Tertarik Backpacking ke Lombok???


Hi, everyone! For you who have plan backpacking to Lombok, one of the most gorgeous island in Indonesia here I give you the details of time, costs, and everything you need. If you don’t need this information, just please close your browser!

Aku berangkat hari Jumat (24/07) pukul 15.09 WIB dari Stasiun Gubeng, Surabaya. Naik kereta ekonomi Sritanjung jurusan Surabaya – Banyuwangi. Harga tiketnya Rp 19.500,00. Murah banget kan?

Bagi yang mengutamakan kenyamanan, ada kereta api bisnis Mutiara Timur Pagi yang berangkat pukul 09.15 WIB. Kalo yang Mutiara Timur Malam berangkatnya pukul 22.30. Harga tiketnya 60-75 ribu untuk kelas bisnis. Kalo yang eksekutif, harganya 80-100 ribu. Bagi yang berangkatnya dari luar Surabaya, tinggal menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan dari Gubeng. Atau mungkin ada kereta langsung Banyuwangi dari kota Anda? Nah, tinggal dicocokkan saja jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta.

Namanya ekonomi, tentunya lebih lama waktu yang dibutuhkan. Aku sendiri butuh 8,5 jam perjalanan kereta hingga sampai di Stasiun Banyuwangi. Untuk menyiasati lamanya perjalanan, aku sengaja memilih berdiri di pintu gerbong dari Surabaya hingga wilayah Jember. Kalau keretanya berhenti agak lama di stasiun, aku pun turun. Duduk-duduk di bangku stasiun. Sekadar melemaskan otot. Selain itu, mencari teman ngobrol juga sangat disarankan. Aku sendiri sengaja berpindah-pindah pintu gerbong, bertemu dan ngobrol dengan beragam orang. Bagi yang ngikutin statusku di facebook, pasti sudah tahu dong! Hehehe…

Terus, ranselku gimana? Nah, aku kebetulan membawa satu ransel berisi laptop, pakaian, buku, dan makanan kecil. Ransel itu, aku taruh begitu saja di tempat barang yang ada di atas kepala penumpang. Hanya bermodal kepercayaan saja. Ransel itu, alhamdulillah…tidak kurang suatu apa hingga aku sampai di rumah.

Di Banyuwangi, stasiun terakhir, aku butuh berjalan 10 menit. Lurus, kemudian belok kanan. Pelabuhan Ketapang sudah di depan mata dengan segala hiruk-pikuknya. Sebelum pintu masuk, aku terlebih dahulu mengisi perut dengan mie gelas. Lumayan membuat lambungku nyaman setelah 12 jam hanya berteman teh botol dan beberapa keping biskuit Regal. Hmmm…

Satpam pelabuhan langsung menunjukkan tempat membeli tiket kapal. Untuk dewasa Rp 5.400,00. Anak-anak? 3 ribuan, seingatku. Aku naik KMP Trisila Bhakti dan berangkat menuju Gilimanuk jam 00.17 WIB dan hampir satu jam di atas Selat Bali.

Bersama seorang penumpang yang juga tujuannya Lombok, tepatnya Sekotong, aku ke Terminal Gilimanuk yang jaraknya cukup dekat dari pelabuhan. Di sana sudah menunggu beberapa minibus. Nah, karena tujuanku adalah Lombok, jadinya aku memilih naik minibus dengan tujuan akhir Padang Bay. Bayarnya Rp 40.000,00. Jika Anda bisa menego supir atau sering menjadi penumpangnya, bisa jadi harganya lebih murah.

Pukul 01.30 WIB minibus pun berangkat. Selama di dalam minibus, aku tidur hingga keesokan paginya terbangun saat minibus tiba di Terminal Ubung, pukul 05.15 WIB. Otak menjadi sedikit lebih fresh. Aku sudah menyiapkan mata ini untuk menikmati keeksotisan rumah-rumah penduduk Bali sepanjang jalan, yang tentu saja diselingi bangunan-bangunan bisnis yang (sudah) bosan kulihat di Surabaya

Dua jam berikutnya, akhirnya sampailah aku di Padang Bay. Ini merupakan pelabuhan penyeberangan dari Bali ke Lombok. Sambil menunggu kapal berikutnya, aku sarapan pagi dahulu dengan nasi pecel. Kemudian bersih-bersih di kamar mandi. Juga meng-qadha shalat. Beres, baru deh membeli tiket ferry seharga Rp 31.000,00.

Di dalam ferry aku sempat terheran-heran karena penumpang yang kebanyakan bule. Sempat terbersit di kepala kalau aku salah naik. Soalnya, kursi-kursi di dalam perut kapal terisi oleh bule-bule. Yang tidur-tiduran di kamar tidur ekonomi juga rata-rata bule. Saya pun naik ke lantai dua, lagi-lagi bule. Bersama seorang penumpang yang baru kenalan di pintu jembatan menuju kapal, menuju geladak paling atas, juga bule. Mereka duduk-duduk dan tiduran untuk berjemur! Ya sudah, di sini saja.

Perjalanan 4,5 jam menyeberangi Selat Lombok, lumayan melelahkan. Untuk menyiasatinya, aku baca-baca novel sambil ngemil regal! Angin laut yang bertiup lumayan membuat ngantuk. Apalagi hari semakin siang. Matahari makin presisi di atas kepala. Tapi, entah kenapa aku seolah dipaku oleh tempat duduk. Hmmm… tentu saja pemandangan bule-bule ngehe yang lagi sunbathing, baca novel, serta yang menjurus ke arah ehem-ehem juga menjadi pencuci mata. Mata ini seperti terbasuh rohto *halah*

Tepat pukul 13.15 WIB alias 14.15 WITA, ferry pun sampai di Pelabuhan Lembar. Sesaat kemudian, Tanah Lombok terpijaki.

Well, now for the recap!

Rute : Surabaya – Banyuwangi – Bali – Lombok.

Kendaraan : Kereta ekonomi Sritanjung – ferry – minibus – ferry (lagi).


Biaya : 19.500 + 6.000 + 40.000 + 31.000 = Rp 96.500,00 (Untuk perbandingan saja jika naik bis langsung Surabaya – Lombok sekitar Rp 215.000,00. Jika naik pesawat, harga terakhir yang ku dapatkan: Rp >500.000,00)


Total waktu: 23 jam. Kalau naik pesawat sih 1 jam saja. Naik bis langsung Surabaya – Lombok sekitar 18 jam.


Tertarik backpacking ke Lombok???

Iklan

55 thoughts on “Tertarik Backpacking ke Lombok???

  1. hola. salam kenal. akhir thn ni sy berencana mau backpacking ke bali-lombok bareng 2 tmn -cewek-.bs ksh tips n tricks soal lombok ga?jujur, saya buta soal lombok.thx.^^ada fb?

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s