Kerucut Ramadhan


Malam keduapuluh delapan Ramadhan…

Dari sebuah kamar di sebuah rumah mepet sawah, kupandangi bulan yang makin mengerucut di bentangan langit. Susut, menyabit, dan aku tahu…dua hari lagi akan menghilang, tergantikan oleh bulan baru. Syawal.

Ramadhan telah terjalani. Akankah hati ini senang gemilang?

Aku akui, rasa senang itu ada. Tak mampu kutampik. Satu syawal akan menjadi momen indah yang selalu dinantikan. Perjalanan tiga puluh hari meraih cinta-Nya akan berujung pada sebuah kemenangan. Kemenangan yang memiliki beragam definisi, tergantung subjek yang menjalani Ramadhan. Kemenangan yang nyatakah? Ataukah hanya ‘kemenangan fisik’ semata?

Rasa sedih akan ditinggalkan oleh bulan suci penuh berkah ini, juga ada. Sedih. Amalan yang belum maksimal. Ibadah yang belum ‘rapi terjilid’ untuk dipersembahkan pada-Nya. Bahkan, ada kemungkinan, tiada jauh beda dengan bulan-bulan biasanya. Berjalan di tempat. Tiada yang patut dibanggakan. Apalagi jika berkaca pada ibadah shaum tahun-tahun yang lampau. Miris. Sedih.

Dilema itu menyerangku. Akankah berbahagia ataukah bermuram durja? Patutkah bersenang sentosa ataukah menyesal yang tak ada guna? Sebuah pilihan harus diambil. Menjalani dua pilihan yang ada, itu juga sebuah pilihan.

Bulan yang sabit makin tenang berlayar menuju haribaan-Nya. Makin menciut di ujung langit. Detik-detik jam dinding yang bunyinya memantul di penjuru kamar, makin menggerus nyala Ramadhan. Kuncup…kuncup…meredup.

Saat syawal tiba nanti, aku berharap lilin di hatiku tak padam. Mumpung masih tersisa dua hari, semoga korek itu bisa kutemukan. Lalu, lilin itu kembali kunyalakan. Kujaga cerlang apinya. Agar imanku terus terjaga. Tak habis dimakan rayap-rayap peradaban.

Mari kita saling mendoakan!

*image taken from google*

Iklan

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s