Heh, Udik!!!

“Heh, Udik!!!”

“Duuuuh… Ngapain sih ke Lombok? Emang di Lombok ada apanya siiiiiiiiiiiiihhhh?!!!”

“Eh, di Lombok ada listrik nggak siiih? Mana ada AC di sana!!!”

“Kalo orang Lombok ngomong, pasti kayak gini…auoauaoaoaoaauaoaoaoaoaoa!!” (sambil menirukan gaya Tarzan).

“Ntar Lombok aku tenggelamin lho!”

Itulah sebagian dari untaian kata-kata mutiara yang dirajut oleh salah seorang teman saya. Saya, awalnya, sempat tersinggung dengan ke-sarkastik-annya. Saya sempat mencibirnya dalam hati, ini anak, geografinya kok cetek banget ya? Katanya mau jadi duta besar, gimana sih? Indonesia, negerinya sendiri, nggak paham? Paraaaahhh…

Tapi, setelah saya mengenal sosoknya lebih dekat, saya pun paham. Dia memang tipe orang yang keras kepala. Mau menang sendiri. Berdebat dengannya, ibarat menghadapi kusir. Bikin capek saja. Sepertinya, dia memiliki kepuasan tersendiri jika bisa mengalahkan lawan bicaranya. Meskipun, jujur, seringkali argumennya tidak berdasar. Yang penting, menang penampilan dan nada suara bisa memecahkan kaca jendela!

Saya pun nantangin dia untuk melihat Lombok secara langsung. Liburan kali ini saya mengajaknya ke daerah asal saya tersebut. Dia menolaknya, meski sempat ragu-ragu di awal. Tapi, untung dia menemukan alasan yang tepat: liburan kali ini gue umrah. Begitulah. Alasannya itu lumayan jadi benteng pertahanannya agar saya tidak mengusik ke-anti-Lombok-annya itu!

Ya, dia memang mengaku lebih suka tinggal di kota, ketimbang hidup di desa. Dia tidak bisa hidup tanpa kehiruk-pikukan kota. Dia tidak bisa nyaman kalau tidak AC di kamar. Dia tidak bisa… diajak hidup udik!

Masing-masing orang berbeda. Meski kadang seringkali terlibat percekcokan ala orang kota dan orang udik, entah kenapa… saya menikmatinya!!!

Semoga keinginanmu jadi duta besar, bisa tercapai! Amiiin….

Iklan

22 thoughts on “Heh, Udik!!!

  1. dek,paksa aja dia main ke lombok.pasti betah dia.belum tau dia indahnya pulau lombok.Sy juga dulu sering di bilangin ma temen2 kalo lombok tu *primitif island*

  2. @kak ida:ya, tapi dia punya semacam keterbatasan bwt pergi jauh2. apalagi kalo prjalannx gak pake psawat. Ya, next time, akan sy ajak lg dy.Memang Lombok di bagian2 tertentu primitif, tapi pikiran jgn sampe primitif dunk :p

  3. @mbak leila: because he was feel nobler than me. lebih tinggi derajatnya. so, i conclude, he was so arrogant. tapi, dia bilang di suatu kesempatan: I’m just kidding. Tapi, selese bilang bgtu, dia ulang lg sikapnya itu. Nah, lho!

  4. @bang salim: yeah, that’s the key. Tapi, ni anak skeptisnya tinggi banget. Makanya, tiap dy ngeyel2, saya nyerah. Capek jelasinnya. Mending langsung liat sendiri aja.

  5. Huaaaaaaaa…Tunggu ya saya jadi manajernya Garuda. Hahahaha…Kenapa gak bekpeking aja dari Borneo? Hihihihi… *bayangin mbak mina nenteng tas Prada doang*

  6. Emg ada yg ga thn dg tempat yg msh alami. Sebgs n seindah apapun akan menyiksa bg mrk yg mgidolakan produk modern. Tp kan ada pilihan kata2 yg tepat, yg ga mlukai hati org lain. Dia kalo mo jd diplomat mesti belajar komunikasi yg efektif dulu kali?

  7. @mbak sitta: nah, ini yg prlu sy garis bawahi: KOMUNIKASI YANG EFEKTIF. Satu lagi, KOMUNIKASI YANG ELEGAN BERWIBAWA. Saya pun kdg2 menyinggung dua hal yg bertolak belakang dari dirinya trsbt. Semoga dia tersadar.

  8. lafatah said: Huaaaaaaaa…Tunggu ya saya jadi manajernya Garuda. Hahahaha…Kenapa gak bekpeking aja dari Borneo? Hihihihi… *bayangin mbak mina nenteng tas Prada doang*

    gak ada garuda sby-bjm hehehehe…. hmmmm bekpeking dari borneo? trus berenang? :p

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s