Dia Larut dalam Darahku!

Sebutir debu. Melayang. Sedetik kemudian meledakkan semesta.

Matanya mengincar. Mencari musabab. Aku tertawa dari sini. Alasannya
kusembunyikan di bawah kelopak mataku.

Dia meraung. Debu itu! Semestanya telah sirna. Hanya sepi yang sangat
dalam. Hanya gelap yang teramat terang!

Aku tak henti jua tertawa. Sungguh lucu melihat sebutir debu itu
kebingungan. Debu yang banyak alpa.

Aku memanjat ke tebing ruang yang hanya aku saja memahaminya. Pegal
juga duduk berlama-lama. Akan menarik jika melihat sesuatu dari sudut
berbeda yang tak biasa.

Debu itu aku permainkan. Dia berputar-putar. Kesana kemari. Padahal
sebenarnya dia berada di titik yang sama.

Debu dan titik koordinat. Mereka menjalin konspirasi sampah. So old
trick! Debu yang tidak kreatif.

Bermilyar waktu kuhabiskan. Hanya demi menyaksikan sebutir debu itu.
Tak tahan, aku tahan.

Kuserap dia. Debu itu. Dia larut dalam darahku.

*am I sure-alis?*

Iklan

14 thoughts on “Dia Larut dalam Darahku!

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s