APATIS

Ketika orang-orang mulai bersikap apatis, saya juga akan membalas bersikap apatis. Apatis itu apa? Acuh tak acuh. Saya sangat kesal dengan orang-orang seperti itu. Dia jual mahal, saya pun jual mahal. Biar impas.

Namun, sekeras-kerasnya saya bersikap apatis, justru saya yang akan tersiksa. Kenapa sih tidak menurunkan sedikit standar harga diri? Kenapa sih tidak berusaha untuk menghadiahkan seulas senyum saja? Kenapa harus menyiksa diri dengan pasang ‘tarif’ terlalu tinggi? Kalau kau tidak laku dalam pergaulan gara-gara sikap apatis itu? Itulah harga yang harus kau bayar!

Saya yakin kok, orang apatis itu tidak akan bisa eksis lama. Seperti lagu yang dinyanyikan kembali oleh Ipang yang berjudul “Apatis”.

Roda-roda terus berputar…
Tanda masih ada hidup
Karena dunia belum henti
Berputar melingkar searah.

Ya, kehidupan itu memang seperti roda. Mungkin saat ini kita mengedepankan sisi apatis. Namun, suatu saat kita juga akan diminta oleh keadaan untuk bersikap empati(s). Itu hukum alam yang tidak bisa ditawar. Kalau kau mau melawan, hiduplah di luar kehendak-Nya! Memang bisa?

Saya menulis ini sebagai pengingat untuk sendiri. Sebab, saya juga kadang bersikap apatis, acuh tak acuh pada orang lain, pada lingkungan. Jika kau keberatan dengan ‘nada’ yang menguar dalam tulisan ini, silakan beritahu saja saya. Biar kita belajar meredamnya sama-sama.

Terima kasih…

Iklan

22 thoughts on “APATIS

  1. lafatah said: “Apatis”.     Roda-roda terus berputar…Tanda masih ada hidupKarena dunia belum hentiBerputar melingkar searah.

    Ini lagu lama nih. Bukan Ipang penyanyi awalnya.Lagu ini memenangkan LCLR (Lomba Cipta Lagu Remaja) tahun 1978. Penciptanya Ingrid Wijanarko dan ah…lupa siapa.Penyanyinya Benny Soebarja deh kalau nggak salah. Aku masih belum bisa sempurna ngusap ingus. Apalagi dirimu, belum lahir kali.

  2. enkoos said: Ini lagu lama nih. Bukan Ipang penyanyi awalnya.Lagu ini memenangkan LCLR (Lomba Cipta Lagu Remaja) tahun 1978. Penciptanya Ingrid Wijanarko dan ah…lupa siapa.Penyanyinya Benny Soebarja deh kalau nggak salah. Aku masih belum bisa sempurna ngusap ingus. Apalagi dirimu, belum lahir kali.

    Iya… Ini re-package dari lagu lama. Dinyanyiin Ipang buat ngisi soundtrack di film Sang Pemimpi (yang keren itu) :)Dulu pertama kali dengar lagu ini dinyanyiin sama finalis Indonesian Idol 1. Nah, saya dengar lagi di Sang Pemipi. Makanya, langsung saya cari di google dan donlod lagunya. SUKA!!!Hahaha… saya masih ada di awang-awang 🙂

  3. siasetia said: apakah istilah apatis ini cocok dengan yang dimaksud jual mahal?

    Jual mahal = cuek = acuh tak acuh = masa bodoh…Silakan dipilih yang mana paling tepat. ahahha…

  4. akhidirman said: sya jg sering kaya gene. sama jg, sy sendiri yg ujung2nya tersiksa.tapi life must go on…karena itu, dalam ketidak sempurnaan saya, sy jalani saja semuanya

    Yups! Saya juga setuju… Itulah pernak-pernik hidup… Dijalani… Itu kunci biar survive 🙂

  5. akhidirman said: maaf tah. apatis itu bukannya putus asa artinya?

    Saya udah cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia, apatis = acuh tak acuh, masa bodoh 🙂

  6. Hahahaa… makasih atas senyum dan gelindingan bolanya. Lucu! :))Ya, mari kita bersama-sama menjaga kestabilan harga diri kita. Stabil, bukan berarti menurunkan 🙂

  7. Apatis itu menggoda lho, karena berarti (seolah) meminimalkan tanggung jawab tertentu. Tapi di sisi lain, lebih menggoda juga untuk bersikap sebaliknya agar bisa mencecap banyak hal.

  8. #Shanto: Insya Allah, ada masanya nanti 🙂 Untuk saat ini, aku sedang ingin menulis hal2 yang aku sukai dulu#Mbak Leila: iya, menggoda juga sih, mbak.tapi, kalo keseringan apatis juga bikin hati jadi tumpul. dan, sepertinya tidak akan ada manusia yang tahan berapatis terus-menerus :))

Sila Urun Tutur

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s