Hipotesis Anak Kos: Strategi Makan yang Salah

Sejak menjadi anak kos tahun 2006, saya belajar banyak hal. Salah
satunya adalah mengenai strategi makan. Saya usahakan makan cukup 2x
saja sehari, yaiku sekitar pukul 10 pagi dan pukul 6 malam. Meski
dalam rentang waktu tersebut, perut ini terkadang dicumbui oleh snack,
gorengan, atau sekadar jus. Tujuan saya gak lain dan gak bukan untuk
menghemat jatah bulanan. Walaupun untuk urusan makan, bapak mengimbau
saya untuk tidak terlalu ‘ngencengin pinggang’.

Tapi, hari ini (dan kadang terjadi pada hari lain juga), saya agak
kurang strategis dalam makan.

Tadi pagi, sekitar setengah 10, perut saya sebenarnya meminta untuk
dikosongkan. You know what i mean, kan? Sementara di tangan saya sudah
terjinjing nasi bungkus pecel. Saya pun diserang dua pilihan, antara
makan dulu atau mengosongkan ‘tong biologis’ saya. Tapi, begitu
melihat keran air di samping tangga menuju kamar saya, saya tanpa
pikir panjang segera mencuci tangan.

Selesai makan, diiringi geliatan-geliatan seksi (karena dah gak nahan
buat nge-launching si kompos bertuah), saya pun menyambar handuk dan
bergegas ke kamar suci. Dan… the censored scene was began…

Sambil bertapa, saya pun mulai berpikir akan menyesal. Menyesal
kenapa? Sebab, energi nasi pecel plus ceplok dan kripik tempe yang
saya makan barusan, hanya menjelma energi untuk memompa tong biologis
saya. Energi buat mengerjakan tugas nanti, telah berkurang. Yayaya…
Tidak efisien memang.

Hipotesis saya bahwa strategi makan saya memang salah, akhirnya
terbukti. Baru jam 3 siang, perut saya sudah mulai membadai katrina.
Minta ditenangkan. Saya akui, andai saya tidak mengerjakan tugas Asia
Tenggara dan HIK, alias cuma berleha-leha saja, kemungkinan energi
nasi pecel saya masih ada. Tapi, semuanya terserap oleh otak. Laiknya
RAM komputer yang memanas gara2 menjalankan aplikasi yang berat. Ya,
akhirnya saya memutuskan untuk makan pada ‘jam yang tidak semestinya’.

Hidup memang harus fleksibel, saya menghibur diri…

(Kantin Psikologi)

Iklan

18 thoughts on “Hipotesis Anak Kos: Strategi Makan yang Salah

  1. asianatelier said: huahahaha, istilah2-nya lucu banget, “nge-lauching si kompos bertuah”, “kamar suci”… huehehehe

    terima kasih, Mas…kalo lagi kreatif, emang kayak gini :D*hahaha…*

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s