Four People I Met in The Train (Pengrajin Bambu yang Menyulap Sendok dan Garpu jadi Harley)

Saya seperti menonton acara KISAH SUKSES, saat berbincang-bincang dengan Mas Arif. Dia adalah teman ngobrol terakhir saya di kereta ekonomi Sritanjung. Saat itu, kursi-kursi sudah banyak yang kosong. Saya yang capek berdiri lebih dari lima jam, akhirnya mengambil tempat duduk. Berhadapan dengan Mas Arif itu.

Dia adalah pengrajin bambu di Banyuwangi. Asalnya, Sampit. Tentu masih lekat di kepala kita mengenai daerah konflik itu. Dia pun hijrah ke Banyuwangi gara-gara konflik etnis itu.

Berbekal keterampilan yang dimilikinya, dia pun merintis usaha sebagai pengrajin bambu. Berbagai produk berbahan dasar bambu dibuatnya. Keranjang, souvenir perkawinan, kap lampu, kipas, dan sebagainya. Bahkan, dia dengan sabar menjawab pertanyaan saya mengenai proses pembuatannya, harga, dan daerah pemasarannya ke mana saja.

Ada tiga produk kreasinya yang membuat saya terperangah termehek-mehek *emang ada?* Saya hanya mampu ber-wow-wow seperti tersengat kalajengking Peking *halah*

Pertama, dia pernah membuat miniatur harley davidson, hanya berbahan tiga sendok dan dua garpu! Sempat dipasarkan ke Bali hingga ada seseorang yang tertarik untuk mengajaknya bekerja sama. Tapi, dia tidak sanggup karena diminta membuat miniatur moge itu dari bahan stainless steel. “Mahal di bahan, Mas,” katanya.

Kedua, membuat guci berbahan nasi dan koran! Hah? *Biasa, saya selalu menyertai efek terperangah yang tidak dibuat-buat – pertanyaan untuk Firman: udik-kah ini?* Bagaimana cara membuatnya? Dia pun tidak pelit berbagi resep pembuatannya. Saya hanya mencatatnya di dalam otak. Kelebihan guci ini, kata Mas Arif, adalah tidak mudah pecah, lebih ringan, dan proses pembuatannya tidak seribet guci berbahan tanah liat. Gila! Pelajaran entrepreneurship gratisan!

Nah, produk kreasinya yang ketiga dan mengundang decak kagum saya adalah kursi koran. What? Kursi koran? Kursi berbahan koran, gitu? Betul! Dia pun menganalogikan kursi korannya dengan sapu lidi. Satu batang lidi akan lebih mudah patah ketimbang seikat lidi. Begitu pula dengan kursi koran itu. Korannya digulung-gulung, kemudian dibuat ikatan yang lebih besar dan disusunlah menjadi sebuah kursi. Katanya, kursi ini bisa menahan beban hingga mendekati 1 kuintal. Koran, caaaak!!!

Sungguh, pelajaran yang sangat berharga dari orang-orang yang saya temui di dalam kereta. Mereka adalah guru-guru saya, dari sebuah universitas bernama KEHIDUPAN.

Iklan

9 thoughts on “Four People I Met in The Train (Pengrajin Bambu yang Menyulap Sendok dan Garpu jadi Harley)

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s