Sepasang Kekasih di dalam Kulkas

In a frozen relationship…

Itu sering terjadi. Di antara kami. Siapa yang ingini. Tak ada.
Sebenarnya, kehadiran buku LDL lumayan mengusikku. Apakah kejadian
yang kami alami, sama dengan para penulis dalam LDL?

We try to create more axes…

Jika sudah begini, beku, apa yang harus kami lakukan? Ya, kami butuh
kampak. Untuk menetak tiap jengkal beku. Biar retak, retak, dan retak.
Lalu perlahan mencair, mengalir. Itu yang kami ingini dan berusaha
lakoni. Sesiapa saja di antara kami bisa berinisiatif. Tak perlu
menunggu. Tak perlu hingga membatu.

Pertanyaan buatku sendiri: sudahkah kau membuka pintu lemari es mu?
Sudahkah kau asah kampakmu?

For A***

Iklan

20 thoughts on “Sepasang Kekasih di dalam Kulkas

  1. Menurut pemikiran minimalis: Barang siapa meminta maaf itu berarti telah memaafkan. Jika dia minta maaf, tanyakan: apa yang harus dimaafkan! Sebelum minta maaf, yakinilah anda telah tahu kesalahan yang anda perbuat dan jangan diulangi kesalahan itu. Dengan saling bersikap sportif berarti pintu almari es selalu terbuka hingga tak akan terjadi kebekuan..

  2. bagi beberapa orang, kebekuan sudah tak dapat dicairkan kembali. Biarlah yang beku tetap menjadi beku. Namun, bersiaplah bila lawan berubah pikiran dan siap mencairkan diri, anda pun harus siap menerima. Sesuatu yang sudah beku dalam waktu yang lama, kemungkinan sangat tinggi, tidak dapat dicairkan, meskipun tidak menutup kemungkinan masih bisa.

  3. meylafarid said: biasa…persahabatan yg berbunga cinta..ahahay

    hmmm… dibilang dari persahabatan sih…nggak juga ya, Mbak.Justru…agak sulit kalau cinta itu ditarik dari lingkaran persahabatan.Dan…ngggak bikin enak hati.Kami justru ingin menjadi sahabat. Lebih membebaskan rasanya 🙂

  4. asianatelier said: kirain judul novel horror! sepasang kekasih yg dibunuh trus mayatnya dimasukkan ke dalam kulkas… hiiii *kebanyakannontonfilmhorror.com*

    waaaah… saya sih kurang begitu suka horror, Mas…Tulisan di atas terinspirasi dari percakapan saya dengan seorang teman di fesbuk. Begitu….

  5. niwanda said: Harus kampak? Bukan tiupan udara hangat?

    ini kata-kata yang selalu terrngiang…manis!ya, jika kapak tak tertemukan, tiupan udara hangat pun, cukup.berdua meniupnya, mengusir beku yang kuncup.

  6. ibnusomowiyono said: Menurut pemikiran minimalis: Barang siapa meminta maaf itu berarti telah memaafkan. Jika dia minta maaf, tanyakan: apa yang harus dimaafkan! Sebelum minta maaf, yakinilah anda telah tahu kesalahan yang anda perbuat dan jangan diulangi kesalahan itu. Dengan saling bersikap sportif berarti pintu almari es selalu terbuka hingga tak akan terjadi kebekuan..

    terima kasih…ini pula yang kami lakoni… tiap kali ada masalah atau merasa tidak ada masalah, lalu ada yang meminta maaf, masing2 dari kami akan mempertanyakan, what do i need to be pardonned???

  7. purofusoni said: Maksudku tetapkan pilihanmu, tetap membeku dan membiarkan semakin beku atau mengubah haluan, gt..

    kita liat sikon saja, mas.kalo emang memungkinkan, kenapa tidak?manusia dengan hati yang selamanya beku? itu berarti hatinya telah mati.dan…saya tak ingin seperti itu.

  8. kampak bisa menghancurkan tapi belum tentu mencairkan… ia hanya mampu membelah balok es menjadi potongan-potongan kecil.. bila suhunya kembali dingin, ia akan membatu… untuk mencairkan ia butuh udara hangat….

  9. boleh juga mbak…esnya dijemur di bawah kerindangan sinar matahari..tapi kalo esnya terbentuk bukan karena kulkas alias karena emang musim dingin, kayak di kutub, so…paling efektif pake kapak keknya 🙂

  10. Maksud anda jika “lingkungan” ikut menyebabkan kebekuan, hingga “lebih baik” menyerah pada “kenyataan” atau melarikan diri dari kenyataan dengan mencari “pasangan” baru yang disetujui/sesuai lingkungan walau sebenarnya kita telah membawa hati yang beku?Kata pepatah ” Where is a will there is a way.” Apakah kita tak dapat “mengisolasi” diri dari lingkungan yang membekukan cinta kita agar cinta kita tak menjadi beku. Ingat cinta itu memiliki energi yang “menghangatkan” bukan yang membekukan. Sebaliknya dendam dan kebencian itu justru memiliki energi yang sanggup membakar dan menghancurkan, menghancurkan kedua belah fihak, bahkan akan berakibat pada lingkungan.Antara cinta dan kebencian itu hanya terpisahkan oleh sebilah rambut dibelah setrilyun.

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s