[Cerita Anak 100 Kata] Papa, Alin, dan Sawah

“Alin, Papa berangkat dulu ya?”

Papa membetulkan dasinya di depan cermin dekat ruang tamu.

“Papa mau ke mana?”

“Sawah,” jawab Papa, pendek.

“Sawah? Kantor Papa sudah pindah ke sawah?”

“Hahaha… Bukan begitu, Alin. Ada teman Papa yang mau jual sawahnya. Papa ingin lihat-lihat saja dulu. Siapa tahu Papa suka.”

“Terus, sawahnya nanti mau diapakan, Pa?”

Alin masih belum puas dengan jawaban papanya.

“Alin suka sawah, tidak?” tanya Papa balik.

“Hmmm… Sawahnya banyak tanaman, tidak?”

“Banyak. Ada jangkrik, belalang, capung, burung pipit, lebah, dan…”

Alin makin mengerutkan dahinya.

“Papa, Alin kan tanya tanamannya, bukan hewan-hewannya.”

Papa hanya menyunggingkan senyumnya.

“Papa aneh!”



*cerita anak ini diikutkan untuk memenuhi tantangan Mbak Ari di sini.
*susah-susah mengasyikkan, ternyata! Pas…100 kata! Cihuyyy

Iklan

50 thoughts on “[Cerita Anak 100 Kata] Papa, Alin, dan Sawah

  1. Papanya nggak bisa menyeimbangkan kekritisan anaknya. :)Ya, biar Alin paham, lebih bagus emang kalau diajak sekalian. Tapi, Alin juga kan mau berangkat sekolah???*cmiww*

  2. lho, komen-ku nggak masuk ya? wah, padahal pertama deh.ya sudah, tulis lagi: cerita sudah kubaca…hehehe, tunggu kunjungan dua juri rahasia ya…

  3. toramarimelompat said: aku mau ke sawah juga ah =)

    yuuuukkk,,,, nangkep belut, maen lumpur, mandi di selokan yang masih jernih airnya…*perindu sawah mode ON*

  4. pasti lucunya ikut papanya 😀 dan pandainya ikut …? btw, mamanya kok ga diceritain ya, ha ha ha….mau bilang pandai ikut mamanya, tp sang tokoh tidak ditampilkan 😛

  5. nikinput said: pasti lucunya ikut papanya 😀 dan pandainya ikut …? btw, mamanya kok ga diceritain ya, ha ha ha….mau bilang pandai ikut mamanya, tp sang tokoh tidak ditampilkan 😛

    karena mamanya masih bobo di dapur :))*grins*

  6. @Mbak Leila dan Uchi: cocok ngga ya buat dibaca anak-anak??? Mbak Ary mensyaratkan ketuntasan cerita. Meski kesannya nggak tuntas, bagi saya ini tuntas.Mengenai makna yang tersembunyi, i just give my smile *grins*

  7. arynsis said: lho, komen-ku nggak masuk ya? wah, padahal pertama deh.ya sudah, tulis lagi: cerita sudah kubaca…hehehe, tunggu kunjungan dua juri rahasia ya…

    hahaha sapaa neehh juri na…hayooh tebak juri^_^

  8. nikinput said: pasti lucunya ikut papanya 😀 dan pandainya ikut …? btw, mamanya kok ga diceritain ya, ha ha ha….mau bilang pandai ikut mamanya, tp sang tokoh tidak ditampilkan 😛

    kan yg bikin mau jadi papah mba^_^

  9. Pikir Papa : “Hmm, berarti anakku pintar, udah bisa membedakan mana yang disebut tanaman, dan mana yang disebut hewan”Begitu, kan, Tah? 😀

  10. masfathin said: Pikir Papa : “Hmm, berarti anakku pintar, udah bisa membedakan mana yang disebut tanaman, dan mana yang disebut hewan”Begitu, kan, Tah? 😀

    hihihi….trus dia nanya ke papa”yg papa makan ntu apa?”abis papanya makan burger seehhh

  11. happywithavis said: hihihih….satu karya muncul..hayoh yg laen nyusul..w.akaka

    hayooo… saya nunggu karya Mbak juga!ditulissss..ditulisss… hhahha

  12. masfathin said: Pikir Papa : “Hmm, berarti anakku pintar, udah bisa membedakan mana yang disebut tanaman, dan mana yang disebut hewan”Begitu, kan, Tah? 😀

    Boleh juga, Cek.Silakan diinterpretasi sesukanya…. hahaha

  13. happywithavis said: hihihi….trus dia nanya ke papa”yg papa makan ntu apa?”abis papanya makan burger seehhh

    hehehhe…kalo mau dilanjutkan, monggo, Mbak…saya mah udah klimaks! hagagaga

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s