Obrolan Poligami

Jiaaaaaah… Kayak orang yang udah berumah tangga saja. Tapi, sebuah status yang diposkan oleh seorang teman, anak Univ. Al-Azhar Jakarta, membuat saya terpancing untuk berkomentar di FB-nya.

Jika ada argumen saya yang salah, mohon diperbaiki…

Here’s the recap!

===========================================================

Rengga Dina :“What do you think about POLIGAMI? Post your comment below *big grin”

Nyi Ayu Amalia
PoliGami it beristri lebiH dr 1. Bs 2,3,mpe 4.
Ini d sahkan dlm alquran…
Hemm jd ya gmslh lah..hoho. Oh ia *syarat dan ketentUan berlaku

Lalu Abdul Fatah
Poligami? Hal itu bukan kewajiban, bukan pula hal yg dilarang dlm agama. Hukumnya, boleh. Dgn syarat, harus mampu berbuat adil bagi istri2nya. Smentara bnyak orang menggugat definisi keadilan seperti apa… Hal ini hanya bisa ditakar oleh, baik si suami maupun istri2nya. Pun, jikalau si istri tua tidak merasakan keadilan itu, maka suaminya berdosa. So, sblm poligami, lebih baik dimufakatkan dulu dgn istri tua… Yeah, IMHO ๐Ÿ™‚

Lalu Abdul Fatah
Jadi, tak ada masalah dgn poligami. Pun kalo di kemudian hari timbul masalah, menurutku, si pelakulah yg perlu dipersalahkan krna ia tidak menjalankan poligami dgn benar… :))
*diskusi yg seru, semoga*

Lalu Abdul Fatah
So, poligami bukanlah sebuah bentuk penindasan atau penjajahan laki2 atas kaum perempuan. Poligami adalah pilihan… Tuhan juga tidak salah dalam hal ini. Kenapa? Di dalam firmanNYA sendiri, DIA telah mengantisipasi hal itu. Maksudku ‘hal’ adalah kecenderungan laki2 untuk memiliki keinginan pada lebih dari satu sosok… Dan, DIA menjembatani keinginan itu melalui poligami. Jika kamu diminta memilih, membiarkan suamimu bergaul dgn pelacur ataukah menikahi perempuan lain, mana yg kmu pilih???

Lalu Abdul Fatah
Eh, sebenarnya kamu mempertanyakan POLIGAMI atau POLIGINI sih? Soalnya, persepsiku langsung tertuju pada bolehnya laki2 beristri lebih dari satu dan itu adalah POLIGINI. Parahnya, kata POLIGAMI seolah2 sudah melekat pada sosok laki2. POLIGAMI kan sebenarnya merujuk pada laki2 dan juga perempuan… Hohoho… *maaf ya kalo aku lancar ngocehnya, coz ne baru bangun tidur dan otak masih seger*
:p

Lalu Abdul Fatah
Haloooo… Rengga. Please, your rebutal or comments… Hihihi

Nyi Ayu Amalia
@abdul, apa mxdny poligami merujuk pd laki2 dan perempuan?

Lalu Abdul Fatah
POLIGAMI itu istilah umumnya. Kalo si laki2 yg beristri lebih dari satu, istilahnya POLIGINI. Nah, kalo si perempuan punya suami lebih dari satu, istilahnya POLIANDRI.

Nyi Ayu Amalia
Oh gt ia, dpt drmana poligini?emg ad dlm alquran?

Rengga Dina
Maaf yah commentnya telat. Sambil ngerjain tugas soalnya ๐Ÿ˜€
@Fatah: Sebelumnya, kasi aku short explanation tentang POLIGINI. Trus bukannya kalo POLIGAMI itu buat laki-laki ya sedangkan kalau buat perempuan adalah POLIANDRI? Di dalam firmanNya tepatnya di mananya? Apakah menurut kamu cara Tuhan mengantisipasi itu sudah baik? Kalau aku diminta untuk … See Morememilih apakah membiarkan suamiku bergaul dengan pelacur atau menikahi perempuan lain aku akan balik bertanya sama si penanya: “Pertanyaan anda nggak fair, kok kalau pelacur bergaul sedangkan permepuan menikahi? Kata bergaulnya ambigu lho!”
@Ayu:Umm…beneran disahkan dalam al-qur’an? Ayat berapa?

Lalu Abdul Fatah
istilah poligini gak ada dlm Al-Qur’an. Coba kamu cek di google, istilah ini dimunculkan oleh siapa… Ditilik dari katanya sih, ini istilah Latin. Just check it out more!

Nyi Ayu Amalia
Ad d surat annisaa’ ayat 3.
CobA D bCa trus d pahamin artiny reng…

Rengga Dina
@Fatah: Kok cuma satu pertanyaanku yang dijawab?

Lalu Abdul Fatah
Rengga, search dunk di google tentang poligini. Ada kok. Bener katanya Ayu, di Q.S. An-Nisa ayat 3. Oke, kalau aku balik bertanya… Jika cara Tuhan mengantisipasi hal itu tidak baik, lantas…buat apa menjadi Tuhan? Maksudku, DIA mahasempurna selaiknya apa yang tertampil dlm firman2NYA… Oya, bergaul di sini aku artikan sebagai sex intercourse…mau itu dgn pelacur ataupun perempuan yg profesinya bukan pelacur…

Rengga Dina
@ Ayu: โ€œDan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. … See MoreDemikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniayaโ€ (An-Nisa` 3) masih di surat yang sama, ayat 129: โ€œDan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikianโ€ฆ”

Btw yu, gw lebih suka memandang dari segi kemanusiaan bukan agam tertentu, karena poligami sudah ada sebelum agama islam disebarkan :D. So, kalau kamu adalah seorang istri apakah kamu rela suamimu menikah lagi?

Nyi Ayu Amalia
@rengGa…mungkn mxd c fatah “bergaul”it berSENggama dgn pelaCur… Jd ya lbh bAik menikahi perempuan dgn cAra yg telah d halal kan dlm syariat islam..


Rengga Dina
Tapi di surat An Nisaa ayat 129 (lihat di atas, aku post artinya) dijelaskan bahwa manusia tidak akan sepenuhnya dapat berbuat adil… Mungkin memang Tuhan telah mengantisipasi dengan baik, tapi kenyataannya dampak yang dihasilkan dari berpoligami tidak selalu baik. Bahkan ada yang melakukan poligami supaya bisa bersenggama dengan cara yang … See Moredihalalkan (jadi gampangnya, dari pada zinah dan udah “kebelet” mendingan nikah aja, jadi gak dosa)… kalau begitu gimana? Kalau interpretasi orang terhadap firman Allah SWT saja masih beragam, akan banyak kemungkinan dilakukannya distorsi terhadap apa yang dimaksud oleh Tuhan.

Lalu Abdul Fatah
@Rengga: memang, temanku yg perempuan jika ditanya ttg poligini, pendapat mereka rata2: tidak rela dipoligini! Well, kalo kamu, misalnya, tidak ingin dipoligini, ya sudah. Tell your husband bout your disagreement… Selesai! Dia tetap ngeyel, kamu juga punya hak tho untuk tidak diduakan… So, banyak orang menjustifikasi Islam buruk hanya gara2 pandangannya pd poligami. Tapi, aku yakin kamu tidak kyk gitu kok… ๐Ÿ™‚

Nyi Ayu Amalia
Ia ga mau lah, tapi,aq sbg istri harus bs brcermin, dmN aq bs liat seberapa byk kekurgn yg aq miliki, dan it yg akan jd pertimbgn k dpan reng…
Hemm….ph. BegitU.

Nyi Ayu Amalia
Intinya aq selalu brPegang pd alquran!krna smw mslh y jwbnny ad d alquran. It yg ngebuat aq tenang.
=D

Rengga Dina
@ Ayu: Kalau kamu sebagai istri bisa bercermin, seharusnya suami kamu kelak juga bisa bercermin kan? Manusia memang makhluk yang sempurna, namun harus disadari bahwa tetap ada kekurangan. Aku kok baca comment kamu trus aku ngerasanya sosok suami itu adalah lelaki yang punya mind set bahwa manusia adalah makhluk yang sangat sempurna di mana terlalu … See Morecongkak untuk bercermin ya? Alhamdulillah kalau sudah tenang… kalau aku sih masih perlu pemahaman yang lebih lanjut terhadap isi Al-Qur’an sehingga tidak akan salah mengaplikasikannya dalam kehidupan ๐Ÿ˜€

Lalu Abdul Fatah
Aku kutip kata2mu: “kenyataannya dampak yang dihasilkan dari berpoligami tidak selalu baik. Bahkan…blablabla…” Kamu punya data ttg itu? Coba tanyakan pada perempuan2 yg dipoligami, apakah mrka menyesal atau marah atau merasa inferior? Ataukah sebaliknya? Lalu, cari tahulah ttg tokoh (aku lupa namanya, tapi dia dikenal luas krna punya lebih dari… See More 4 istri, orang Indonesia kok). Nah, gimana sih pendapat istri2nya dia trhadap si suami itu… Btw, kalo kamu bilang kalo ada laki2 melakukan poligami untuk menghalalkan senggamanya, lalu apa? Dan, kenapa pihak perempuan yg jadi istri tua (let’s say) juga tidak memikirkan: kenapa suamiku berpoligami?

Nyi Ayu Amalia
Bener reng, kita hrus lbh paham apa arti dr ayat2 yg ad dlm alquran. Aq setUJu kL qt lbh perdalam smw it lwt dskusi sPrti ini. Tapi hati2 reng,jgn sMpe qT jd orG yg brfkr sekuLer!


Lalu Abdul Fatah
Setuju sama Ayu. Bila perlu kita melakukan cover many sides (seperti semboyannya wartawan). Tapi, lantas bukan bermaksud untuk mencampuradukkan banyak sisi tersebut. Kebenaran selalu satu.

Nyi Ayu Amalia
=D
pasti bloM puas ia rengGa?

Rengga Dina
@Fatah: Soal data, aku punya teman-teman yang ibunya dipoligami dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, inferior udah pasti karena di otak mereka menari-nari sebuah pertanyaan: “Mengapa saya di poligami?” Trus aku tanya sama kamu, alasan paling mendasar apa bagi seorang lelaki atau bahkan kamu ketika menjadi suami untuk melakukan praktek poligami? He’s a jerky-ass! Memanfaatkan kata-kata sesuai syariah dengan menikah supaya gak zinah… Trus dasar apa yang dipake dia menikahi wanita itu?


Lalu Abdul Fatah
@rengga: yup, manusia itu sempurna sebagai manusia. Kaum laki2 juga harus bisa bercermin, berpikir panjang, dan memahami perempuan. *when i type this, i feel this life’s wonderful* hehe

Rengga Dina
@ Ayu: Apa yang salah dengan berpikir sekuler?

Nyi Ayu Amalia
MenuruT aq yah,
buat ap qt bragama,tp mengaCuhkan ap yg tlah d perintahkan dlm ajran agama qt.

Lalu Abdul Fatah
@rengga: alasanku adalah karena aku suka wanita itu. Itu alasan Mendasar dan jujur serta alasan yg normal. Jadi, jikalau kelak aku berpoligami, aku tidak mau memelintir syariat yg membolehkanku poligami. Kalo aku ditanya, bisa adil apa gak nantinya, aku jujur belum tahu. Allah mahaadil, DIA mahatahu…

Lalu Abdul Fatah
Sekuler? Kenapa nggak? (bukan berarti aku pendukung sekulerisme lho ya). I mean that kalo dgn berpikir sekuler, kamu bisa menemukan dan memandang dgn lebih jelas agamamu, kenapa nggak? Mungkin dgn brpkir skuler, akhirnya kau bisa mencari which is called “the truth”… Pandanganmu trhdp khdupan duniawi mkin jelas, dan pndgnmu trhdp khdpun akhirat jg jdi jelas… Just be balance.

Iklan

25 thoughts on “Obrolan Poligami

  1. kalo ngomongin poligami, aku paling suka penjelasannya Miranda Risang Ayu dalam Mencari Senyum Tuhan.”Dalam hubungan perkawinan dengan kepemimpinan laki-laki, menurut hemat saya ada empat sistem. Pertama, ada sistem monogami mutlak; kedua, monogami dengan perkecualian; ketiga, poligami dengan perkecualian; keempat, poligami mutlak…….” (hal.115)Lalu dijelaskanlah arti dari masing-masing sistem tersebut. Setelah mba miranda menikah dan suaminya menikah lagi. akhirnya inilah yang beliau pilih.”….Saya ingin menjadi tua berdua saja, saling menertawakan sulitnya mengurus pasangan, biar hanya seorang, dan bersyukur. Memetik tiga-empat bunga itu indah, tetapi menumbuhkan sekuntum bunga dan tumbuh bersamanya, tidakkah itu lebih unik dan indah?” (hal.116)mau milih sistem yang mana, sepenuhnya menjadi keputusan si laki-laki dan perempuan. karena semuanya halal.dari beberapa artikel yang kubaca, iya, suka adalah alasan yang menyebabkan seorang suami menikah lagi..

  2. Aku terus terang menghindari perdebatan soal poligami. Males ah…mau muter-muter ke mana juga tanggapanku cuma satu: mau poligami? Langkahi dulu mayat gw heheehee

  3. kalau hemat saya, sebenarnya syariat Islam itu sangat peka konteks, termasuk poligami. Ada beberapa keadaan yang sebenarnya membutuhkan adanya poligami ini. Tapi kebanyakan dari pelakunya hanya menjadikan syariat ini untuk mngabsahkan apa yg dilakukannya apalagi selalu berdalih dengan kata sunnah [pikirku, kalau untuk ibadah sunnah kerjakan saja tahajud sampai rutin dulu :p]. Jika yang dimasalahkan adalah soal “keadilannya”, kebanyakan dari kita salah memaknai adil. Adil bukan setara dan berimbang. Adil itu sesuai kadarnya. jadi, sebenarnya tak ada masalah sama sekali dengan poligami ini. Saya pribadi jika kelak sang suami meminta izin utk poligami, akan saya persilakan. Untuk saya, apa yang saya miliki di dunia tak mutlak milik saya seutuhnya. Itu saja…! alasan simplenya lebih baik ditambah daripada dibuang…:D

  4. Kalo ngomongin ttg topik ini memang selalu rame.Saya jg waktu itu pernah buat status di FB, pdahal bkn ttg Poligami. cuma nulis “Kagum dgn Aa’ Gym”.Eh malah yg komen, ngarah2in ke topik poligami. Ya sutralah, saya ladeni.Rame jadinya …

  5. topik yang akan selalu hangat dan rame dibahas, sampai akhir zaman, mungkin :)baru beberapa minggu yg lalu dikelasku ada debat B. Inggris ttg poligami yg mana ujung2 berubah menjadi debat B. Indonesia saking serunyahihihi

  6. masfathin said: Uooo kamu ketahuaaan, selingkuh poligami (lagi) hehe. Obrolan yang gak ringan ^^

    Hahaha… selingkuh tentu jauh berbeda dengan poligami, right???Kalo ini ditimbang, kira-kira beratnya berapa yak? :p

  7. adearin said: Fataaah, pg2 sdh buat dahi berkerut…Sy tak melarang polgm, tp sy tak rela diplgm….:)

    Maaf ya Mbak…Bukan maksud saya membuat dahi Mbak berkerut :))Kalo Mbak tidak melarang poligami, berarti gpp yak orang lain poligami, asalkan bukan Mbak? ๐Ÿ˜€

  8. akhidirman said: makasih ya…obrolan yang menarik dan menambah wawasan

    Sama-sama, Bang.Menurut Bang Dirman sendiri terhadap poligami???Oya, kalo di Bima, tanggapan masyarakat terhadap laki-laki yang berpoligami, kayak gimana Bang?

  9. lovusa said: ….Saya ingin menjadi tua berdua saja, saling menertawakan sulitnya mengurus pasangan, biar hanya seorang, dan bersyukur. Memetik tiga-empat bunga itu indah, tetapi menumbuhkan sekuntum bunga dan tumbuh bersamanya, tidakkah itu lebih unik dan indah?

    Wow!!!Saya suka sekali bagian ini. Perumpaan yang digunakan pas sekali.Btw, Miranda Risang Ayu ini, penulis buku apa, Mbak???Kelihatannya, Mbak Gita ngefans sama beliau… :))

  10. lovusa said: suka adalah alasan yang menyebabkan seorang suami menikah lagi..

    saya sendiri mengetahui hal ini dari Catatan Cinta Seorang Istri-nya Mbak Asma Nadia (versi e-book)…Beliau pernah bertanya pada seorang bapak yang melakukan poligami, dan jawabannya adalah “Karena saya suka pada wanita tersebut!”Jadi, jika ada laki-laki di zaman sekarang yang berpoligami dengan alasan untuk melindungi si perempuan (layaknya pada zaman Rasulullah), sepertinya perlu dipertanyakan benar tidaknya… ๐Ÿ™‚

  11. bruziati said: Aku terus terang menghindari perdebatan soal poligami. Males ah…mau muter-muter ke mana juga tanggapanku cuma satu: mau poligami? Langkahi dulu mayat gw heheehee

    hahahaa…iya, Mbak Uci. Memang, ini masalah yang sensitif sekali. Apalagi bagi kaum perempuan…semoga rumah tangga Mbak langgeng selalu hingga akhir hayat nanti. Amiiin… ๐Ÿ™‚

  12. pondokkata said: kalau hemat saya, sebenarnya syariat Islam itu sangat peka konteks, termasuk poligami. Ada beberapa keadaan yang sebenarnya membutuhkan adanya poligami ini. Tapi kebanyakan dari pelakunya hanya menjadikan syariat ini untuk mngabsahkan apa yg dilakukannya apalagi selalu berdalih dengan kata sunnah [pikirku, kalau untuk ibadah sunnah kerjakan saja tahajud sampai rutin dulu :p]. Jika yang dimasalahkan adalah soal “keadilannya”, kebanyakan dari kita salah memaknai adil. Adil bukan setara dan berimbang. Adil itu sesuai kadarnya. jadi, sebenarnya tak ada masalah sama sekali dengan poligami ini. Saya pribadi jika kelak sang suami meminta izin utk poligami, akan saya persilakan. Untuk saya, apa yang saya miliki di dunia tak mutlak milik saya seutuhnya. Itu saja…! alasan simplenya lebih baik ditambah daripada dibuang…:D

    Iya, Mbak. Mungkin bisa dikatakan Islam adalah satu-satunya agama yang bisa menjawab dengan cerkas masalah-masalah kontemporer yang muncul. Sebab, at least telah ada dasarnya, baik yang tertuang secara tekstual dalam Al-Qur’an dan Hadist, maupun dari Ijtihad para ulama… Saya mengutip kata-kata Mbak: Apa yang saya miliki di dunia tak mutlak milik saya seutuhnya LIKE THIS!!!

  13. idonanda said: Kalo ngomongin ttg topik ini memang selalu rame.Saya jg waktu itu pernah buat status di FB, pdahal bkn ttg Poligami. cuma nulis “Kagum dgn Aa’ Gym”.Eh malah yg komen, ngarah2in ke topik poligami. Ya sutralah, saya ladeni.Rame jadinya …

    Iya, salah satu topik yang orang kebanyakan apatis, tapi juga memancing minat…Kalo saya sih pernah mengadakan polling kecil-kecilan via sma pada teman-teman, yakni tanggapan mereka terhadap “POLIPACAR”. Dan, rata-rata menolak!!! Hihihi…

  14. lancangkuning said: topik yang akan selalu hangat dan rame dibahas, sampai akhir zaman, mungkin :)baru beberapa minggu yg lalu dikelasku ada debat B. Inggris ttg poligami yg mana ujung2 berubah menjadi debat B. Indonesia saking serunyahihihi

    ahahaahha… seru sekali, Dek.Aku bisa membayangkannya…Memang, kalo sudah dalam ranah debat, apalagi dalam bahasa Inggris, jika topiknya menarik, maka pagar bahasa Inggris pun bisa jebol!!!:D

  15. lafatah said: Btw, Miranda Risang Ayu ini, penulis buku apa, Mbak???Kelihatannya, Mbak Gita ngefans sama beliau… :))

    ngefans? banget, fatah ^_^aku jatuh cinta sama tulisan beliau sejak baca Mencari Senyum Tuhan. buku beliau yang lain Purnama Hati, Cahaya Rumah KIta, Permata Rumah Kit, dll.situsnya: http://pojok-kanayakan.net

  16. pondokkata said: kalau hemat saya, sebenarnya syariat Islam itu sangat peka konteks, termasuk poligami. Ada beberapa keadaan yang sebenarnya membutuhkan adanya poligami ini. Tapi kebanyakan dari pelakunya hanya menjadikan syariat ini untuk mngabsahkan apa yg dilakukannya apalagi selalu berdalih dengan kata sunnah [pikirku, kalau untuk ibadah sunnah kerjakan saja tahajud sampai rutin dulu :p]. Jika yang dimasalahkan adalah soal “keadilannya”, kebanyakan dari kita salah memaknai adil. Adil bukan setara dan berimbang. Adil itu sesuai kadarnya. jadi, sebenarnya tak ada masalah sama sekali dengan poligami ini. Saya pribadi jika kelak sang suami meminta izin utk poligami, akan saya persilakan. Untuk saya, apa yang saya miliki di dunia tak mutlak milik saya seutuhnya. Itu saja…! alasan simplenya lebih baik ditambah daripada dibuang…:D

    MUANTABS!standing applause ๐Ÿ™‚

  17. ada sebuah cerita dari seorang non muslim. dia berdarah tionghua.dulu daku pernah ngekost di rumahnya. suatu malam, dia cerita2 mengenai keluarganya. dia bilang, indahnya islam yang mengakui poligami. lebih ikhlas dia di poligami oleh suaminya dari pada seperti sekarang, suaminya selingkuh dan pergi ama wanita lebih muda dari dirinya.ini non muslim lho tah..tapi yang muslimah?? ๐Ÿ˜€

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s