Perjalanan Intertekstual


“Sedang dalam lawatan ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur nih”


“Keren… Kepulauan Solomon bagus banget ya?!”

“Menikmati sajian asyik khas negara-negara Nordic.”

Itulah beberapa kalimat yang muncul di kepala saya saat mengikuti kelas MBP Eropa dan MBP Australia, Timor Leste, dan Pasifik Barat Daya. Seakan-akan saya dan teman-teman yang mengambil mata kuliah tersebut, diajak jalan-jalan, menikmati detil negeri-negeri jauh. Meskipun tentu saja, aspek politik, sosial, budaya, kebijakan pemerintah, dan ekonominya yang mendapat porsi dominan. Sementara tempat-tempat indah, sajian kuliner, dan derivat-derivat pariwisata lainnya tidak begitu banyak dibahas. Ya, bisa dimaklumi.

Sebenarnya, saya sendiri menuliskan beberapa status di atas di facebook sebagai upaya menghindari kesuntukan menggarap jurnal-jurnal kuliah. Dari tujuh mata kuliah yang saya ambil semester ini, lima di antaranya menugaskan mahasiswa membuat jurnal. Beragam corak jurnal, mulai dari metodologi analisis HI, bisnis internasional, organisasi internasional, MBP Eropa, dan MBP Australtimlespas. Dua terakhir yang agak saya favoritkan. Sementara yang lainnya membuat kepala ini agak nge-dance sedikit. Tak heran kalau tunggakan jurnal saya, terlebih untuk metodologi dan analisis HI, cukup menumpuk. Padahal Senin lusa, UTS sudah dimulaikan! Dan, tugas jurnal harus dikumpulkan hari itu juga.

Daripada ngos-ngosan kejar-kejaran sama jurnal, mendingan saya menulis ini dulu deh. Saya terinspirasi membuat judul tulisan dari seorang kawan yang berkomentar pula di FB saya. Ya, dia mengomentari status-status a la kalimat-kalimat awal tulisan saya ini dengan menyebut frasa “intertextual traveling” alias perjalanan melalui teks atau bacaan. Saya pun mengangguk-angguk, tanda setuju. Sementara kita belum bisa menapakkan fisik kita di berbagai tempat yang sedang kita baca, setidaknya imajinasi kita telah berada di sana. Membayangkan diri bermain ski di Pegunungan Alpen, menikmati cokelat produksi Swiss, mengunjungi kastil-kastil indah di Norwegia, berperahu di danau-danau negara Islandia, berjemur di pantai bagian selatan Italia, menyelam menikmati keindahan terumbu karang di pulau-pulau kecil sekitar Pasifik Selatan, dan banyak lagi.

Memang, dalam perkuliahan saya, tidak melulu membahas hal-hal indah seperti itu. Sebab, 80% yang saya pelajari adalah masalah politik, dengan komposisi 80% high-politics, seperti pertahanan dan keamanan dan sisanya low-politics, semisal ekonomi, budaya, sosial, dan sejenisnya. Tapi, tetap saja, semuanya bakal berkelindan pada urusan politik. Jadi, HI bukan saja belajar bahasa asing yang memang artikel-artikel dan pengantar kuliahnya menggunakan bahasa Inggris. Namun, materi yang dipelajari lebih dari itu. Inilah yang sempat membuat saya shocked di semester-semester awal karena praduga yang meleset jauh. HI itu setidaknya memiliki empat basis kompetensi yang diharapkan ada pada lulusannya, yakni manajerial, komunikasi, strategik, dan apalagi ya…(lupa!) *dezigh*

Oke, inilah sekelumit ocehan intertekstual a la saya. Mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang kurang mantap (jaya). Salam!

*picture is taken from http://www.flights.com/pics/safe-travel.jpg*

Iklan

5 thoughts on “Perjalanan Intertekstual

  1. lafatah said: Daripada ngos-ngosan kejar-kejaran sama jurnal, mendingan saya menulis ini dulu deh

    *tersenyum simpul baca kalimat ini, Tah.Memang, ya?Ada yang menganggap bahwa menulis itu sebagai beban.Tapi buat orang macam kita-kita ini (alah, pake kita lagi! *grin) justru aktivitas menulis itu bisa menjadi oase dari kesuntukan sehari-hari ya, Tah?

  2. Wuaaaah… betul sekali! Setuju banget, Mbak!Menulis itu jadi penyaluran emosi yang paling elegan!hehehe.. Selain tidur, makan, dan jalan-jalan, tentunya 😀

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s