For My Beloved Sister

“Kak, Kak Mif katanya mau pergi ke Surabaya hari Jumat (hari ini,
red). berapa harga Brownies Amanda?”

“Ofah mau? Sekitar 25 ribuan. Nanti deh Kak Atah beliin.”

“Mau. Jumat juga kan hari ulang tahun Ofah.”

“Oya? Ofah mau rasa apa? Blueberry, keju, cokelat? Rasa-rasa yang
lain, Kak Atah kurang tahu. Hehe…”

“BLUEBERRY!!!”

“OK. Ditunggu ya, Dek!”

Itulah sekelumit percakapanku dengan adik cewekku, Ofah. Hari ini dia
berulang tahun yang ke-15. Tahun ini pula dia akan mulai menduduki
bangku SMA. Semoga dia lulus UN/US dengan hasil yang gemilang.
Amiiin…

Ulang tahun? Hmmm… Dalam keluarga kami tak mengenal tradisi perayaan
ato pesta ulang tahun. Cukup saling mendoakan. Atau saling
berbaik-baikan di hari tersebut. Siapa yang punya uang berlebih
(biasanya sih para kakak), maka akan merelakan duitnya untuk sekadar
traktir makan bakso atau mie ayam di luar. Tak lebih dari itu. Para
kakak pun palingan memberi wejangan, nasehat, sekaligus ucapan
selamat, sesudahnya.

Karena aku tak bisa bertemu langsung dengan adik tercinta, so hanya
doa dan harapan yang bisa kusematkan. Doa standar seperti yang sering
kuucapkan pada teman-teman di FB. Apa doaku?

“Semoga sisa umurmu senantiasa diberkahi oleh ALLAH SWT.”

Special to Ofah: Moga lulus UN/US MTs ya…

Iklan

11 thoughts on “For My Beloved Sister

  1. niwanda said: Aaamiiin…Udah menjelang dewasa ya, tapi masih menikmati usia remaja…

    Betul, Mbak Lei…Semoga dia bisa menjaga masa remajanya hingga siap menjadi dewasa nanti…

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s