Behind My Birthday

Ulang tahun saya berakhir dengan tragis!
Bukan pada hari-H sih, yaitu Sabtu, 27 Juni. Tapi, pada hari Selasa, 30 Juni-nya.
Kenapa?

Teman-teman pada ngerampok saya dengan tagihan: TRAKTIRAN!!!

Lokasi: Pizza Hut, Tunjungan Plaza.
Waktu: pukul 14.00 – 17.15

Berikut kronologis ceritanya! Simak baik-baik. Perhatikan tanda bacanya! *maksute?*


Ini sebenarnya pose ketika kami hendak pulang. Tapi, sepertinya bagus juga deh buat opening. Inilah makhluk-makhluk yang telah merampok saya. ki-ka: (berdiri) saya, hariyono, maya, mandra, firman, dan nino. (duduk): yudho dan jamal. Lihat! Betapa gembiranya wajah-wajah tak berdosa itu


Ini namanya Mbok Mandra. Lihat deh wajah sumringahnya yang begaol banget lihat menu yang berceceran. Dia dibantu Hariyono Mou Mou untuk memilih menu yang mematikan (kantong saya)

Mereka asyik sekali membuka menu dan foto-fotoan
Mereka belum menyadari bahwa kawannya sedang tersenyum miris. Biarlah mereka bahagia! Kapan lagi, coba?

Daripada manyun-manyun nggak jelas, mendingan kan senyum kayak gini (Lalu Abdul Fatah likes this).

Lagi-lagi mencoba tersenyum. Meskipun rona-rona pucat agak kelihatan juga (pengen jitak dua makhluk yang di sebelah saya)

Ya Allah… keceriaan mereka masih berlanjut juga! Hariyono, hadiah pulsanya mana? Maya, hadiah berupa kosan gratis, mana???

Makhluk Arab ini bernama Jamal. Sudah tahu kan para MPers? Sudah beberapa jurnal saya memuat dia. Nah, si Jamal ini lagi menunggu pesanan pizza-nya. Pizza rasa unttaa!!! Piringnya tiggaaaa…

Saya nelangsa menunggu kedatangan masakan Itali itu. Untuk membunuh rasa bosan, saya pun berzikir (percaya, nggak?)

Salad pembunuh! Lihat saja rupa dan bentuknya. Sangat konyol! Herannya, si Firman sangat menyukai salad ini. Katanya sih, baik untuk kesehatan otaknya yang rada-rada UDIK itu!


Lihat piring-piring itu! Kosong. Ada sendok dan garpu. Ada wajah senang, ada juga yang sendu. Hidup terkadang tidak bisa diitebak! halah…

Menikmati tiap sedotan, gigitan, dan tusukan!!!


Inilah kreasi makhluk2 idiot!!! sungguh mengherankan, saya pun termasuk bagian tim penyusunnya. sungguh, keidiotan yang menyenangkan!

Iklan

17 thoughts on “Behind My Birthday

  1. @teh marina: bahkan, ada teman yg bilang, “ini nih anak kos yg boros! Nraktir aja di pizza.” duh, padahal sy gak segitunya. Justru masih terbayang duit yg melayang itu. Hampir bisa buat nutupin uang ngekos sy. Tapi, untung ada rezeki beberapa hari sblmnya. Alhamdulillah sj deh 🙂

  2. @cek yan: huahaha…saya sih udah ketar-ketir sblm brangkat. raut yg sama juga pernah saya temukan pada seorang teman yg akan menraktir pizza. Tapi, ya…diambil sisi plusnya aja ya, Cek. Paling gak prnah merasakan kek gini. Ke depannya, TIDAK DIULANGI LAGI! Hahaha…

  3. Untung ultahku kemaren bertepatan sama kumpulin skripsi. Jadi temen2 gak pada minta traktir karena kantong udah bolong hampir sejuta lebih buat 4 hardcover skripsi, 3 CD, beratus halaman print dan printilan lain hehehe. Ulang tahun yang nelangsa hehehe. Dan banyak temen bernasib sama HAHAHA

  4. Hahaha… Mbak Maddy beruntung bgt tuh!Momennya pas banget.Kalo saya, kebetulan masih ada uas, ketemu deh ama teman2. Mereka nodongin. Hmmm… Terkadang, untuk sahabat2 sendiri, apapun akan dilakukan. Yayaya…Biasanya sih, ultah sy bertepatan ama libur panjang. Tapi, ya nasib!:p

  5. lafatah said: Saya nelangsa menunggu kedatangan masakan Itali itu. Untuk membunuh rasa bosan, saya pun berzikir (percaya, nggak?)

    huweahuweahuwea

  6. @mbak ari: wokeh. with pleasure :)@mbak avis: pengennya sih puasa, tapi suntikan dana udah dtg duluan, alasan: buat byr kos. Padahal? Hihihi

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s