Gue Uloh Loh!

Huahahahaha…
Saya pengen guling-guling deh ketawa *alay*
Gara-gara sms dari seorang kawan duluuuuuuuuuu…semasa Madrasah Ibtidaiyah. Tiba-tiba masuk ke inbox saya. Berikut cuplikannya. Check it out! *saya tidak perlu menyingkat-nyingkat sms-nya, agak memusingkan*

#1 Assalamu’alaikum warahmatullahi. Selamat malam, kawanku, Patah yang tercinta. Apa kabarnya, kawanku?

#2 Masa lupa sama teman sekolahnya yang di MI dulu?

#3 Apakah kamu perlu tahu nama saya, Patah?

#4 Oke. Nama gue Uloh loh. Suka ngajarin kamu nulis lo…

Di sms keempat ini, saya langsung ngakak!!! Yayaya… Dialah Uloh, kawan yang dulu badannya paling bongsor di kelas. Maklum, sudah kelas tiga MI, dia out, tapi akhirnya masuk sekolah lagi dan memulai dari kelas satu. Wew!!! So, tidak mengherankan jika kemampuan baca tulisnya berlangkah-langkah lebih maju dari kami, para bocah yang lebih pantas dia anggap sebagai adiknya.

Ya, Uloh! Saya ingat sekali dengan sosok itu. Dulu, sewaktu masih duduk di kelas 1 MI, saya sempat mengemis-ngemis minta diajarin menulis. Kompensasinya? Saya memberikan dia duit!!! Dia tentu saja senang Saya? Meringis. Nggak cuma saya seorang. Sebab, teman-teman lain banyak juga meminta ‘pertolongan’nya untuk diajarkan menulis. Uloh-nya kecanduan sering ditraktir duit atau makanan…

Memang, saya akui, tulisan Uloh itu bagus sekali. Pelajaran membaca dan menghitung, dia jelas jagonya. Pak guru pun sejak awal menunjuknya sebagai ketua kelas kami. Mendapat kehormatan, kami yang kecil-kecil kayak kurcaci, dijadikan babunya . Tapi, sejauh itu, saya mengenalnya sebagai orang yang bertanggung jawab. Meskipun tentu saja, kadang bertangan besi… hahahah…

Ulooooh… Ulooooh… Pesan singkatnya yang tiba-tiba masuk. Bahasa sms-nya yang lucu. Dan, Ya Allah… ‘Monas telah pindah ke Lombok!’ Pake gue-gue. hahahaha…

Hmmm… Anaknya sekarang berapa, ya??? Bales ah, smsnya…

Iklan

20 thoughts on “Gue Uloh Loh!

  1. lafatah said: saya sempat mengemis-ngemis minta diajarin menulis. Kompensasinya? Saya memberikan dia duit!!! Dia tentu saja senang Saya? Meringis. Nggak cuma saya seorang. Sebab, teman-teman lain banyak juga meminta ‘pertolongan’nya untuk diajarkan menulis. Uloh-nya kecanduan sering ditraktir duit atau makanan…

    Wah!Nanti kalau Fatah sudah bikin buku sendiri, Uloh ini salah satu yang wajib dihadiahi cetakan pertamanya kayaknya :).

  2. Hehehe… Iya, yak!!!Dan, tadi dia kembali menghubungi saya. Kali ini via telepon. Dan tau dia minta apa, Mbak? “Kaos bola Persebaya!”Saya sih langsung ngakak-ngakak lagi :DYeah… semoga harapannya terkabul πŸ™‚

  3. imazahra said: Hihihi. Kok sama ya, aku sama temen2 SD juga dipanggilnya Patimah, hehehe πŸ˜€ Bukan Fat or Ima πŸ™‚

    Nah, justru beberapa teman di kampus manggil saya “Fat”…dan beberapa lagi lainnya manggil “Tah” atau “Atah”…Yang “Patah” atau “Fatah” juga berimbang :DD

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s