We’re Single and They’re Very Happy



Sebelumnya, aku menganggap Yuri sebagai teman biasa. Tak ada perasaan aneh yang menyelinap di hatiku saat kami melewati hari bersama-sama. Menemani dia makan, barengan pinjam buku di perpustakaan, berangkat bersama ke kampus, dan banyak hal lagi. Hingga suatu hari, dia menyatakan perasaannya padaku.

“Aku beruntung banget punya teman kayak kamu. Tapi, aku bakal lebih beruntung lagi kalau kau mau menjadi lebih daripada sekadar teman bagiku.”

“Maksudmu?” Suasana hatiku sudah tidak enak. Terus terang, aku tidak menaruh perasaan atau harapan padanya. We’re just friend. That’s all.

“Hahaha… Bukan. Kamu pikir aku memintamu jadi pacarku? Aku tak ingin merusak hubunganmu dengan dia. Aku hanya ingin kau menganggapku sebagai adik. Bukan teman biasa lagi.” Seperti biasa, dia selalu mengakhiri kalimatnya dengan senyumnya yang nakal.

Aku bisa bernapas lega. Setidaknya pikiranku tidak terbukti. Memang susah pacaran long distance. Banyak godaannya. Untuk selingkuh, tentu saja mudah. Tapi, aku bukan tipe cowok yang gampang menjalin hubungan baru. Bagiku, kepercayaan yang diberikan oleh pacarku, lebih dari segalanya. Aku pun begitu, terlampau percaya padanya.

“Lalu, kamu pikir orang lain tidak akan menganggap kalian berpacaran? Ke mana-mana berdua. Pacarmu tahu hubungan pertemananmu ini?” Suatu hari, Dino, kawanku bertanya.

“Menurutmu, salah kalau aku berjalan dengan temanku yang, yaaah… kebetulan dia seorang cewek?” Aku sedikit tersinggung.

“Hei, pacarmu tahu nggak pertemanan kalian ini?”

“Tentu saja dia tahu. Tak ada rahasia di antara kami. Dia juga punya banyak teman cowok, kok. We’re fine with that. Kalau pun ada cowok yang berusaha pedekate dengan dia, akan ditolak. Dia memang setia.” Ketika menyebutkan kata ‘setia’, nada suaraku ceria. Bangga.

Setelah itu, Dino tidak pernah rewel lagi. Teman-teman yang lain pun mulai paham, bahwa antara aku dan Imania, tidak ada apa-apa. Mungkin terlihat eksklusif saja. Sebab hanya kami berdua.

Aku dan Liana, telah lama berpacaran. Sejak kelas tiga SMA hingga semester enam saat ini. Ya, kami memang terpisah kota. Dia di Bandung, aku di Surabaya. Ujung ke ujung dari Pulau Jawa. Awalnya agak berat memang. Kami seringkali dijangkiti kangen. Lumayan tersiksa. Tapi, begitu semester demi semester berlalu, kami tenggelam dalam kesibukan kuliah, semua menjadi ringan. Tiap hari aku sempatkan untuk meneleponnya. Jika kehabisan pulsa, aku ajak dia chatting. Bahkan, untuk makin meluruskan lagi pandangan teman-temanku bahwa aku punya pacar bernama Liana, aku pun memasang status di facebook: in a relationship with Kaliana Mogadisha.

Namun, di suatu pagi di awal bulan Juni – yang kuingat sebagai hari jadian kami empat tahun yang lalu, aku terkejut bukan main. Saat ngecek FB, Liana telah mengakhiri hubungannya denganku. Liana mengubah statusnya jadi single. Aku segera mengingat-ingat tadi malam aku telah berbuat apa. Sungguh, tak terjadi apa-apa. Kami tak bertengkar. Justru semalaman kami terlibat obrolan mesra ala pasangan kekasih yang dimabuk asmara.

Lalu, kenapa tiba-tiba Liana mengakhiri hubungannya denganku?

Aku pun segera mengambil handphone dan segera menekan tombol hijau: calling Liana. Mailbox. Kutelepon dengan CDMA-ku. Nihil juga. Rupanya, Liana telah mengalihkan semua panggilan masuk. Aku jadi penasaran sekaligus gusar. Kenapa? Ada apa? Mengapa semuanya serba tiba-tiba? Ataukah… Aha! Liana pasti sedang menggodaku!

Aku kembali menatap layar PC. Mengamati status terbaru teman-temanku. Di kolom kanan, aku menemukan status Dino Kamaro yang dari ‘single’ telah berubah ke ‘in relationship’. Di pagi yang sama dengan pengubahan status Liana!

‘Ctuk!’

Ada yang mengajak chatting via FB sepagi ini. Yuri.

Hai… Lagi bengong ya?

‘Hai… sedikit.’

Bengong kok sedikit. Ada apa?

Aku tak segera membalas. Aku sudah kadung klik, membuka profil Liana dan Dino. Perasaanku mulai tidak enak. Dino ‘makan’ teman sendiri, yaitu aku? Liana juga begitu, mengkhianatiku? Oh, tidaaaaak!

Bar chatting di bawah menunjukkan tiga baris pesan dari yuri. Akhirnya, kubuka juga.

Woey, dibales dong… Hayooo… lagi chat ya sama Liana…

Yurike Fajarethi is now in relationship with Dino Kamaro.

Eh, aku udah jadian lho! Hahaha… Jangan ngiri ya?

‘Hah? Kalian jadian? Kok nggak bilang-bilang.’

Lha, ini. Aku baru ngumuminnya sekarang.

Yuri jadian dengan Dino? Well, beres. Lalu, Liana? Tiba-tiba tampilan layar monitorku begelombang. Hape-ku yang berada persis di d
epan monitor, bergetar. Satu pesan diterima. Dari Liana.


‘Eh, maaf ya? Tadi aku sengaja nyabut status kita. Iseng aja. Hehehe… Tapi, jujur. Aku merasa nggak ada kemajuan dengan hubungan kita. Begini-begini terus. Kamu seperti nggak punya komitmen. Gimana kalo kita kita being single dulu?’

Being single? But, Yuri and Dino are now very happy. Aaaarrrrrrrghhhh…

Iklan

20 thoughts on “We’re Single and They’re Very Happy

  1. lafatah said: Eh, maaf ya? Tadi aku sengaja nyabut status kita. Iseng aja. Hehehe… Tapi, jujur. Aku merasa nggak ada kemajuan dengan hubungan kita. Begini-begini terus. Kamu seperti nggak punya komitmen.

    Makanya jgn pacaran di FB, mending didunia nyata…. Kesian jg hiks..hiks…

  2. itapage said: Makanya jgn pacaran di FB, mending didunia nyata…. Kesian jg hiks..hiks…

    hehehe…nah, kalo kasus long distance, gimana??kan….

  3. lafatah said: hehehe…nah, kalo kasus long distance, gimana??kan….

    Itu dia..untuk wkt aku long distance ampe 3 thn-an kagak join FB :-))) Makanya mendingan soal status dibuat single aja tp rundingan dulu, kecuali kalo udah merit. Itumah kudu, gmn?

  4. itapage said: Itu dia..untuk wkt aku long distance ampe 3 thn-an kagak join FB :-))) Makanya mendingan soal status dibuat single aja tp rundingan dulu, kecuali kalo udah merit. Itumah kudu, gmn?

    Saran yang masuk akal…Tinggal kompromi saja…:D

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s