Menjadi Sahabat Rakyat

Tulisan di bawah ini saya buat dalam rangka Lomba Menulis Surat untuk Presiden yang diadakan oleh Pewarta Indonesia. Pemenangnya memang sudah diumumkan di sini dan saya tidak mendapat nominasi apa-apa. Namun, tidak ada salahnya saya membagi surat saya tersebut di blog ini.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang saya hormati.

Sebelumnya, saya mengucapkan SELAMAT, atas terpilihnya Anda berdua sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2009-2014. Saya senang sekali
Indonesia telah kembali memilih pemimpinnya dengan jalan damai, demokratis, dan jujur.
Anda telah dipilih, ini berarti rakyat Indonesia menaruh kepercayaan sekaligus harapan yang
besar pada kinerja Anda nantinya. Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa membimbing
Anda dalam mengarahkan bangsa ini ke jalan yang lebih baik. Amin.

Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang saya cintai.

Telah 64 tahun bangsa kita merdeka. Orde demi orde telah dijalani bangsa ini. Beragam kisah suka maupun duka telah mewarnai perjalanan bangsa yang memiliki nama indah ini. INDONESIA. Sembilan huruf. Jumlahnya ganjil. Tidakkah ini anugerah? Sebab, Tuhan sendiri ganjil dan Dia menyukai hal-hal ganjil. Tentu saja, yang saya maksudkan ‘ganjil’ di sini bukanlah hal-hal yang aneh. Bukan begitu, Presiden dan Wakil Presiden?

Saya yakin, Anda pasti bangga menjadi pemimpin sebuah bangsa yang dianugerahi Tuhan. Bangsa yang besar dan tersebar sepanjang khatulistiwa dengan limpahan sinar matahari yang membuat iri negara-negara bermusim empat. Sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi Anda karena memimpin negara dengan etnis yang banyak, tentu saja dengan beraneka rupa kepentingan pula. Saya, sekali lagi bangga, Anda telah berhasil membuat rakyat Indonesia jatuh hati. Anda telah sukses meyakinkan kami akan adanya masa depan Indonesia yang lebih baik jika dipimpin oleh Anda.

Presiden dan Wakil Presiden yang saya sayangi.

Jujur, di lubuk hati saya terdalam, saya ingin sekali melihat bangsa kita hidup makmur, adil, dan sejahtera. Saya geram melihat bangsa lain yang seenaknya mempermainkan bangsa kita. Para pahlawan devisa kita yang disiksa, beberapa atlet kita yang dipecundangi, warga negara kita di luar negeri yang hidup terlunta-lunta karena tidak adanya jaminan perlindungan dari pemerintah kita sendiri. Itu beberapa hal yang dilakukan oleh bangsa lain pada beberapa warga negara kita. Geram saya itu belum seberapa bila dibandingkan dengan kelakuan para petinggi di negeri ini pada rakyatnya sendiri.

Di sela-sela kesibukan Anda, Anda pasti sesekali menyempatkan diri menonton televisi, membaca berita di koran, atau membuka situs-situs informasi di internet. Bukan berita namanya kalau berisi hal-hal yang menyenangkan saja. Keluhan demi keluhan dari rakyat Indonesia pasti telah Anda ketahui dan dengar dari orang-orang sekitar Anda. Apa arti semua itu, sebenarnya?

Presiden dan Wakil Presiden yang cerdas dan saya kagumi.

Itu artinya, rakyat Indonesia butuh sandaran, pijakan, perhatian, juga limpahan kasih sayang. Ibarat remaja yang ingin curhat mengenai hubungannya yang kusut dengan sang pacar. Seperti itulah bangsa kita. Dan, sang remaja akan lebih enak dan terbuka jika yang dicurhati adalah sahabatnya sendiri. Sahabat yang bisa jadi sebaya dengan dia, bisa pula sahabatnya itu adalah orang tuanya sendiri.

Saya akan sangat bahagia jika Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia bisa seperti itu. Bisa menjadi sahabat bagi rakyatnya. Bisa menjadi orang yang rela dan ikhlas mendengarkan keluh-kesah rakyatnya. Tentu saja, rakyat tidak menginginkan Anda sebagai pendengar setia saja. Rakyat juga butuh aksi yang nyata, jelas, tepat, dan terarah. Itulah sebabnya rakyat memilih Anda berdua. Sebab, Anda dinilai mampu untuk melakukan itu semua.

Presiden dan Wakil Presiden yang telah saya rindukan kehadirannya.

Saya sadari, memenuhi semua harapan masyarakat Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Sebab itu adalah pekerjaan Tuhan. Sebagai manusia biasa, hanya mampu berusaha semaksimal mungkin.

Saya pribadi, terkadang memiliki keinginan yang muluk untuk bisa membahagiakan sahabat-sahabat saya. Dengan cara apapun yang bisa saya lakukan. Namun, saya disadarkan oleh satu kenyataan bahwa saya hanyalah manusia biasa. Saya juga punya kepentingan. Saya juga mengharapkan perlakuan yang sama dari sahabat-sahabat saya. Bukankah sebuah hubungan akan lebih langgeng jika dua pihak yang terikat di dalamnya saling bersinergi? Lalu, ada energi cinta yang merekatkan keduanya sejak pertama hingga akhirnya nanti.

Surat saya ini, pada intinya, mengharapkan Anda berdua bisa menjadi sahabat yang baik bagi rakyat. Bukan sahabat yang hanya mengenakan topeng sahabat. Bukan pula sahabat yang diam-diam menikam dari dalam. Bukan! Karena rakyat Indonesia telah menaruh kepercayaannya pada Anda untuk menjadikan mereka sebagai sahabat. Karena rakyat Indonesia telah yakin Anda adalah sahabat yang tepat, terbuka, jujur, suka menolong, dan menerima rakyat Indonesia apa adanya. Jika hubungan persahabatan ini bisa terbina dengan baik, saya yakin hasutan-hasutan dan godaan-godaan yang berasal dari luar bisa kita halau bersama. Indonesia yang maju, makmur, adil, dan sejahtera, bukan lagi menjadi angan-angan atau ilusi belaka.

Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang saya cintai.

Inilah sepotong surat yang bisa saya tuliskan untuk Anda. Saya haturkan jutaan maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Saya hamparkan ribuan terima kasih atas kesediaan Anda berdua untuk membacanya.

Sekian.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaraakatuh.


Surabaya, 4 Juli 2009.

Iklan

9 thoughts on “Menjadi Sahabat Rakyat

  1. masfathin said: Ya ampuuuun!! *tepok jidat* kenapa ya aku ini, kok pada kelewat semua lomba-lomba, huaaaa… Maaf OOT Tah ;)Setuju sama isi suratnya Fatah 🙂

    Hehehe.,… ayo, Cek Yan! Dijajal lomba-lomba yang banyak bertebaran…lumayan euy… pengalamannya dapet. kalo pun menang, alhamdulillah…

  2. uniquepoenya said: Kereeeen isi suratnyaaa…

    Terima kasih, Mbak.JIka saya tilik judul surat para pemenang, jauh lebih berisi ketimbang surat saya ini :))

  3. lancangkuning said: suratnya keren. sederhana tapi ngena banget. kenapa ga dikirim langsung ke presiden aja kak? cobain deh dikirim ke menkominfo, barangkali diteruskan ke presiden 😀

    kirim ke menkominfo??? saya tidak tahu alamat emailnya. atau cari di situsnya aja kalee ya??? hehee… thanks, Dek! Sering ikutan lomba nulis juga kan, Dek?

  4. meylafarid said: kalau sy bikin surat serupa, inti isi suratnya kurang lebih sama dengan isi surat ini deh..

    Mbaaaaaaaakkk…Kenapa ngilang dari jagad MP???Sibuk ya???Ato sekarang udah ganti ‘status’???

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s