitam di hidungnya. Terus dia menjelaskan. Bener-bener Mr.Bean dah!

Overall, selama 100 menit…kelas mendadak dipenuhi anak-anak yang sport jantung! Untung aku juga tidak ketunjuk. Kalo iya…beuuuh…

Tapi, thanks juga buat Praja yang sudah bikin Bu Lilik sedikit mencair. Ketika Bu Lilik mencair, kami pun sok-sokan ikut meleleh. Lega…

Dan, kami pun berjanji di dalam hati untuk tidak mengecewakan Bu Lilik lagi… hmmm… benarkah? masih perlu dipertanyakan! nyahahaha…

NB: Mc.Cafe 12:30 am

Iklan

19 thoughts on “Asia Tenggara yang Bikin Sport Jantung

  1. Mbak Ita, komen terakhir sy ntu sy bikin dlm nuansa begadang. Belum tidur semalaman. Padahal mata dah seberat gajah…Btw, mang rajin donk! Kadang2 gitu…

  2. Killer sih…nggak. Cuman kitanya aja yg keblinger jadi mahasiswa…Sy yakin bu lilik punya niat baik utk menempa mental calon2 dubes. Wehehe…

  3. Killer sih…nggak. Cuman kitanya aja yg keblinger jadi mahasiswa…Sy yakin bu lilik punya niat baik utk menempa mental calon2 dubes. Wehehe…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s